Pengaruh ukuran perajangan bahan baku daun jeruk purut (Citrus Hystrix DC) terhadap rendemen minyak Atsiri pada proses pemisahan dengan water and steam distilator
IMRON, Mochamad, Dr.-Ing, Ir. Harwin Saptoadi, MSE
2008 | Tesis | S2 Sistem TeknikMinyak jeruk purut (Citrus hystrix DC) adalah salah satu komoditi ekspor minyak atsiri indonesia. Minyak ini memiliki kegunaan sebagai bahan obat-obatan dan flafouring pada makanan. Untuk memisahkan minyak atsiri daun jeruk purut dapat dilakukan dengan metode distilasi air dan uap. Faktor-faktor yang mempengaruhi perolehan rendemen minyak atsiri dalam proses distilasi sangat banyak, salah satunya adalah persiapan bahan baku. Persiapan bahan baku dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran bahan baku dengan cara merajang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perajangan daun jeruk purut terhadap rendemen minyak atsiri dalam proses pemisahan dengan metode water and steam distillation. Penelitian ini dilakukan dengan cara membedakan bahan baku menjadi 7 (tujuh) kondisi yaitu satu kondisi tanpa perajangan dan 6 (kondisi) dengan perajangan 1 mm, 3 mm, 6 mm, 9 mm, 12 mm, 15 mm, dengan variasi perlakuan daun segar dan daun kering. Sebelum dan sesudah pengeringan, setiap kondisi ditentukan kadar airnya. Selanjutnya dilakukan penyulingan dengan metode air dan uap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perajangan berpengaruh terhadap rendemen minyak atsiri. Hasil penyulingan daun kering memiliki karakteristik berbeda dengan penyulingan daun segar. Pada penyulingan daun segar semakin kecil ukuran perajangan semakin kecil rendemen minyak atsiri yang dihasilkan. Sedangkan pada penyulingan daun kering semakin kecil ukuran perajangan semakin besar rendemen minyak atsiri yang dihasilkan. Rendemen yang dihasilkan pada penyulingan daun segar pada ukuran rajangan 1 mm, 3 mm, 6 mm, 9 mm, 12 mm, 15 mm dan tanpa rajangan berturut-turut adalah 0,608%, 0,620%, 0,730%, 0,825%, 0,925%, 0,964%, 0,803%. Sedangkan pada penyulingan daun kering berturut-turut adalah 0,703%, 0,645%, 0,633%, 0,585%, 0,525%, 0,486%, 0,610%.
“KEFFIR LIME OIL†is one of the Indonesia Oil export commodity. It has many functions as material to make some medicines and flavoring of edible foods. To separate the kefirs lime oil from the leaf, it could be done by water and steam distillation. There are many factors influence the yield of essential oil distillation. One of them is the size kefir lime leafs to the influence gets smallest size, is done by slicing. The purpose of this research is to know the size of sliced kefir lime leafs to the yield of the essential oil by water and steam distillation. In this research, it was doing by differences the leaf into 7 sizes. As the reference step has done no slicing and the other (six groups) by slicing with the size of 1 mm, 3mm, 6mm, 9mm, 15mm, by different methods of the fresh and dried leaf. In which, before and after drying finished, the water content in these sample were analyzed. Next, was doing water and steam distillation. The result of this research showed that the size of the slicing was influenced yield of essential oil collected. In which the dried leaf distillation has different characteristic with the fresh leaf distillation. On the fresh leafs distillation with the smallest size in the slicing got the smallest yield too. But in the dried leaf using the smallest size sliced leaf got higher yield of essential yield of essential oill. The yield using of fresh leaf distillation by 1mm, 3 mm, 6 mm, 9mm, 12 mm, 15 mm, and non slice were 0,608%, 0,620%, 0,730%, 0,825%, 0,925%, 0,964%, 0,803%. And of the dried leafes distillation were as followed 0,703%, 0,645%, 0,633%, 0,585%, 0,525%, 0,486%, 0,610%
Kata Kunci : Rajangan jeruk purut,Rendemen minyak Atsiri,Proses destilator, Keffir, Sliceer, Distillation, yield