Pengaruh lokasi pembangkit listrik tenaga gas dan uap terhadap nilai tanah di sekitarnya :: Studi kasus: Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng
MARIYANTO, Ir. Waljiyanto, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaMeningkatnya kebutuhan listrik saat ini tidak seimbang dengan persediaan tenaga listrik. Pembangunan pembangkit listrik merupakan alternatif cara untuk mencukupi kebutuhan tenaga listrik. Pada sisi lain, pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik berdampak negatif terhadap lingkungan. Nilai tanah terkait erat dengan faktor fisik, lokasi dan lingkungan. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh adanya pembangkit listrik secara tidak langsung akan menurunkan nilai tanah disekitar lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi pembangkit listrik terhadap nilai tanah disekitarnya dengan membuat model estimasi nilai tanah hunian. Faktor yang dikaji adalah jarak dari lokasi pembangkit listrik, jarak dari CBD, luas tanah dan lebar jalan. Data spasial berupa peta wilayah dan peta blok digital serta data non spasial berupa data pasar transaksi properti diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama digunakan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan metode kuadrat terkecil. Model estimasi yang dihasilkan oleh analisis regresi kemudian diuji berdasar kriteria teoritik, statistik dan ekonometrik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (a) jarak dari lokasi pembangkit listrik berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap nilai tanah, (b) model terpilih yang dihasilkan dari analisis regresi adalah model lin-lin (untuk model sebelum pembangunan pembangkit listrik) dengan nilai R2 sebesar 95,5% yang berarti bahwa 95,5% variasi nilai tanah di wilayah penelitian dapat dijelaskan oleh variabel bebas; dan model lin-lin (untuk model sesudah pembangunan pembangkit listrik) dengan nilai R2 sebesar 94,8% yang berarti bahwa 94,8% variasi nilai tanah di wilayah penelitian dapat dijelaskan oleh variabel bebas, (c) dari analisis nilai tanah hasil aplikasi model estimasi menunjukkan terjadinya penurunan rata-rata nilai tanah sebesar 51%.
At the present time, increasing electricity need is not followed by electric power supply. The construction of electric power station is an alternative ways in term of fulfill the electricity. But constructing and operating electric power station has negative impact especially for environment pollution. In this case, it is related to land value which has close tight with physics, location and environment. The existence of electric power station will influence and decrease land value surrounding area. The research focused on studying the effect of electric power station to land value. The variables included in this research were a distance from electric power station location, a distance from CBD, land area and road wide. The attribute data of property sales price that collected from PPAT/Notaris, and spatial data of district area map that collected from Kantor Pelayanan Pajak Pratama were used in modeling and valuation processes. Ordinary least squares regression analysis was applied in this research. The selected estimation model was tested using theoretic, statistic and econometric criteria. The research conclude that (a) the distance of electric power station give positive and significance effect to land value, (b) the selected model, before electric power station construction, with R2 95,5 % that it means 95,5 % from land value variation in research area can be explained by dependent variable; and selected model, after electric power station construction, with R2 94,8 % that it means 94,8 % from land value variation can be explained using dependent variable, (c) the valuation analysis shows there is decreasing land value on average 51%.
Kata Kunci : Nilai tanah,Pembnagkit listrik,Regresi linear berganda, land value, electric power station effect, multiple linear regression and SIG.