Laporkan Masalah

Bentuk dan fungsi kesenian rakyat Topeng Ireng desa Warangan Kecamatan Pakis Kaupaten Magelang Jawa Tengah

FITRIASARI, Rr Paramitha Dyah, Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, MA

2008 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Desa Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang Jawa Tengah memang jauh dari hingar bingar keramaian kota, letaknya kira-kira 35 kilometer dari pusat Kota Magelang. Letaknya yang berada di lereng Gunung Merbabu sekitar 950 meter di atas permukaan laut ini membuat kehidupan masyarakatnya agraris, tenang, dan sangat harmonis hubungan antar setiap individunya. Yang menjadi ciri khas dari Warangan adalah salah satu keseniannya yaitu Topéng Irěng yang menjadi primadona adalah pementasan Topéng Irěng. Gerak, bentuk, kostumnya yang unik dan iringan musiknya yang ritmis mampu memberikan daya tarik yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bentuk dan fungsi penyajian Topéng Irěng, yang merupakan ciri khas dari Warangan yang membedakan dengan jenis kesenian lainnya. Serta untuk dapat mengkaji dan mengungkap penilaian estetik kesenian Topéng Irěng. Hasil dari penelitian ini adalah kesenian Topéng Irěng dapat ditinjau dari beberapa aspek religius atau kepercayaan, ini terbukti dari kesenian Topéng Irěng dipentaskan juga dalam beberapa ritual yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Yang kedua adalah aspek sosial, melalui Topéng Irěng dapat meningkatkan solidaritas antar pemain dan masyarakat penontonnya, sekaligus mengenalkan Topéng Irěng ke pasar yang lebih luas lagi. Aspek ekonomi keberadaan Topeng Ireng hanya merupakan sebuah kesenangan dan hiburan belaka, namun di balik itu ada hal yang didapatkan dari pendukung kesenian tersebut yaitu materi. Penilaian estetik kesenian Topéng Irěng. dalam hal ini berarti penilaian baik secara langsung maupun tidak langsung disepakati oleh orang yang terlibat di pertunjukan Topéng Irěng

Warangan Village, Pakis Sub-district, Magelang Regency in central Java is indeed far from tumultuous bustle of the town, located approximately 35 kilometers from the hub of Magelang Town. It is exactly situated at the slope of Merbabu Mount about 950 meters above the sea level that makes the way of life of the surrounding society is agricultural, quiet and the social relationship established between each individual in the society is harmonious. The special characteristics of Warangan is one of its arts particularly Topéng Irěng that is considered as excellent in terms of its stage performance. The gestures, forms, and costumes are unique together with the rhythm of music that specially gives attractiveness. This research aimed at knowing the form and function of Topéng Irěng presentation that became the special characteristics of Warangan compared to other types of music. It also focused on the study of aesthetic and art appraisals concerning the Topéng Irěng This research yielded three results. First, the art of Topéng Irěng in line with the religious or faith aspect was designated by its stage performance in the form of routine rituals annually. Second, the social aspect of Topéng Irěng could enhance solidarity among the actors (players) and the audiences (the society) while introducing it to the global market. Third, the economic aspect of this type of mask was merely related to pleasure or entertainment; however, what lurked behind it was the material culture obtained by the art proponents. Meaning that aesthetic or art appraisals of Topéng Irěng were directly or indirectly agreed in advance by people who involved in its stage performance.

Kata Kunci : Kesenian Rakyat, Topeng Warangan, Bentuk dan Fungsi, The art of Topéng Irěng, Form and Function.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.