Laporkan Masalah

Analisis kontrastif urutan kata pada frasa nomina dan klausa verba Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang

HANDAYANI, Wiwik Retno, Prof.Dr. I Dewa Putu Wijana, SU.,MA

2008 | Tesis | S2 Linguistik

Bahasa Indonesia memiliki urutan kata yang berbeda dengan urutan kata yang ada dalam bahasa Jepang. Urutan kata dalam bahasa Indonesia termasuk tipe VO, sedangkan urutan kata dalam bahasa Jepang termasuk tipe OV. Perbedaan urutan kata tersebut menjadi salah satu kesulitan bagi pembelajarnya, terutama ketika harus memadankan kalimat bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang atau sebaliknya. Permasalahan inilah yang melatarbelakangi penulis untuk membandingkan secara kontrastif urutan kata frasa nomina dan klausa verba bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan dengan berlandaskan pada analisis kontrastif yang bertujuan menguraikan faktor-faktor yang menjadi perbedaan dan persamaan antara kedua bahasa. Perbedaan antara kedua bahasa berpotensi menjadi faktor yang menyulitkan pembelajar, sedangkan persamaan antara kedua bahasa berpotensi menjadi faktor yang memudahkan pembelajaran. Dari hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa terdapat perbedaan urutan kata frasa nomina dan klausa verba bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Urutan kata frasa nomina bahasa Indonesia terdiri atas nomina pusat diikuti oleh atributnya, sedangkan urutan kata frasa nomina bahasa Jepang terdiri atas atribut diikuti oleh nomina pusatnya. Fungsi kata dalam klausa verba bahasa Indonesia ditentukan oleh urutan kata dan morfologi verbanya, sedangkan fungsi kata dalam klausa verba bahasa Jepang ditentukan berdasarkan penandanya. Klausa verba bahasa Jepang termasuk tipe NNNV memiliki penanda kasus yang memegang peranan penting untuk membedakan fungsi N sebagai subjek, dan fungsi N sebagai objek. Persamaan yang ada antara lain, bahasa Indonesia dan bahasa Jepang dalam ragam formal tidak memiliki penanda jantina (gender) dan penanda jumlah (number). Tidak ditemukan adanya persesuaian bentuk verba dengan jantina (gender) dan jumlah (number) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Bahasa Indonesia dan bahasa Jepang memiliki urutan kata yang sama pada klausa yang hanya terdiri dari S dan V.

Indonesian and Japanese languages have different word order. Indonesian word order is VO type, and Japanese word order is OV type. This particular difference has become one of the obstacles for Indonesian learners, especially when they have to translate Indonesian sentences into Japanese ones. Based on that, it is challenging to compare and contrast the word order in Indonesian and Japanese noun phrases and verb clauses. This research uses contrastive analysis and aims to find the differences and similarities between the two languages. The different factors between them potentially become obstacles for the learners. On the other hand, the similar factors between two languages can help learners to master Japanese language. The research results are as follow. The order of Indonesian noun phrases is noun head followed by modifier. Meanwhile, the Japanese is modifier followed by noun head. Indonesian word function depends on the word order and the verb morphology, but the Japanese word function depends on the case marker. The order of Japanese clauses of NNNV type has a case marker to distinguish the noun as subject and that noun as object. However, Indonesian and Japanese languages have do not have any gender and numerical marker in formal verb clauses. Apart from that, the research also shows that the similar word order between Indonesian and Japanese clauses is subject followed by verb as predicate.

Kata Kunci : Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang,Analisis Kontrastif,Frasa Nomina,Klausa Verba,Contrastive Analysis, Word Order, Noun Phrase, Verb Clause


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.