Bahasa remaja dalam Tabloid :: Studi kasus Tabloid Infotainment Remaja Keren Beken
FAIZA, Ema, Prof.Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
2008 | Tesis | S2 LinguistikTesis ini mengkaji variasi bahasa remaja berdasarkan pemakai dan pemakaiannya dalam tabloid bersegmentasi remaja. Pada dasarnya remaja memiliki bahasa tersendiri dalam mengekspresikan dirinya Bahasa yang digunakan remaja tersebut adalah ragam informal yang memiliki beberapa penyimpangan dari kaidah bahasa baku, berbentuk tuturan ringkas, dan digunakan pada ragam santai atau kolokial Meskipun bahasa remaja tetap menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek Jakarta, namun kreativitas pemakainya mampu meyumbangkan inovasi-inovasi bahasa yang menyebabkan variasi bahasa ini berkembang pesat baik dari segi bentuk maupun makna. Bahasa remaja dapat berupa prokem atau slang, digunakan oleh remaja, bersifat sementara, sebagai identitas komunitas, hanya berupa variasi bahasa, dan penggunaannya meliputi: kosa kata, struktur kalimat, dan intonasi. Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk memerikan pemakaian bahasa dalam tabloid remaja dan menemukan kekhasan bahasa remaja seperti yang dipakai dalam tabloid bersegmentasi remaja. Secara khusus, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan karakteristik kosakata bahasa gaul sebagai tutur remaja di Indonesia yang tercermin dalam pemakaian bahasa di tabloid infotainment Keren Beken dan menginterpretasikan variasi bahasa remaja berdasarkan pemakai dan pemakaiannya. Metode kualitatif menjadi landasan kerja penelitian ini.Data penelitian dikumpulkan dari tabloid infotainment remaja Keren Beken sebagai representasi pemakaian bahasa remaja berdasarkan pemakai dan pemakaiannya. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik lanjutannya adalah teknik catat. Dengan menggunakan teori linguistik bahasa Indonesia yang dipadu dengan teori sosiolinguistik mengenai variasi bahasa, analisis data menghasilkan beberapa temuan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa proses pembentukan satuan lingual bahasa remaja memiliki pola-pola tetap yang dapat diklasifikasi berdasarkan sistem fonologi, morfologi dan sintaksisnya. Berdasarkan analisis fonologis dan morfologis ditemukan adanya pengejaan, naturalisasi, pelesapan, pengulangan, dan perubahan fonem serta abreviasi yang meliputi akronim, singkatan, pemendekan istilah atau penggalan, pinjaman satuan lingual bahasa daerah dan bahasa asing, penggunaan afiks non standar, pelesapan afiks, dan reduplikasi.Sementara dari analisis sintaksis diungkapkan bahwa pola kalimat bahasa remaja merupakan bentuk tuturan ringkas yang ditandai dengan pelesapan butir, unsur kalimat yang tidak runut, dan adanya implikatur. Berdasarkan hasil analisis pola satuan lingual dan sintaksis bahasa remaja, variasi ini dapat ditinjau dari sudut pemakai yang meliputi dialek dan tingkat tutur yang mencitrakan kepribadian remaja yang inovatif dan egaliter. Sedangkan dari sudut pemakaiannya ditemukan bahwa bahasa remaja menggunakan ragam informal dan register yang menunjukkan bahwa dalam situasi apapun remaja lebih memilih bentuk penyampaian informasi yang santai dan tidak menggurui.
This thesis investigates a language variation used by teenagers. It proposes this language variation based on its use and user as portrayed in a teenage tabloid. Basically, teenagers develop their own language to express themselves. The language preferred in this case has colloquial style which is characterized by ‘violating the rule of standard language’, applying contracted form, and used in informal situation. Although it maintains Jakarta dialect of Bahasa Indonesia, teenagers’ creativities have likely contributed many innovations in both form and meaning caused rapid development in this variation. Teenage language is marked by the use of slanks, temporary existence, as a community identity, as a language variation, and covering lexicons, syntax, and intonation. In general, this study aims to describe the language used in teenage tabloid and to seek for special characteristics of this variation as it is employed in a teenage tabloid.In particular, the result of the investigation is expected to contribute insights into language teaching and subsequent research through the interpretation of the variation according to its use and user. Qualitative method is then applied as the framework for analyzing the data. Collection of data are gathered from teenage infotainment tabloid Keren Beken as a representative of language variation based on its use and user. In collecting data, observation method is used and the technique applied is note-taking. By applying linguistic theory of Bahasa Indonesia which is combined with sociolinguistic theory on language variation, data analysis is able to raise some findings. These findings propose that the process of forming linguistic entities has a constant pattern that can be classified on the basis of phonological, morphological, and syntactical analysis. Through phonological and morphological analysis, this research shows that there are naturalization, deletion, reduplications, phoneme change, abbreviations, acronyms, clipping, borrowings and non standard affixes. While syntactical analysis finds that sentence pattern in this language variation takes concise form which is marked by element deletion and disorder and the use of implicature. The linguistic analysis on the language the teenage tabloid is then drawn own this language variation based on its use covering dialect and speech level and user covering style and register. The findings indicate that this variation brings innovative and egalitarian image of teenagers as the user. While the choice of informal language and use of certain lexicon in particular contexts shows that teenagers prefer colloquial style and avoid lecturing imprint in the language use.
Kata Kunci : Bahasa Tutur,Remaja,Tabloid, language, teenage, tabloid