Diplomasi kebudayaan sebagai strategi Pemerintah Jepang dalam memperkuat hubungan dengan Indonesia sejak tahun 2004 :: Studi kasus Diplomasi Kebudayaan melalui Pop Culture
SAITO, Akira, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA
2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Hubungan Internasional)Penelitian ini bertujuan untuk memberikan suatu penjelasan mengapa Jepang mengembangkan diplomasi kebudayaan saat ini dan apa yang dilaksanakan oleh pemerintah Jepang sebagai wujud dari diplomasi kebudayaan. Sejak tahun 2004 Jepang mengedepankan diplomasi kebudayaan sebagai salah satu pokok kebijakan luar negerinya Jepang. Hal ini didasarkan pada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Objek penelitian ini adalah diplomasi kebudayaan Jepang. Teknik pengumpulan datanya dengan metode baca dan catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik kualitatif. Hasil temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, dampak globalisasi dan revolusi teknologi informasi telah mengubah sifat dunia menjadi tempat penyebaran informasi yang akan berdampak besar pada pembentukan opini publik. Selain itu, kemenangan politik tergantung pada orang atau negara yang meraih kepercayaan dengan penyebaran informasi. Oleh karena itu, Jepang memanfaatkan soft power yang berupa budaya, terutama pop culture sebagai alat diplomasi yang efektif untuk mendapat dukungan dari masyarakat internasional. Kedua, kekuatan ekonomi Jepang yang mengalami kemunduran sejak tahun 1990 membuat pemerintah Jepang mengembangkan kebijakan diplomasi yang akan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi Jepang. Pop culture Jepang yang kini diminati generasi muda di dunia dianggap berpotensi sangat tinggi untuk berkembang dan akan menghasilkan keuntungan besar bagi Jepang. Ketiga, hubungan Jepang—Indonesia yang sudah mapan merupakan faktor yang memperlancar penyebaran budaya Jepang di Indonesia, bahkan merupakan kesempatan bagi Jepang dalam memanfaatkan hubungan baik tersebut. Keempat, Indonesia mempunyai kemiripan karakter budaya dengan Jepang. Budaya heterogen kedua negara tersebut bersifat terbuka untuk menerima budaya asing. Selain popularitas tinggi mengenai pop culture Jepang, bahasa Jepang yang telah diminati di Indonesia juga dianggap menjadi dasar yang sangat mendukung untuk penyebaran budaya Jepang. Pop culture Jepang yang dianggap sebagai alat diplomasi antara lain: animasi, manga (komik Jepang), musik Jepang (J-Pop), video game, dan fashion Jepang. Diplomasi kebudayaan Jepang di Indonesia dilaksanakan melalui Japan Foundation.
This research aims at giving the explanation why Japan has been developing cultural diplomacy since 2004 and what has been done by Japanese government as the embodiment of the cultural diplomacy. Since 2004, Japanese government has been putting forward cultural diplomacy as one of the important foregin policies. This is based on several influential factors. This is a literature research. The research sub ject is a Japanese cultural diplomacy. The method of collecting data was reading and taking notes. The data obtained from the resarch were analyzed in a qualitative analysis. The research findings are showed as follows. First, the influence of globalization and information technology revolution have transformed the world to the place where spreading information can influence public opinion in other countries. Besides, political winning depends on the people or countries that gain credibility in the way of spreading information. Therefore, Japan has taken advantage of soft power in the shape of culture, particularly pop culture as a diplomatically effective instrument to get support from international society. Second, Japanese economic power which had suffered recession since 1990 made Japanese government developed the new diplomatic policy which can bring economic profit to Japan. Japanese pop culture which is popular among young generation in the world is regarded having big potential to be developed and turning a large profit to Japan. Third, the stable relation between Japan and Indonesia is a positive factor which smooths the spread of Japanese culture in Indonesia, even it is a chance for Japan to take advantage of the good relation. Fourth, Indonesia has the similarity of cultural characteristics with Japan. Both countries have heterogeneous culture, that is open to accept foreign culture. Beside high popularity of Japanese pop culture, Japanese language which is popular in Indonesia is also regarded as a foundation to support the spread of Japanese culture. Japanese culture which is regarded as a instrument of diplomacy, particularly animation, manga (Japanese comic), Japanese music (J-Pop), video game, and Japanese fashion. Japanese cultural diplomacy in Indonesia is mainly carried out through the Japan Foundation.
Kata Kunci : Diplomasi Kebudayaan,Pemerintah Jepang,Cultural diplomacy, Pop culture, Soft Power