Kinerja kambing Bligon jantan pada penggemukan dengan level protein pakan berbeda
TAHUK, Paulus Klau, Prof.Dr.Ir. Endang Baliarti, SU
2008 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kambing Bligon jantan pada penggemukan dengan level protein pakan yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola searah, 20 ekor kambing Bligon jantan dengan bobot badan awal 19,08±2,20 kg, umur 10 - 12 bulan dibagi menjadi 4 perlakuan dengan level protein kasar (PK) dan total digestible nutrients (TDN) pakan masing-masing adalah R1 9% PK, 72% TDN; R2 11% PK, 72% TDN; R3 13% PK, 72% TDN serta R4 15% PK, 72% TDN. Pakan basal yang digunakan adalah rumput Gajah (Pennisetum purpureum) ditambah konsentrat dengan perbandingan hijauan dan konsentrat 25 : 75 (dasar BK). Variabel yang diamati meliputi konsumsi dan kecernaan nutrien pakan, kandungan glukosa dan urea darah serta balance N, pertambahan bobot badan harian (PBBH), konversi dan efisiensi penggunaan pakan serta feed cost per gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian level protein pakan yang berbeda pada kambing Bligon jantan yang digemukkan berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan TDN; berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi serat kasar (SK) dan PK. Untuk kecernaan nutrien (%) perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap kecernaan BK, BO dan SK namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan PK. Untuk glukosa darah, perlakuan berpengaruh tidak nyata pada 0 jam sebelum sampai 6 jam setelah makan; sedangkan untuk urea darah perlakuan berpengaruh tidak nyata pada 0 jam sebelum dan 6 jam setelah makan, akan tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada 2 jam dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada 4 jam setelah makan. Untuk balance N perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01); sedangkan untuk PBBH, konversi dan efisiensi penggunaan pakan perlakuan berpengaruh tidak nyata. Pada feed cost per gain perlakuan level 15% PK lebih menguntungkan dari perlakuan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pemberian level protein pakan yang berbeda dapat meningkatkan kinerja kambing Bligon jantan penggemukan secara signifikan dilihat dari konsumsi dan kecernaan PK, konsumsi SK, balance nitrogen serta kadar urea darah pada 2 dan 4 jam setelah makan; namun belum mempengaruhi konsumsi dan kecernaan BK, BO; konsumsi TDN; kecernaan SK; kadar glukosa darah; kadar urea darah pada 0 dan 6 jam setelah makan serta PBBH, konversi dan efisiensi penggunaan pakan. Secara ekonomis perlakuan protein kasar pada level 15% lebih menguntungkan pada kambing Bligon jantan yang digemukkan.
The objectives of this research were to determine effects of different protein level on performance of male Bligon goats. By using complete randomised design, twenty goats with average initially bodyweight of 19.08±2.20 kg, 10 -12 month old, devided into four groups. The groups were fed different protein and energy level. Every treatments group to get each fed R1 9% crude protein (CP), 72% total digestible nutrients (TDN); R2 11% CP, 72% TDN; R3 13%, 72% TDN and R4 15% CP, 72% TDN. The basal ration is napiergrass (Pennisetum purpureum) and supplementation concentrate, with comparison 25 : 75 (dry matter basic/DM). Data measured were feed consumption and digestibility, blood glucose, blood urea nitrogen (BUN), nitrogen balance, average daily gain (ADG), feed conversion, feed efficiency dan feed cost per gain. The results indicated that different protein level gave non significant different on consumption dry matter (DM), organic matter (OM) and TDN; were significant higher (P<0.01) on CP and crude fiber (CF). Digestibility (%) of the treatments were non significant different on DM, OM and CF; although were significant higher (P<0.01) on CP digestibility. That blood glucose were non significant in before feeding and six a hours after feeding. The BUN were non significant different in before feeding and at six a hours after feeding, although were significant higher (P<0.01) at two a hours after feeding and were significant different (P<0.05) at four a hours after feeding. The nitrogen balance were significant higher (P<0.01). The ADG, feed conversion and feed efficiency were non significant different. In feed cost per gain, 15% CP level, gave cheapest cost when compared with another level. In conclusion, the treatment influences consumption and digestibility CP, consumption CF, nitrogen balance, BUN at two and four after feeding; but gave to influence same in consumption and digestibility DM, OM, consumption TDN, blood glucose, BUN before and six a hours after feeding, ADG, feed conversion, and feed efficiency. The treatment 15% CP level economically more beneficial.
Kata Kunci : Kambing Bligon,Penggemukan,Level Protein,Protein Level, Feedlot Ration, Bligon Goats, Performance