Laporkan Masalah

Pengaruh manajemen pakan dan pencahayaan terhadap kualitas dan histologi kerabang telur

NATALIA, Hesty, Prof.Dr.Ir. Zuprizal, DEA

2008 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tiga level kualitas dan kuantitas pakan serta dua pencahayaan terhadap penampilan dan kualitas kerabang telur. Dua ratus tujuh puluh (270) ekor ayam Arab betina umur 36 minggu secara acak dibagi menjadi dua kelompok besar yang mendapat dua perlakuan pencahayaan yaitu kontrol (12 Terang : 12 Gelap) dan cahaya flash (12 Terang : 5 Gelap : 1 Terang : 6 Gelap), masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi tiga kelompok yang mendapat tiga level perlakuan kualitas pakan yaitu R0 (Pakan standar di BPTU Sembawa), R1 (Bahan pakan sama dengan R0 tetapi ditambahkan TSP (Triple Super Phosphat) dan imbangan nutrien pakan diperbaiki) dan R2 (Bahan pakan sama dengan R1 tetapi sumber mineral diganti dengan grit kerang + TSP dan imbangan nutrien pakan sama dengan R1) serta kuantitas pakan yaitu M0 (80 g/ekor/hari), M1 (90 g/ekor/hari) dan M2 (100 g/ekor/hari). Dari ketiga faktor didapat 18 kombinasi perlakuan, tiap-tiap perlakuan terdapat tiga ulangan, dan tiap ulangan terdiri dari lima ekor ayam. Percobaan biologis dilakukan selama tiga bulan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sembawa untuk mendapatkan data konsumsi pakan, kalsium dan fosfor, produksi dan berat telur, berat, tebal dan soliditas kerabang, kalsium, fosfor dan histologi kerabang. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 x 3, apabila berbeda nyata dilakukan uji banding dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga level kualitas dan kuantitas pakan serta dua pencahayaan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi kalsium dan konsumsi fosfor, tetapi konsumsi pakan berbeda sangat nyata (P<0,01) hanya pada tiga level kuantitas pakan dan dua regimes pencahayaan dan tidak berbeda pada tiga level kualitas pakan. Produksi telur berbeda sangat nyata (P<0,01) pada tiga level kualitas pakan dan tidak berbeda pada dua pencahayaan dan tiga level kuantitas pakan. Berat telur berbeda nyata (P≤0,05) sedangkan berat kerabang dan tebal kerabang berbeda sangat nyata (P<0,01) pada dua pencahayaan, tetapi berat telur dan tebal kerabang tidak berbeda pada tiga level kualitas dan kuantitas pakan sedangkan untuk berat kerabang berbeda nyata (P≤0,05) terhadap tiga level kualitas dan kuantitas pakan. Soliditas kerabang, kadar kalsium kerabang dan kadar fosfor kerabang tidak berbeda pada dua pencahayaan, tiga level kualitas dan kuantitas pakan, sedangkan pada histologi terlihat struktur kerabang lebih kompak dengan perlakuan cahaya flash. Kesimpulannya bahwa penampilan dan kualitas kerabang telur dapat diperbaiki dengan meningkatkan kualitas pakan melalui perbaikan imbangan nutrien pakan dan penggunaan sumber mineral yang selama ini dipakai di BPTU Sembawa sudah tepat tetapi harus dikombinasikan dengan TSP sehingga imbangan kalsium fosfor dapat optimal, kuantitas pakan yang direkomendasikan untuk ayam Arab fase produksi sebanyak 90 g/ekor/hari dan pemberian pencahayaan flash cukup efektif untuk memperbaiki kualitas kerabang telur.

The experiment was conducted to study the effect of three feeding quality levels and feed quantity, two regimes of lighting on quality and histology of eggshell. The experiment used 270 laying Arab’s chickens which were divided into two groups of lighting regimes : control lighting (12 Light : 12 Dark) and flash lighting (12 Light : 5 Dark : 1 Light : 6 Dark), each group was divided into three sub groups of feeding quality (R0 = control ; R1 = nutrient balance was improved and mineral sources were control + TSP ; and R2 = nutrient balance were same with R1 but mineral sources marine shell + TSP and quantity (M0 = 80 g/each/day ; M1 = 90 g/each/day ; M2 = 100 g/each/day), so that they were 18 combinations. Each combination had three replications and consisted of five chickens each. The experiment was applied for three months of experiment and was conducted at Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sembawa. Data collected were feed, calcium and phosphorus consumption, egg production, egg weight, eggshell weight, thickness, solidity, eggshell calcium and phosphorus, and histology. These data were analyzed using analysis of factorial 2 x 3 x 3, and then were tested by DMRT. The results indicated that calcium and phosphorus consumption were affected (P<0.01) by the three factors, but feed intake was affected (P<0.01) by the feed quantity and lighting regimes and unaffected by feed quality factor. Egg production was affected (P<0.01) by the levels of feed quality and was unaffected by the two lighting regimes and three levels of feed quantity. Egg weight was affected (P≤0.05) and eggshell weight and thickness were more affected (P<0.01) by two lighting regimes but egg weight and thickness were unaffected by three levels of quantity and quality feeding, but eggshell weight was affected (P≤0.05). Solidity, eggshell calcium and phosphorus were unaffected by the three factors, but histology factors found that eggshell structure more solid with flash lighting test. It was concluded that eggshell quality could be increased with repairing fed nutrient balance, especially on calcium phosphorus ratio. Source of calcium that have been used at BPTU Sembawa must be combined with TSP. Amount of recommended feeding for Arab chickens on production phase were 90 g/each/day and flash lighting was effective to improve eggshell quality.

Kata Kunci : Kerabang Telur,Manajemen Pakan,Pencahayaan, Flash lighting, Quality and quantity feeding, Eggshell quality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.