Laporkan Masalah

Hubungan antara berat badan sapi betina peranakan Ongole dan sapi persilangan pada tingkatan umur yang berbeda terhadap ukuran dan status ovariumnya

HAMDANI, M. Dima Iqbal, Ir. Ismaya, M.Sc.,Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan sapi betina Peranakan Ongole (PO) dan sapi persilangan pada tingkatan umur yang berbeda terhadap ukuran dan status ovariumnya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 96 ekor sapi betina yang terdiri dari 54 ekor sapi PO dan 42 ekor sapi persilangan yang terbagi menjadi 5 kelompok umur. Terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) antara berat badan sapi PO (251,41 ± 55,99 kg) dan sapi persilangan (282 ± 73,63 kg). Berat ovarium kanan sapi persilangan (5,02 ± 3,06 g) lebih berat (P<0,05) dibandingkan ovarium kanan sapi PO (3,79 ± 2,20 g). Karakteristik ovarium kanan untuk variabel : berat, lebar dan diameter folikel terbesar pada sapi PO (3,79 ± 2,20 g);(1,62 ± 0,36 cm); dan (0,65 ± 0,43 cm) menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) dibandingkan sapi persilangan (5,02 ± 3,05 g); (1,84 ± 0,45 cm) dan (0,74 ± 0,42 cm). Sapi persilangan umur dibawah 1 tahun dan diatas umur 4 tahun korelasi berat badan dan berat ovariumnya mempunyai nilai korelasi 0,57 dan 0,88. Sapi PO dan sapi persilangan mempunyai status ovarium yang berbeda pada tingkatan umur yang sama. Populasi ternak betina yang di potong di RPH Yogyakarta sebanyak 69,07 % dan sapi jantan sebanyak 30,93 %. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara berat badan dengan berat ovarium, pada sapi berumur dibawah 1 tahun dan diatas 4 tahun korelasinya erat dan lebih erat. Ternak pada umur yang sama tidak mempengaruhi status ovarium pada sapi PO dan sapi persilangan.

This aim of research to know about correlation between the body weight of Ongole Cross-bred and Cattle Cross-bred at different age level to size and its ovary status. Ninety six tail cows consisted of 54 Ongole Cross-bred and 42 Cattle Cross-bred become five ages goup. There were a marked difference (P<0,05) body weight of Ongole Cross-bred (251,41 ± 55,99 kg) and Cattle Cross-bred (282 ± 73,63 kg). The ovary weight of Cattle Cross-bred (5,02 ± 3,06 g) heavier (P<0,05) compared by a right ovary of Ongole Cross-bred ( 3,79 ± 2,20 g). Right ovary characteristic for the variable of to heavy, wide and biggest follicle diameter Ongole Cross-bred were ( 3,79 ± 2,20 g);(1,62 ± 0,36 cm); and (0,65 ± 0,43 cm) showed real difference ( P<0,05) compared by Cattle Cross-bred are (5,02 ± 3,05 g); (1,84 ± 0,45 cm) and (0,74 ± 0,42 cm). Cattle Cross-bred old age under one year and above age four years correlation with body and its ovary weight have correlation value 0,57 and 0,88. Ongole Cross-bred and Cattle Crossbred have the different ovary status at age of same level. The Cow population which were slaughtered in Yogyakarta Slaughtered House as much 69,07 % and bull was 30,93 %. Concluded that there were positive correlation between weight of body and ovary weighing, the cow age under one year and above four years was tight and tighter. Age do not influence the ovary status of Ongole Cross-bred and Cattle Cross-bred.

Kata Kunci : Sapi Peranakan Ongole,Umur Ternak,Ovarium,The Ongole Cross-bred and Cattle Cross-bred Cow, Body weight, Livestock age, Ovary weight, Ovary status


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.