Laporkan Masalah

Evaluasi konservasi tanah cara teras bangku terhadap konsentrasi air dan persepsi masyarakat di daerah aliran sungai Loano

ARIYANTO, Kus Nugroho, Dr. Junun Sartohadi, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian evaluasi konservasi tanah cara teras bangku terhadap konsentrasi air dan persepsi masyarakat dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Loano. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi air pada lahan yang berteras bangku dan tanpa teras bangku, mengevaluasi efisiensi teras bangku untuk konservasi air, dan mengetahui persepsi petani dalam penerapan teknik konservasi tanah cara teras bangku di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei, eksperimen, dan wawancara. Dengan tahapan survei terdiri dari pengumpulan data, pemrosesan data, dan analisis data. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan bentang lahan dengan satuan lahan sebagai satuan pemetaan. Satuan lahan disusun berdasarkan peta lereng dan peta tanah. Pengumpulan data menggunakan metode stratified purposive sampling. Metode eksperimen yang digunakan adalah simulasi curah hujan dengan intensitas hujan 1 – 50 mm/jam, 51 – 100 mm/jam, dan 101 – 150 mm/jam. Uji ini dilakukan di daerah berteras bangku dan tanpa teras bangku. Metode wawancara dengan kuesioner dilakukan pada 20 responden di setiap satuan lahan berteras bangku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu konsentrasi air di daerah teras bangku lebih lama daripada tanpa teras bangku. Waktu konsentrasi air di teras bangku dapat diproyeksikan dengan persamaan regresi Yˆ SIMBOL 22,729 SIMBOL 0,0057SIMBOL X SIMBOL, dan di daerah tanpa teras bangku Yˆ SIMBOL 13,783 SIMBOL e SIMBOL 0,0071 SIMBOL X SIMBOL. Efisiensi teras bangku untuk konservasi air adalah 14 menit. Tingkat persepsi petani sangat mempengaruhi upaya petani dalam melakukan konservasi tanah cara teras bangku di DAS Loano.

The research of evaluation for bench terrace soil conservation toward water consentration and has been conducted in Loano Watershed Area. The purpose is to compare the water yield at farm with bench terrace and without bench terrace, to evaluate bench terrace efficiency for water conservation, and to know the people awareness in applying soil conservation technique with bench terrace in its area. The method is used survey method, experiment, and interview. The survey step consists of data collecting, data processor, and data analysis. This research is used landform approach with land unit as mapping unit. Land unit is compiled based on slope map and soil map. Data collecting uses stratified purposive sampling. Rainfall simulation with rain intensity 1 – 50 mm/h, 51 – 100 mm/h, and 101 – 150 mm/h is used as the experiment method. This simulation conducted in bench terrace area and in without bench terrace area. Interview method with questionnaire is conducted by 20 responders in every bench terrace land unit. The results of this research indicated that water yield in bench terrace area takes a longer time than water yield without bench terrace. Time of water yield in bench terrace can be projected with equation of regression Yˆ SYMBOL 23,281 SYMBOL 0,995 SYMBOL X , and in area without bench terraceYˆ SYMBOL 13,772 SYMBOL 0,993 SYMBOL X . The result of time efficiency in bench terrace area compared with without terrace is 10 minutes. Farmer effort for conservating the soil of Loano Watershed bench terrace has been in high awareness.

Kata Kunci : Konservasi Tanah dan Air,Teras Bangku, bench terrace, water yield, efficiency, the awareness


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.