Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi anggaran kesehatan yang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Sarolangun Propinsi Jambi

SARJIAH, dr. Sunartono, M.Kes

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebj. Pembiayaan dan

Latar belakang : Anggaran kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, sehingga anggaran yang dialokasikan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu sumber anggaran kesehatan terbesar di Kabupaten Sarolangun. Proporsi anggaran kesehatan di Kabupaten Sarolangun masih belum sesuai dengan yang diharapkan, dan belum mencapai 15% dari jumlah APBD, serta lebih besar digunakan untuk belanja pegawai. Dalam mengajukan anggaran kesehatan belum memperhatikan faktor–faktor yang berhubungan dengan alokasi anggaran kesehatan. Tujuan : Tujuan Umum mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi anggaran kesehatan yang bersumber APBD di Kabupaten Sarolangun. Tujuan khusus mengetahui faktor paling dominan yang mempengaruhi alokasi anggaran kesehatan yang bersumber APBD di Kabupaten Sarolangun. Metodologi penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang dilaksanakan di Kabupaten Sarolangun. Unit analisisnya alokasi anggaran kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Sarolangun. Subyek penelitian para pengambil kebijakan dalam anggaran kesehatan daerah dan tenaga yang terlibat dalam penyusunan anggaran kesehatan. Variabel Independennya pendapatan asli daerah, dana perimbangan, Politik (komitmen daerah), kemampuan advokasi, Kemampuan perencanaan. Variabel dependen adalah alokasi anggaran kesehatan. Data dalam penelitian ini ada dua yaitu 1) Data primer diperoleh dengan menggunakan wawancara. 2) Data Sekunder yang dikumpulkan berupa dokumen–dokumen daerah Kabupaten Sarolangun. Analisis yang dilakukankan terhadap data primer melalui wawancara mendalam secara kualitatif, data sekunder dihitungan berdasarkan kelompok belanja. Hasil penelitian : Diketahuinya Faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi anggaran kesehatan di Kabupaten Sarolangun, antara lain dipengaruhi oleh dana perimbangan, politik (komitmen daerah), kemampuan advokasi, kemampuan perencanaan. Diketahuinya alokasi anggaran kesehatan Kabupaten Sarolangun dari tahun 2001–2007 serta pemanfaatannya. Kesimpulan :1.a. PAD tidak memiliki pengaruh terhadap alokasi anggaran kesehatan. b. dana perimbangan memiliki pengaruh. c. Politik (Komitmen Daerah) memiliki pengaruh.d. Advokasi memiliki pengaruh. e. Kemampuan perencanaan memiliki mempengaruh 2. Gap yang terjadi antara RAPBD dengan APBD tahun 2006 Rp. 1.178.361.000,- atau 4,81%. Tahun 2007 sebesar Rp. 558.942.000,- atau 2,24%. 3. Pemanfaatan anggaran kesehatan digunakan untuk belanja pegawai/personalia, belanja barang dan jasa, belanja modal, belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan, pada saat sebagian besar anggarannya digunakan untuk belanja pegawai hingga mencapai 83,01% dari APBD.

Kata Kunci : Anggaran Kesehatan,APBD, decentralization, health finance, helath budget


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.