Laporkan Masalah

Evaluasi besaran premi terhadap kesesuaian paket pelayanan kesehatan pada Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) Kabupaten Sinjai

IWAN, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebj. Pembiayaan dan

Latar Belakang: Konsep Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat saat ini diadopsi oleh pemerintah kabupaten Sinjai dengan istilah Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Sinjai dikelola oleh badan penyelenggara. Program Jamkesda memberikan paket pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap dan tindakan khusus lainnya di puskesmas dan RSD Sinjai. Premi yang ditetapkan selama ini sebagian kecil menutupi biaya penyelenggaraan program Jamkesda dan lebih dari 80-90% klaim dari pemberi pelayanan kesehatan harus ditanggulangi oleh pemda. Jika jumlah kebutuhan dana untuk menanggulangi klaim terus meningkat dan tidak diimbangi dengan konsekuensi pembayaran premi yang sesuai maka beban pemerintah daerah akan semakin besar, sehingga perlu dievaluasi beberapa aspek terkait dengan premi rill, premi utilisasi normatif dan benefit package dengan mempertimbangkan kemampuan dan kemauan membayar masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besaran premi rill dan besaran premi standar utilisasi normatif, mengukur kemampuan dan kemauan peserta dalam membayar premi, menganalisis persepsi peserta dan stakeholder terhadap kesesuaian benefit paket, serta mengetahui persepsi satakeholder terhadap eksisitensi dan solusi permasalahan biaya Jamkesda Sinjai. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data klaim dan administrasi dikumpulkan pada Bapel Jamkesda, kemampuan dan kemauan membayar masyarakat dan persepsi terhadap kesesuaian benefit paket Jamkesda dilakukan wawancara menggunakan kuesioner terhadap 96 orang responden unsur peserta, wawancara mendalam dilakukan terhadap 7(tujuh) orang stakeholder unsur pemerintah. Hasil Penelitian : Premi rill tahun 2006 Rp 2.923,86 perkapita/bulan dan tahun 2007 Rp 2.453,59 perkapita/bulan; premi utilisasi normatif tahun 2006 Rp.10.101,97 perkapita/bulan dan tahun 2007 Rp.9.857,13 perkapita/bulan; ATP1 peserta Rp 11.246, ATP2 peserta Rp 66.178 perkapita/bulan dan Kemauan membayar Rp. 3.014 perkapita/bulan; 97,92% peserta menganggap benefit package sesuai dengan harapannya sedangkan stakeholder menganggap bahwa benefit package sangat luas, eksistensi Jamkesda harus ditingkatkan dan permasalahan keuangan dapat diatasi dengan menaikkan premi dan mengefektifkan penagihan premi, menetapkan subsidi bagi keluarga miskin dan penggalian sumber dana lainnya. Kesimpulan : Untuk mempertahankan eksistensi jamkesda maka premi rill harus ditingkatkan dari Rp. 10.000 per Keluarga/bulan menjadi Rp. 12.500 – Rp. 15000 per keluarga/bulan sebagai kompensasi atas kesesuaian benefit package Jamkesda Sinjai

Bacground: The concept of Public Health Maintenance Assurance, adopted by Sinjai Regency government using term Regional Health Maintenance Assurance (Jamkesda) of Sinjai Regency, which administered by administrator board. JAMKESDA program provide health service package, out patient and in patient and other special treatment in Community Health Center and Sinjai Regional Hospital. The fee was established, in a while time, a few part was used to covered the JAMKESDA program administration cost and more than 80-90% claim from the health service provider must be covered by Regional Government. If the amount of needed fund to covering a claim continue to increase and not be balanced by fee payment, a consequence accordingly, thus the Regional Government burden would increase, thus its need to evaluate some of the correlated aspect with the real fee, normative utilization fee, and benefit package. Objectives: The research was aimed to knowing the size of real fee and the size of standard fee in normative utilization, to measure the participant’s ability and willingness to pay a fee, analyze the participant perception and stakeholder to the appropriateness of benefit package, as well as to knowing the stakeholder perception to the existence and the problem solving of cost of Sinjai JAMKESDA. Methods: The research is non experimental with cross sectional design, using quantitative and qualitative approach. Claim data and administration, be collected at JAMKESDA Administration Board, to measure the ability and willingness to pay as well as perception on appropriateness of JAMKESDA benefit package. Its be performed interview by using questionnaire to 96 respondent from the participant member, in depth interview be performed to seven representative of stakeholder from government element. Results: The real fee in 2006 was Rp 2,923,86 per capita/month and in 2007 was Rp 2,453.59 percapita/month, normative utilization fee in 2006 was Rp 10,101.97 and in 2007 was Rp 9,857.13 percapita/month; ATP1 was Rp 11.264 per capita/ month;ATP2 was Rp 66.178 percapita/month and willingness to pay was Rp 3,014 per capita/month; 97.2% of the participant perceiving the benefit package according to the expectation, while the stakeholder perceive that benefit package was very broad, the existence of JAMKESDA must be increasing and the financial problem could be overcome with increasing and raise the effectiveness the fee collecting, establishing the subsidy to poor family and searching other fund resource. Conclusions: To maintain the JAMKESDA existence, thus the real fee must be increasing from Rp10,000 per family/month to Rp 12,500 – Rp 15,000 per family/month as a compensation to the benefit package appropriateness of Sinjai JAMKESDA

Kata Kunci : Jaminan Kesehatan,JAMKESDA,Premi, Real fee, normative utilization fee, perception, stakeholder, benefit package, claim of cost, administration cost, ability to pay, willingness to pay


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.