Prevalensi dan faktor risiko Dermatitis kontakp ada pedagang ikan segar di Pasar Raya Kota Padang Sumatera Barat
HANDAYANI, Tutwuri, dr. Agnes Sri Siswati, SpKK
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi LapangaLatar Belakang : Dermatitis kontak sering juga disebut eksema adalah reaksi kulit akibat paparan bahan iritan, Penyakit kulit ini sering disebut penyakit kulit akibat kerja. Kejadian dermatitis kontak pada pedagang ikan segar di pasarraya Kota Padang belum diketahui, faktor risiko kejadian dermatitis kontak dapat dari lingkungan, agen maupun manusia. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko kejadian dermatitis kontak pada pedagang ikan segar di Pasar Raya Kota Padang. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik Obsevasional dengan menggunakan rancangan cross sectional study, Penelitian ini dilakukan di pasar Raya Kota Padang dengan jumlah respondens sebanyak 139 orang pedagang ikan basah yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel bebas penelitian ini adalah Pengetahuan responden, riwayat pekerjaan dan paparan air rendaman ikan segar dilihat berapa jam sehari responden terpapar air, sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian dermatitis kontak pada pedagang ikan segar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, diagnosis dokter, hasil pemeriksaan laboraturium air rendaman ikan segar. Hasil : Dari 300 pedagang ikan segar di Pasar Raya Kota Padang ditemukan prevalensi dermatitis kontak sebesar 18%. Pedagang tidak menggunakan alat pelindung diri terutama sarung tangan hal ini merupakan faktor risiko terjadi dermatitis kontak. Pada analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak nilai p<0,05 adalah responden yang mempunyai pekerjaan sampingan (0,04), lama terpapar air sehari (0,0001) sedangkan faktor risiko terjadinya dermatitis kontak yang paling besar pengaruhnya adalah lama kerja mempunyai nilai OR 1, Nilai tersebut mempunyai arti bahwa responden yang bekerja lebih dari 1 tahun mempunyai faktor risiko mengalami dermatitis kontak 1 kali dibandingkan dengan yang bekerja 1-6 bulan dan 7-12 bulan. Kesimpulan : Prevalensi kejadian dermatitis kontak pada pedagang ikan basah di Pasar Raya Padang sebesar 54 (18%). Lama responden terpapar air rendaman ikan ikan dalam sehari sangat berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak, pekerjaan sampingan pedagang ikan dan lokasi berdagang merupakan faktor risiko terjadinya dermatitis kontak pada pedagang ikan segar di Pasar Raya Kota Padang.
Background: Contact dermatitis OR eczema is a skin reaction caused by exposure to irritants. This skin disease is often known as occupational skin disease. The prevalence of contact dermatitis at Pasar Raya of Padang Municipality is not yet known. Risk factors of the prevalence of contact dermatitis may come from the environment, agent or humans. Objective: The objective of the study was to identify the prevalence and risk factors of contact dermatitis among fresh fish sellers at Pasar Raya of Padang Municipality. Method: This was an analytical observational study with cross sectional design. It was conducted at Pasar Raya of Padang Municipality with as many as 139 fresh fish sellers selected according to inclusion criteria. Independent variables of the study were knowledge, job history of respondents and the period (length) respondents were exposed to the water, whereas dependent variable was the prevalence pf contact dermatitis among fresh fish sellers. Instruments used were questionnaires, doktor’s diagnosis and the laboratory result of water used to soak fish Result: Out of 300 fresh water sellers at Pasar Raya of Padang Municipality as many as 54 (18%) suffered from contact dermatitis. The fact that fish sellers did not use self-protection equipment, especially gloves was risk factor for the prevalence of contact dermatitis were length of exposure OR=1. This indicated thet respondents who worked over a year had higher risk factor of having contact dermatitis that those working withitn 1 – 6 months and 7 -12 months. Conclusion: The prevalence of contact dermatitis among fresh fish sellers at Pasar Raya of Padang Municipality was 54 (18%). The period (length) respondent were exposed to water used to soak fish during the day was very closely related to the prevalence of contact dermatitis. Part time job and location of trading also had significant relationship with the prevalence of contact dermatitis.
Kata Kunci : Dermatitis,Pedagang Ikan