Laporkan Masalah

Hubungan faktor lingkungan rumah, sosial ekonomi, penggunaan obat obat Kortikosteroid dan penyait Diabetes Melitus dengan kejadian penyakit TBC Paru di Kabupaten Rejang Lebong

ALMAINI, Prof.Dr.dr. KRT. Adi Heru S., M.Sc

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Lapanga

Latar belakang : Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, karena angka kesakitan masih tinggi dan merupakan penyebab kematian ke 3. Tahun 2003 kasus TBC di Indonesia diperkirakan terdapat 627.047 kasus, dan 28.946 diantaranya adalah BTA positif. Tahun 2004 angka insiden di Kabupaten Rejang Lebong masih cukup tinggi yaitu 5,9/10.000. Penyakit ini menyerang kelompok usia produktif, sehingga berdampak kepada ekonomi keluarga dan masyarakat. Pengetahuan tentang faktor risiko penyakit TB paru menjadi sangat penting untuk dijadikan acuan dalam perogram pemberantasan TB paru di Kabupaten Rejang Lebong. Faktor yang dianggap berpengaruh terhadap kejadian TBC paru antara lain adalah faktor lingkungan rumah, sosial ekonomi, penggunaan obat kortikosteroid dan penyakit diabetes miletus. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah, sosial ekonomi, penggunaan obat kortikosteroid dan penyakit diabetes melitus dengan kejadian TB paru BTA positif di Kabupaten Rejang Lebong. Metode : Penelitian ini menggunakan disain studi kasus kontrol. Sampel terdiri dari populasi studi yang berdasarkan hasil pemeriksaan sputum di laboratorium puskesmas pada tahun 2005-2007 menunjukkan BTA positif dan BTA negatif. Besar sampel dalam penelitian ini masing-masing untuk kasus dan kontrol sebanyak 179. Hasil : Hasil analisis multivariate dengan regresi logistik ganda menunjukkan variabel keadaan ventilasi memiliki hubungan bermakna secara statistik, odds ratio 3,18 dengan CI 95%: 1,42 < OR < 7,08 dan p value 0,005. Variabel riwayat kontak serumah memiliki hubungan bermakna secara statistik, odds ratio 4,22 dengan CI 95%: 1.66 < OR < 10,73 dan p value 0,003. Variabel sosial ekonomi rendah memiliki hubungan bermakna secara statistik, odds ratio 2,69 dengan CI 95%: 1,37 < OR < 5,29 dan p value 0,004. Overal percentage 62,8. Kesimpulan : Ventilasi tidak memenuhi syarat kesehatan, riwawat kontak serumah dan sosial ekonomi rendah memiliki hubungan dengan kejadian TBC paru di Kabupaten Rejang Lebong. Saran : Penyuluhan kepada masyarakat tentang fungsi ventilasi dan akibat yang ditimbulkan jika tinggal di rumah dengan kondisi ventilasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Pengobatan segera pada penderita TB paru BTA positif. Pembinaan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan perorangan dan lingkungan, dan memeriksakan diri bila ada gejala batuk, dan periksa sputum bila batuk lebih dari 3 minggu.

Background: Tuberculosis (TBC) is a chronical infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. The disease is a health problem in Indonesia because its mortality and morbidity is still relativelly high. TB is also the third cause of death. In 2003 there were approximatelly 627,047 TB cases in Indonesia and as many as 281,946 cases were of positive acid fast bacillus type. In 2004 number of inciden at Rejang Lebong District is still high as 5,9/10.000. The disease generally attacks productive age group so that it affects economic condition of families and societies. Knowledge about high risk group of lung TB is important to be used as reference in deciding priorities for programs of lung TB. Factors considered influential for the prevalence of lung TB are among others house environment, social economic, use of corticosteroid drug and diabetes mellitus disease factors. Objective: The study aimed to identify the relationship among house environment, social economic, use of corticosteroid drug and diabetes mellitus disease factors and the prevalence of positive acid fast bacillus lung TB at District of Rejang Lebong. Method: The study used control case study design. Population of the study was based on the result of sputum examination at the health center laboratory in 2005 – 2007 which indicated positive acid fast bacillus and negative acid fast bacillus. There were 179 samples as cases and 179 samples as control 175. Result: The result of multivariable analysis with double logistic regression showed that variable of ventilation condition had significant relationship with OR 3,18 CI 95%: 1,42

Kata Kunci : Penyakit TB Paru dan Diabetes Melitus,Lingkungan Rumah,Obat Kortikosteroid, lung tuberculosis, social economic status, corticosteroid drugs


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.