Persepsi masyarakat tentang malaria dalam hubungannya dengan perilaku pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Kemranjen I Kabupaten Banyumas
GAMELIA, Elviera, Dra. Yayi Suryo Prabandari, MSi.,PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan PromosiLatar Belakang : Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia terutama di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Malaria di Jawa Tengah terus meningkat kasusnya, terjadi KLB salah satunya di Kabupaten Banyumas pada tahun 2001-2002. Kasus malaria tertinggi di Kabupaten Banyumas di wilayah kerja Puskesmas Kemranjen I, yang merupakan salah satu daerah endemis malaria. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas telah melakukan upaya pemberantasan malaria, tetapi masih terdapat kasus malaria, sehingga penelitian ini ingin mengetahui persepsi masyarakat tentang malaria terhadap perilaku pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Kemranjen I Kabupaten Banyumas. Tujuan : Mengetahui persepsi masyarakat tentang malaria dalam hubungannya dengan perilaku pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Kemranjen I Kabupaten Banyumas. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga di wilayah kerja Puskesmas Kemranjen I. Metode sampling yang digunakan adalah metode simple random sampling dengan jumlah sampel 110 KK. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan chi square, serta analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian : Hasil uji hubungan menunjukkan persepsi masyarakat tentang kerentanan (p = 0,015, p < 0,05), persepsi tentang manfaat (p = 0,002, p < 0,05), persepsi tentang hambatan (p = 0,005, p < 0,05) serta persepsi tentang informasi berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria (p = 0,0001, p < 0,05), kecuali persepsi tentang kegawatan tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria (p = 0,737, p > 0,05). Pengaruh variabel health belief model terhadap perilaku pencegahan malaria menunjukkan bahwa secara statistik ada pengaruh ketiga variabel bebas yang meliputi persepsi tentang kerentanan (OR = 2,220), persepsi tentang manfaat (OR = 3,027), dan persepsi tentang informasi (OR = 3,520). Ketiganya berpengaruh secara signifikan pada perilaku pencegahan malaria karena memiliki OR lebih dari 1,5 Kesimpulan : Ada pengaruh persepsi tentang kerentanan malaria, persepsi tentang manfaat pencegahan malaria dan persepsi tentang informasi malaria dalam hubungannya dengan perilaku pencegahan malaria masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kemranjen I Kabupaten Banyumas
Background: Malaria has been a particularly global public health issue in tropical countries including Indonesia. The case of malaria in Central Java has increased number; one of out break was detected in Banyumas district during 2001-2002. The highest malaria cases of Banyumas district was found in the working area of the Kemranjen I Puskesmas (Primary health center) as one malaria endemic area. The Banyumas district local government has conducted malaria eradication efforts yet; however, malaria cases have been still detected. Therefore, the present research was conducted to identify the public perception on malaria of malaria prevention behavior in the working area of the Kemranjen I Puskesmas, Banyumas district. Objective: To explore community perception of malaria on malaria prevention behavior in the working area of the Kemranjen I Puskesmas, Banyumas district. Method: This was an observational research using cross sectional design. Population involved all households in the working area of the Kemranjen I Puskesmas. Simple random sampling was used as method with total samples of 110 households. Questionnaires were used as research measurement instruments. Data analysis involved univariate analysis using descriptive statistics, bivariate analysis using chi square, and multivariate analysis using logistic regression. Results: The test results on correlations of perception on supceptibility (p = 0,015, p < 0,05), perception on benefits (p = 0,002, p < 0,05), perception in barriers (p = 0,005, p < 0,05) and perception on information (p= 0,0001, p<0,05) correlated to malaria prevention behavior, except perception on seriousness not correlated to malaria prevention behavior (p = 0,737, p > 0,05). Influences of the health belief model variable on the malaria prevention behavior showed that statistically influences of three independent variables involving perception on susceptibility (OR = 2.220), perception on benefits (OR = 3.027), and perception on information (OR = 3.520). The variables significant influences on malaria prevention behavior since it had OR > 1.5. Conclusion: Collective influences of perception on malaria susceptibility, perception on advantage of malaria prevention and perception on information on malaria prevention behavior among community in the working area of the Kemranjen I Puskesmas, Banyumas district
Kata Kunci : Malaria,Perilaku Pencegahan,Persepsi Masyarakat, perception, malaria, prevention behavior