Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku komunikasi antara anak dan orang tua tentang kesehatan reproduksi pada siswa kelas 2 di SMP Negeri 1 Tasikmalaya
GANJAR R., Ongke, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.,Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan PromosiLatar Belakang : Masa remaja merupakan masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa, yang relatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekanan emosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan. Pada sisi lain remaja dianggap sebagai suatu periode yang paling sehat dalam siklus kehidupan. Akan tetapi pertumbuhan sosial dan pola kehidupan masyarakat sangat mempengaruhi pola tingkah laku dan jenis penyakit pada golongan usia remaja ini, seperti kecelakaan, kehamilan tak diinginkan, penyakit akibat hubungan seksual, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang yang semuanya akan menentukan kehidupan pribadi dan merupakan masalah bagi keluarga, bangsa, dan negara di masa yang akan datang. Tujuan : Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku komunikasi antara anak dan orangtua terhadap pendidikan kesehatan reproduksi pada siswa kelas 2 di SMP Negeri 1 Tasikmalaya. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian sectional silang (Cross Sectional survey) Dalam penelitian sectional silang, variabel sebab atau resiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara simultan (waktu yang bersamaan), dan bermaksud pula mencari hubungan antara satu variable degan variable lain. Hasil : Analisis univariat pada penelitian ini meliputi semua variabel bebas dan variabel terikat pada penelitian ini faktor diri terdiri dari: jenis kelamin, pengetahuan, dan sikap. Faktor diri laki-laki 54 (48,2%),perempuan 58 (51,8%), pengetahuan rendah 24 (21,4%), tinggi 88 (78,6), sikap kurang baik 44 (39,3%) baik 68 (60,7%). faktor media informasi, yaitu: sumber informasi dari orang tua dan sumber informasi non orang tua dari dari 112 responden 82 (73,2%) sumber informasi tentang kesehatan reproduksi diperoleh responden dari non orang tua; dan 30 (26,8%) menyatakan sumber informasinya dari orang tua. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan statistik non parametrik, dengan teknik analisis Chi Square diketahui bahwa jenis kelamin mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku komunikasi antara anak dan orang tua tentang kesehatan reproduksi pada siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya dengan nilai (P< 0,05) Kesimpulan : Ada hubungan secara bermakna antara faktor diri, faktor orang tua dan faktor lingkungan (media informasi) secara bersama-sama dengan perilaku komunikasi antara anak dan orang tua tentang kesehatan reproduksi pada siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya.
Background: Teenage hood is a transition period between childhood and adult hood which relatively is not yet reached mental and social maturity so that it should faced a contradictory emotional, psychological, and social pressure. On the other hand, teenager is considered as the healthiest period in the life cycle. However, social development and community’s life method are greatly influenced behavior method and type of disease in teenager period such as accident, unwanted pregnancy, sexual transmitted disease, alcohol and drugs abuse which all of this will determine individual’s life and it is a problem for the family, nation, and country in the future. Objective: This research was aimed to find out factors that have correlation with communication behavior between children and parents toward reproductive health education in student of grade 2 in SMP Negeri 1 Tasikmalaya. Method: This was a cross sectional study. In the cross sectional research, the cause variable or risk and impact or case in the research object was examined or gathered simultaneously (at the same time), and trying to look for the correlation between one variable with others. Result: The univariat analysis in this research consists of all independent variable and dependent variable in the research which consists of sex, knowledge and attitude. Factor of men was 54 (48,2%), woman was 58 (51,8%), low knowledge was 24 (21,4%), high knowledge was 88 (78,6), bad attitude was 44 (39,3%), and good was 68 (60,7%). The factor of information media consists of information source from parents and information source of non parents from 112 respondents that was 82 (73,2%) respondents stated that the information source regarding reproductive health was obtained from non parents; and 30 respondents (26,8%) stated that the information source was obtained from parents. The bivariat analysis in this research used non parametric statistic with chi square analysis and it was known that sex had significant relationship with communication behavior between children and parents regarding reproductive health of children in SMP Negeri 1 Tasikmalaya with value of (P<0,05). Conclusion: There was a significant relationship between factor of children and parents as well as environment factor (information media) simultaneously with communication behavior between children and parents regarding reproductive health of students in SMP Negeri 1 Tasikmalaya.
Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi,Perilaku Komunikasi,Anak dan Orangtua, Communication behavior between children and parents, reproductive health