Pemanfaatan Puskesmas baru di Kabupaten Mukomuko Propinsi Bengkulu
SYAFRIADI, Prof.dr. Hari Kusnanto, DrPH
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. PeLatar Belakang. Kabupaten Mukomuko merupakan kabupaten pemekaran yang saat ini sedang membangun infrasruktur. Dalam mewujudkan visi Mukomuko sehat 2010 banyak indikator yang belum tercapai seperti rendahnya cakupan kunjungan bayi dan balita ke pelayanan kesehatan, serta pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Sarana kesehatan yang tersedia sudah cukup memadai, namun pemerintah terus mengembangkan puskesmas pembantu dan puskemas. Rasio penduduk dengan puskesmas pembantu sudah sesuai dengan standar (1:2.000). Akan tetapi pemanfaatannya masih rendah yaitu 9,82 %. Adanya dana alokasi khusus mendorong pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah dengan membangun puskesmas dan puskesmas pembantu di setiap daerah. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan puskesmas baru di Kabupaten Mukomuko Propinsi Bengkulu serta faktor pendorong dan faktor penghambat pemanfaatannya. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus menggunakan metode kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Selagan Raya sebanyak 16 orang. Variabel penelitian ini adalah akses terhadap pelayanan, citra puskesmas, kepercayaan terhadap pelayanan dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan alat bantu tape recorder, checklist buku catatan dan kamera. Cara pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam dan pengamatan. Hasil Penelitian. Cakupan pemanfaatan puskesmas sudah mendekati indikator standar pelayanan minimal (SPM) yaitu 15,94 %, akan tetapi belum merata dan hanya terkosentrasi pada daerah yang sangat dekat dengan puskesmas. Puskesmas belum mampu menunjukkan kehandalannya sehingga citra puskesmas di masyarakat belum baik. Kebiasaan dan kondisi sakit mendadak menjadi alasan sebagian masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan dukun dan pengobatan sendiri. Keberadaan puskesmas sangat dibutuhkan dan menjadi pilihan utama dalam mencari pertolongan pengobatan. Kesimpulan. Walaupun masih baru, pemanfaatan Puskesmas Selagan Raya bisa dioptimalkan dan ditingkatkan menjadi puskesmas yang ideal sesuai standar dan harapan masyarakat dengan meningkatkan mutu pelayanan
Background: District of Mukomuko is an expansion district which is currently building infrastructure. There are many indicators which have not been achieved to actualize the vision of Healthy Mukomuko 2010, i.e. low visits of infants and children under five to health service and childbirths assisted by health professionals. Health facilities are available sufficiently; however the local government is continuously developing primary and secondary health centers. The ratio between population and secondary health centers is relevant with the standard (1;2,000) but the utilization is still relatively low (9.82%). Special funds available encourage the local government to improve health service in the region by establishing primary and secondary health centers in every subdistrict. Objective: The study aimed to access the utilization of new health centers at District of Mukomuko, Province of Bengkulu and identify factors inhibiting or encouraging the utilization. Method: This was a descriptive study with case study design and qualitative approach. Subject of the study were as many as 16 people consisting of village chiefs, tribal leaders and community leaders in the working area of Selagan Raya Health Center. Variables of the study included access to health centers, image about health centers, trust and needs of health service. Data were obtained through indepth interview and observation supported by tape recorder, checklist, notes and camera. Result: Coverage of utilization of health centers nearly come close to indicator of minimum service standard at 15.94%, however it was not fairly distributed and concentrated only in areas close to the health centers. The health centers had not shown their capability so that they had not yet achieved good image from the community. Som0e people tended to go to traditional healers and seek medication on their own due to habit and acute illness. Health centers were greatly needed and became the main choice to obtain medication. Conclusion: Although Selagan Raya Health Center was relatively new, it could be utilized more effectively and improved to become an ideal health center which was relevant with the standard and community expectations by enhancing the quality of care.
Kata Kunci : Puskesmas,Pemanfaatan Layanan, utilization of health centers, expansion district