Laporkan Masalah

Pemberdayaan Kader Dalam Revitalisasi Posyandu Di Kabupaten Batang Hari

SYAFE'I, M, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang : masih ditemuinya balita gizi buruk, rendahnya cakupan ibu hamil mendapatkan 90 tablet Fe dan tidak semua pasangan usia subur sebagai peserta KB serta adanya kenaikan dan penurunan partisipasi di sejumlah wilayah kerja puskesmas, sehingga perlu adanya pemberdayaan kader posyandu, karena kader sebagai motor penggerak kegiatan posyandu, terutama kesehatan ibu dan anak. Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi terhadap pemberdayaan kader dalam revitalisasi posyandu terhadap partisipasi masyarakat di Kabupaten Batang Hari. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus, yang menyelidiki fenomena didalam konteks kehidupan. Studi kasus pada penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa ada tidaknya pemberdayaan kader dalam revitalisasi posyandu di Kabupaten Batang Hari. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan panduan wawancara mendalam (indepth interview) dan daftar tilik (check list). Panduan wawancara mendalam digunakan untuk melakukan wawancara dengan responden yang terpilih dalam rangka untuk mendapatkan informasi sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan daftar tilik digunakan sebagai panduan dalam melakukan telaah dokumentasi terhadap pemberdayaan. Selain dari itu, peneliti juga dibantu dan dilengkapi dengan buku harian, tape recorder, pita perekam suara dan kamera serta alat tulis. Hasil : Insentif yang diberikan sedikit hanya lima puluh ribu rupiah yang dibagikan sesuai jumlah kader. Hal tersebut tidak sesuai dengan tugas dan tanggunjawabnya sebagai kader. Sarana prasarana yang tidak lengkap, padahal sarana prasarana sebagai pelengkap untuk menunjang kegiatan posyandu. Pelatihan yang tidak dapat diikuti oleh semua kader. Materi pelatihan yang selalu sama dirasakan tidak memiliki manfaat lebih bagi kader. Berdasarkan ketiga kondisi tersebutlah yang mengakibatkan penurunan partisipasi kader pada kegiatan posyandu. Kesimpulan : Insentif sedikit tidak sesuai dengan beban kerja, sarana prasarana tidak lengkap, pelatihan yang tidak memadai.

Background: Malnutrition among children under five, low coverage of pregnant mothers receiving 90 tablets of Fe, the fact that not all legible couples participate in family planning and decreasing participation of the community in some working areas of community health center require the empowerment of integrated service post cadres because cadres are motors of activities in integrated service post, particularly the health of mothers and children. Objective: The study aimed to explore cadre empowerment in the revitalization of integrated service post toward community participation at District of Batang Hari. Method: The study was qualitative with case study design which observed phenomena of life. The case study was meant to analyze cadre empowerment in the revitalization of integrated service post at District of Batang Hari. Research instruments used were indepth interview and checklist. Indepth interview was used to obtain information related to the objective of the study; whereas checklist was used as guide for documentation study of empowerment. Other instrument used were diary, tape recorder, and camera. Result: There was very little incentives given to cadres, only as much as fifty thousand rupiahs for all the cadres, which was incomparable with the duties and responsibilities of cadres. Facilities were incomplete so they could not support activities of integrated service post. Not all cadres could participate in training and training materials were not well-developed so they did not give extra benefits for cadres. These conditions caused decreasing participation of cadres in integrated service post activities. Conclusion: Little incentives were irrelevant with workload, facilities were incomplete, training were inadequate; all of these caused decreasing participation of cadres in integrated service post activities.

Kata Kunci : Posyandu, Pemberdayaan Kader, empowerment, revitalization, cadres

  1. S2-FKU-2008-M_Syafei-Abstract.pdf  
  2. S2-FKU-2008-M_Syafei-Bibliography.pdf  
  3. S2-FKU-2008-M_Syafei-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FKU-2008-M_Syafei-Title.pdf