Laporkan Masalah

Analisis penerapan standar asuhan keperawatan dan kompensasi perawat :: Studi deskriptif di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Fakfak Propinsi Irian Jaya Barat

KWANDO, Pierre Stanly, Sri Werdati, SKM.,M.Kes

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)

Latar belakang: Tenaga keperawatan adalah aset utama dalam pemberian asuhan keperawatan, tentunya akan memberi warna tersendiri terhadap mutu pelayanan dan citra dimana perawat itu bekerja. Pelayanan keperawatan adalah profesional sehingga beban kerja maupun sistem penghargaannya harus jelas dan profesional pula karena perawat harus bertanggung jawab dan bertanggung gugat, demikian juga jenjang kariernya harus jelas. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Fakfak diawal tahun 2002 mulai membenahi diri dengan melakukan berbagai upaya-upaya perbaikan pelayanan seperti: mendatangkan dokter ahli, membuat standar operasional prosedur, memberikan kompensasi kepada semua karyawan yang berprofesi medis maupun para medis namun kesemuanya ini masih juga dirasakan belum memadai, oleh para perawat. Penentuan besarnya kompensasi yang didasarkan atas SK BUPATI no. 52 Tahun 2002, menjadi sebuah pertanyaan mengapa perawat hanya menerima 20% dari tunjangan khusus bagi para tenaga medis. Metode: Desain penelitian ini deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara cross sectional, subyek penelitian adalah perawat dan pasien/keluarga, di ruang rawat inap RSUD Kab Fakfak, periode 6 September 2006 s.d 12 Oktober 2006. SAK diukur dengan menggunakan kuesioner SAK Depkes 1997, kompensasi diukur dengan kuesioner persepsi perawat tentang sistem kompensasi denggan menggunakan skala likert. Dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil: Selama periode penelitian untuk penerapan SAK didapatkan rentang kendali untuk instrument A,B,C ruang VIP: 74,89%, kelasI/II: 73,45, Pria: 68,85 % dan Wanita= 59,80%, bila dirata-ratakan hanya 69,25%, sehingga hasil tersebut dapat dikategorikan berada pada kategori cukup. Variabel persepsi perawat terhadap kompensasi mendapat nilai indikator: 2,18, sehingga menurut kriteria penilaian hasil tersebut memiliki indikator negatif atau dapat dikatakan bahwa tenaga keperawatan yang bekerja di empat ruang rawat inap mempunyai persepsi negatif tentang kompensasi yang diterima selama ini. Kesimpulan: Perawat diruang rawat inap RSUD Kab Fakfak dalam pelaksanaan penerapan SAK berada pada kategori cukup. Untuk persepsi penerimaan kompensasi yang diterima perawat mempunyai persepsi yang negatif

Background: Nursing staff is a primary asset in delivering nursing care that will influence service quality and image of the place where nurses are working. As a professional, nurses’ load of work and reward has to be clear and professional because of their responsibility. In the early of 2002, Fakfak district hospital develop some efforts to improve services such as arriving specialist doctors, making operational procedure standard, giving compensation for medical and non medical staffs. The determination of compensation that based on SK BUPATI No. 52 on 2002, call into question for nurses because they only get 20% for their compensation. Methods: Design of the study was descriptive using cross sectional approach. Subject was nurses and patients/family in inpatient ward of Fakfak district hospital since September 6 to October 12, 2006. Nursing care standard was measured using nursing care standard questionnaire of Health Department on 1997, while compensation was measured using questionnaire of nursing perception toward compensation system by likert scale. Data were analyzed descriptively. Results: There is control gap in the implementation of nursing care standard for A, B, and C instruments in about 69.25% which showed in VIP room was 74.89%, first class was 73.45%, Men were 68.85%, and women were 59.80%, that means in the ordinary category. Nurses’ perception variable toward compensation got 2.18 that showed negative indicator. That result showed that nursing staffs in four inpatient ward of Fakfak District Hospital had negative perception toward compensation they get. Conclusions: In Fakfak district hospital, nurses have implemented nursing care standard. Their perception toward compensation they got showed negative perception.

Kata Kunci : Standar Asuhan Keperawatan, Kompensasi Insentif, nurse, nursing care standard, incentive compensation.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.