Penerapan sistem manajemen mutu ISO dalam menurunkan kesalahan medis penanganan kasus hipertensi :: Studi kasuseksplanatori di Puskesmas Umbulharjo II Kota Jogjakarta
HANDAYANI, Hetty, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,DrPH
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)Latar Belakang: Penatalaksanaan kasus hipertensi sangat penting karena pengobatan hipertensi termasuk pengobatan jangka panjang bahkan sangat dimungkinkan menjadi pengobatan seumur hidup, oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian yang serius dalam peresepannya karena pada peresepan yang tidak sesuai/irrasional baik under used maupun over used sama2 mempunyai resiko terhadap keselamatan pasien. Solusi pada kesalahan medis dapat melalui 2 cara yaitu dengan pendekatan personil dan pendekatan sistem. Pada pendekatan sistem menganggap bahwa kesalahan berasal dari proses organisasional/pengelolaan dan sebagian besar kausa dan solusi pada kesalahan medis terletak pada sistem pelayanan, oleh sebab itu pada penelitian ini penulis mencoba membuktikan apakah kesalahan medis dapat diselesaikan dengan pendekatan sistem yaitu dengan mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO 9000 yang mempersyaratkan 5 klausul. Tujuan: Bagaimana sistem manajemen mutu ISO 9000 dapat berperan mendukung penurunan kesalahan medis dalam penatalaksanaan kasus hipertensi dan apakah ada perbedaan rasionalisasi pengobatan hipertensi di Puskesmas ISO dan tidak ISO. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus eksplanatori dengan rancangan disain kasus tunggal terpancang dengan 2 unit analisis yaitu Puskesmas yang menerapkan SMM ISO dan Puskesmas yang tidak menerapkan SMM ISO . Variabel bebas yang diteliti adalah implementasi sistem manajemen mutu ISO dengan 5 klausul yang dipersyaratkan,. Variabel terikat yang diteliti adalah rasioanalisasi pengobatan hipertensi dengan post test only with control design. Data kuantitatif digunakan untuk melengkapi data kualitatif guna menjawab pertanyaan penelitian dengan uji statistik chi-square, Instrument penelitian adalah peneliti sendiri, dalam pelaksanaannya dibantu oleh fasilitator dengan pedoman wawancara mendalam dan diskusi panel, serta data Rekam Medik pasien yang mempunyai diagnosa utama hipertensi. Hasil: Di Puskesmas ISO semua pasien hipertensi mendapat pengobatan yang rasional, sementara di Puskesmas bukan ISO ada 17,6% pasien mendapatkan pengobatan hipertensi yang tidak rasional, hal ini disebabkan karena Puskesmas bukan ISO tidak mempunyai komitmen manajemen yang kuat, pelaksanaan pelayanan tidak berdasarkan SOP, tidak ada audit klinik dan tindak lanjutnya, meskipun ketersediaan obat hipertensi terpenuhi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil audit klinik, Puskesmas Umbulharjo II (yang menerapkan SMM ISO) memberikan pengobatan hipertensi yang lebih rasional secara statistik berbeda bermakna daripada Puskesmas Pembanding (yang tidak menerapkan SMM ISO). Berdasarkan wawancara dan DKT ditemukan kategori yang mempengaruhi adalah komitmen manajemen, Pelayanan Kesehatan dan Audit Klinik.
BACKGROUND: The management of hypertension is very important since hypertension has been the long therapy even it is possible to be long life therapy. It needs serious attention on its prescribing otherwise unconformity of prescribing in both under use and over use will have the same risk to the patient safety. Solution of medical error can be done through two ways that are personnel and system approach. In the approach system it is considered that error comes from organizational/management process and the cause or solution of medical error is majority in the service system. In this research, the author tries to prove whether the medical error on hypertension can be reduced by system approach that is by implementing quality management system ISO 9000 which request 5 clauses. OBJECTIVE: The purpose of this research is to prove how the ISO 9000 quality management system’ role can support reducing medical error in the difference between the rationalization of hypertension medication in public health center with ISO or without ISO. METHOD: This research is the case study explanatory research with the design plan of multiple units of single case with 2 analysis units, they are the public health center with ISO and the public health center without ISO . Free variables in this research are the implementation of ISO quality management system. The qualitative analysis is in the narrative form. Depended variable of this research is the hypertension medication rationalization with post test only with control design to know the difference of hypertension medication rationalization in public health center with ISO or without ISO. The analysis uses chi square statistical study. RESULT: At the ISO public health center, all hypertension patients are treated with rational medication. It has been found 17,6% un-rational hypertension medication treatment in the not ISO public health center which has no strong management commitment and the handling implementation not based on the SOP as well as no clinical audit and follow up though the stocks of hypertension medicine is available. CONCLUSION: Based on the research it is concluded that the public health center which implements ISO quality management gives rational hypertension medication compared to the public health center which does not implement ISO quality management.
Kata Kunci : Pengobatan Hipertensi,Manajemen Mutu,ISO 9000, ISO, Commitment Management, Health Services, Clinical Audit