Factors associated with the motivation of community health centers managers in Timor Leste
da SILVA, Valente, Prof.dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc.,Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Masalah tentang status kesehatan antara lain IMR 88 per 1000 lahir hidup, DPT3 56% ( anak-anak di bawah 1year), Campak 47%, MMR 800 per 100.000 lahir hidup, angka kelahiran yang ditolong oleh tenagga kesehatan yang profesional 24%; angka kematian kasus malaria 200 orang dan 70.000 kasus dari klinik malaria, 8.000 kasus dari TB yang aktip. Masalah sumber daya manusia antara lain 35% kasus yang menyangkut Management Administrasi dan sumber daya manusia di tahun 2006; rasio perbandingan antara tenagga perawat dan populasi adalah 0,90 : 1.000, rasio perbandingan antara tenagga bidan & populasi 0,30 : 1.000, Health Organic Law bernomor 05/2003 mengatur seluruh pegawai kesehatan untuk menjalangkan tugas sesuai dengan job deskripsi masing-masing. Tujuan penelitian: Penelitian ini dimaksud untuk menentukan profil dari pada seluruh Manager di seluruh Community Health Center Timor Leste yang berhubungan dengan variable-variable berikut ini antara : a.Latar belakang pendidikan b.In-service training c.Pengalaman kerja.d.Apakah ada corelasi (hubungan) antara motivasi kerja dengan latar belakang pendidikan, in-service training dan pengalaman kerja. Metoda penelitian: Sekitar 65 Managers yang tersebar di seluruh Community Health Center Timor Leste telah ditetapkan sebagai sampel penelitian. Data-data yang dikumpulkan sebagai data kuantitatif dan kualitatif. Dalam analisa data kami mengunakan deskriptif statistik dengan mengunakan Chi Square (X2) CI 0.05 dan kross tabel. Hasil penelitian: Latar belakang pendidikan; SPK 92,3% (60); yang mengikuti in-service training 40%(26); dan yang tidak pernah mengikuti in-service training 60%(39). Lamanya pelatihan untuk; 1-3 bulan 4,6%(3); 4-6 bulan 35,4%(23); tanpa pengalam mengikuti pelatihan 60%(39). Lamanya bekerja dengan kementerian kesehatan ; 5-10 tahun 7,7%(5); untuk 11-15 tahun 16,9%(11); 16- 21 tahun 36,9%(24) ;22-26 tahun 16,9%(11); 27-31 tahun 18,5%(12); 32-37 tahun 3,1%(2). Lamanya bekerja sebagai Manager CHC untuk; < 2 tahun 4.7 %( 3); 2-5 tahun 23.4% (15); 5-6 tahun 53.1% (34); 6-8 tahun 14.1% (9).Terdapat negatif signifikan korelasi antara latar belakang pendidikan, in-service training, pengalaman kerja dan tingkat motivasi kerja. Hasil diskusi antara peneliti dan responden menunjukkan bahwa: a. Perumahan dan fasilitas transport untuk tenaga perawat dan tenaga bidan tidak adekuat b. Tidak adekuatnya rasio antara tenaga perawat, bidan dan jumlah penduduk c. Salary tidak mencukupi untuk kepentingan dalam rumah tangga d. Cukup berprestasi dalam tugas tetapi tidak pernah ada penghargaan dan tidak pernah ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi . Kesimpulan: 1.Terdapat negative significant korelasi antara tingkat pendidikan dan motivasi dengan alas an bahwa : (a) Perumahan dan equipment tidak adekuat (b) Ratio antara perawat, bidan dan jumlah penduduk (c) Salari tidak mencukupi dalam rumah tangga. 2.Terdapat negative significant korelasi antara in-service training dan motivasi dengan alas an bahwa: (a) Perumahan dan equipment tidak adekuat (b) Ratio antara perawat, bidan dan jumlah penduduk (c) Salari tidak mencukupi dalam rumah tangga. 3.Terdapat negative significant korelasi antara pengalaman kerja dan motivasi dengan alas an bahwa: (a) Salari tidak mencukupi dalam rumah tangga. (b). Mereka berusaha bekerja keras tetapi tidak pernah ada penghargaan dan tidak pernag ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. 4.Sebagian besar Manager masih memeliki tingkat pendidikan yang lebih The 5.Sebagian besar dari Managers masih belum memeliki pengalaman dalam inservice training. 6.Sebagian besar dari Managers tentang pengalaman kerja masih terbatas.
Background: Health status problems are IMR 88 per 1000 live birth, DPT3 56% (children under 1year vaccinated), Measles 47%, MMR 800 per 100.000 live birth, delivery attended by skill health personnel 24%; 200 deaths and 70.000 cases of malaria clinics, 8.000 cases of active TB. Human resource problems are indicated by 35% case of Administration Management and Human Resource management in the 2006, the ratio between nurse & the population of 0,90 : 1.000, the ratio between midwife & the population of 0,30 : 1.000, the Ministry of Health’s Organic Law No. 05/2003, a poorly aligned and coordinated public/private mix of service delivery. Objective: This research is aimed at determining the profile of CHC Managers in TL in relation to the following variables: Educational background, In-service training received, and working experience. It is also aimed at determining if there is a relationship between the motivation of CHC Managers in Timor Leste and the variables as educational background, in-service training received and work experience. Method: About 65 managers CHC in Timor Leste was taken for research sample. We collected both the qualitative and quantitative data. It is presented in a descriptive statistics with Chi-Square CI 0,05 and Cross sectional table. Finding: Education background; SPK 92,3% (60); in-service training received 40%(26); and not receiving any in-service training 60%(39). The duration inservice training; 1-3 Months was 4,6%(3); 4-6 Months was 35,4%(23); without training was 60%(39). Duration of time worked with MOH; 5-10 years was 7,7%(5); 11-15 years was 16,9%(11); 16-21 years was 36,9%(24) ;22-26 years was 16,9%(11); 27-31 years was 18,5%(12); 32-37 years was 3,1%(2). Duration of time worked as CHC Managers; < 2 years was 4.7 %( 3); 2-5 years was 23.4% (15); 5-6 years was 53.1% (34); 6-8 years was 14.1% (9).There was a negatively significant relationship between educational attainment, in-service training , work experience and level of motivation. The result of the discussion between respondents and researcher has showed that: a. housing and transportation were inadequate for midwife and nurse; there was an inappropriate ratio between nurse and midwife with total of population b. the salary could not cover the expenses in their household c. they have enough experience of work but never got appreciation and opportunity to continue higher level of education. Conclusion: 1. There is negative significant correlation between education background and motivation with reason: (a) Housing and transport not adequate (b) Ratio between nurse, midwife and total population (c) The salary could not cover the expense in their household. 2. There is negative significant correlation between in-service training and motivation with reason: (a) Housing and transport not adequate (b) Ratio between nurse, midwife and total population (c) The salary could not cover the expense in their household. 3. There is negative significant correlation between work experience and motivation with reason: (a) The salary could not cover the expense in their household (b). They tried to work more impetuous but never reword and opportunity to continue higher level of education 4. A majority of Community Health Center Managers have low level education (SPK). 5. The Community Health Center Managers still have majority without in-service training. 6. The Community Health Center Managers still have majority without work experience.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Manajer Rumah Sakit,Motivasi Kerja,Pendidikan,Motivation, education background, in-service training and work experience.