Laporkan Masalah

Angka kuman peralatan makan di Pondok Pesantren di Kota Palu

SUNUSI, Ilham N, Dra. Susi Iravati, Apt.,Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja (Kesehatan Lingkungan)

Latar Belakang: Sanitasi makanan adalah suatu upaya pencegahan yang menitikberatkan pada kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat mengganggu/merusak kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, penjualan makanan dan minuman tersebut siap dikonsumsi. Prinsip higiene dan sanitasi makanan merupakan upaya untuk mengendalikan 4 (empat) faktor penyehatan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan yaitu tempat/bangunan, peralatan, orang dan makanan. Pencucian dan tindakan pembersihan bakteri pada peralatan makan sangat penting dalam rangkaian pengolahan makanan. Alat makan merupakan salah satu faktor yang memegang peranan di dalam menularkan penyakit. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan angka kuman peralatan makan di pondok pesantren Kota Palu. Metode: Penelitian dilakukan di pondok pesantren yang berada di wilayah Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah. Jumlah pondok pesantren sebanyak 12 buah. Responden adalah semua penjamah makanan yang ada di pondok pesantren, khususnya yang bertugas di bagian pencucian alat makan sebanyak 24 (dua puluh empat) orang. Sampel alat makan diambil 2 (dua) jenis alat makan yaitu piring dan gelas, masingmasing jenis alat diambil 5 (lima) buah, sehingga jumlah sampel alat yang diperlukan adalah 120 buah (60 piring dan 60 gelas).Variable bebas dalam penelitian ini adalah kualitas sarana sanitasi, pengetahuan penjamah makanan dan proses pencucian alat makan, variabel terikat adalah angka kuman alat makan.Analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan, yaitu satu variabel bebas dan satu variabel terikat dengan uji Fisher Exact Probability Test dengan "simbol" = 0,0500. Hasil: Hasil test fisher hubungan antara kualitas sarana sanitasi dengan angka kuman alat makan menunjukan nilai p=0,54, sehingga tidak terdapat hubungan antara kualitas sarana sanitasi dengan angka kuman alat makan. Pengetahuan penjamah makanan dengan angka kuman nilai p=0,015, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan penjamah makanan dengan angka kuman alat makan. Cara pencucian alat makan dengan angka kuman menunjukkan nilai p=0,015, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara cara pencucian alat makan dengan angka kuman alat makan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kualitas sarana sanitasi dengan angka kuman pada alat makan, sedangkan pada pengetahuan penjamah makanan dan proses pencucian terdapat hubungan signifikan dengan angka kuman pada alat makan.

Background: Food sanitation is a preventive effort which emphasizes on activities and actions necessary to prevent foods and drinks from anything that can endanger health, covering the process of preparing, during processing, storing, transportation, selling to consumed. The principle of food hygiene and sanitation is an effort to control 4 factors which may cause health problems or food poisoning, i.e. place/building, equipment, people and foods. Eating and cooking utensils should be kept clean therefore methods of washing should be well understood. Washing and cleaning of eating utensils against bacillus are essential in food processing because unclean eating utensils containing microorganism can spread diseases through foods. Objective: The study aimed to identify factors related to germ rate of eating utensils at Moslem Boarding Schools of Palu Municipality. Method: The study was carried out at Moslem Boarding Schools located in Palu Municipality, Province of Sulawesi Tengah. There were 12 Moslem Boarding Schools. Respondents were all food handlers at Moslem Boarding Schools, especially those in charge of washing eating utensils (24 people). Samples of utensils were plates and glasses with as many as 5 items for each type so that all together there were 120 (60 plates and 60 glasses) taken from 12 Moslem Boarding Schools. The independent variables of the study were quality of sanitation facilities, knowledge of the food handlers and the process of washing eating utensils, the dependent variable was the germ rate of eating utensils. Bivariable analysis was made to two variables presumably related, i.e. one independent variable and one dependent variable using Fisher Exact Probability Test with "symbol"=0.0500. Result: The result of Fisher test showed that there was no relationship between the quality of sanitation facilities and the germ rate of eating utensils with p=0.54. There was significant relationship between knowledge of the food handlers and the germ rate of eating utensils with p=0.015; there was significant relationship between the method of washing and the germ rate of eating utensils with p=0.015. Conclusion: There was no relationship between the quality of sanitation facilities and the germ rate of eating utensils and there was significant relationship between knowledge of the food handlers and process of washing and the germ rate of eating utensils.

Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan,Sanitasi Makan,Kuman,sanitation facilities, knowledge, process of washing, germ rate, eating utensils, Moslem Boarding Schools


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.