Perlaku dan inspeksi sanitasi dengan kejadian diare di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat
GURNING, Petrus Dianto, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,Ph.D.,Sp.A(K)
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja (Kesehatan Lingkungan)Desa Tablolong merupakan salah satu desa diantara 12 desa di Kecamatan Kupang Barat, yang jumlah penderita diare tertinggi. Jumlah penderita diare selama triwulan IV (Oktober, November, Desember) tahun 2006 berjumlah 63 kasus dan 11 kasus penderita desentri. Hasil inspeksi sanitasi yang dilakukan oleh petugas sanitarian puskesmas terhadap sarana air bersih dan jamban keluarga hanya 37 %. Perilaku masyarakat yang tidak mendukung pola hidup sehat memungkinkan terjadinya penularan penyakit diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan perilaku, inspeksi sanitasi, kondisi sarana air bersih, jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional studies. Populasi dalam penelitian adalah keluarga yang memiliki balita serta berdomisili di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat. Sampel dalam penelitian ini, keluarga yang memiliki balita, dengan jumlah sampel 60 dan diambil secara random sampling. Analisis data dengan program SPSS for Windows Versi 13 digunakan uji bivariat dengan rancangan chi kuadrat (X2). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 48,3 % responden penelitian memiliki perilaku baik dan 51,7 % memiliki perilaku buruk. Perilaku buruk responden yang dominan 55 % tidak cuci tangan setelah membersihkan tinja bayi, 61,7 % tidak membuang tinja bayi ke jamban. Analisis univariat menunjukkan bahwa 82,5 % tidak dilakukan inspeksi sanitasi terhadap sarana air bersih dan jamban keluarga. Rendahnya hasil inspeksi sanitasi disebabkan oleh faktor jarak, waktu, geografi dan tenaga. Kondisi sarana air bersih didapatkan 10,5 % resiko sedang dan 7 % memiliki resiko tinggi. Walaupun persentasenya kecil tetapi memiliki kemungkinan berpengaruh secara tidak langsung dalam menimbulkan penyakit diare. Kondisi sarana jamban keluarga 56,3 % memiliki resiko sedang dan 16,7 % resiko tinggi. Hasil analisis chi kuadrat (X2) menunjukan ada hubungan yang signifikan antara Perilaku buruk, inspeksi sanitasi yang rendah, sarana air bersih dan jamban keluarga resiko sedang dan tinggi dengan kejadian diare pada balita (P<0,05). Perilaku buruk, inspeksi sanitasi yang rendah, sarana air bersih dan jamban keluarga resiko sedang dan tinggi memperbesar kemungkinan terjadinya diare.
Tablolong village is one of 12 villages in Kupang Barat Sub District, with the highest diarrhea patients. The rate of diarrhea disease for 4th trimester (October, November, December) in 2006 were 63 diarrhea cases, and 11 dysentery cases. The sanitary survey done by public health center sanitarian officials for clean water facility and family toilet were only 37%. Unhealthy behavior of villagers facilitates the spreading of diarrhea disease. The aim of the study was to know and analyze the relationship among behavior, sanitary survey, condition of clean water facility, family toilet, with the incidence of diarrhea at under five year old children. The study was an observational study with cross sectional design. The population of the study were families having under 5 year old children, live in Tablolong Village, Kupang Barat Sub District. The sample of the study were 60 families, taken by random sampling. The data were analyzed with SPSS for Windows Version 13 program, using bivariate analysis wit chi square (x2) test. The result of univariate analysis showed that the 48,3% respondents had good behavior and 51,7% had bad behavior. From bad behavior respondents, 55% did not washing their hand after cleaning baby’s feces, 61,7% did not waste the feces at the toilet. Univariate analysis showed that 82,5% of the clean water facilities and family toilets did not subjected for sanitary survey. This low rate of sanitary survey was caused by the distance, time, geographic and personnel factors. For the condition of clean water facility, 10,5% had moderate risk, and 7% had high risk. Although the rates were low, they were indirectly influences the incidence of diarrhea disease. For the condition of family toilet, 56,3% had moderate risk and 16,7% had high risk. The result of chi square (x2) analysis showed that there was a significant relationship among bad behavior, poor sanitary survey, clean water facility, and moderate and high risk family toilets with the incidence of diarrhea at under 5 year old children (p<0,05). Bad behavior, the low rate of sanitary, moderate and high risk clean water facilities and family toilets enlarge the possibility of diarrhea incidence.
Kata Kunci : Sanitasi dan Perilaku Sehat, Diare, Bad behavior, sanitary survey, the condition of clean water facility, family toilet, and diarrhea at under 5 year old children.