Kajian pengembangan kawasan hutan lindung :: Studi kasus Hutan Lindung Sungai Lesan, Kecamatan Kelay-Kab. Berau
SEKHNURDIN, Prof.Dr.Ir. H. Djoko Marsono
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan (Magister Konservasi SumberdayaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (i) potensi fisik, biologis, sosial ekonomi, budaya dan lingkungan kawasan, (ii) mengetahui tanggapan masyarakat, stake holder terkait dan aspek hukum pengembangan kawasan dan, (iii) merumuskan strategi pengembangan kawasan. Metode penelitian yang dipakai dilakukan dengan observasi, pengamatan lapangan, pengisian kuisoner dan wawancara dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan lindung Sungai Lesan (i) mempunyai potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, terdapat potensi Orangutan yang teridentifikasi dari jumlah kerapatan sarang 1.613,6/km2, dan 14 satwa lainnya yang dilindungi (ii) kondisi fisik kawasan sebagian besar mempunyai kemiringan lahan > 40% (sangat curam) dengan luas 10.665 (87% dari total luas areal), solum tanah tipis dengan curah hujan tinggi ( 2.012 mm), Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sedang sampai sangat berat dengan nilai erosi 60 – 180 ton/ha/tahun (iii) Sumber daya hutan merupakan salah satu sumber pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar. Berdasarkan kondisi kawasan, tanggapan masyarakat, realitas pengelolaan saat ini dan mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku maka strategi pengembangan yang sesuai dengan kawasan tersebut adalah menjadi Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dengan bentuk Taman Nasional. Untuk mengimplementasikan strategi pengembangan tersebut perlu dilakukan pengembangan kelembagaan yang ada sebagai wadah diskusi, koordinasi dan fasilitator dalam rangka pembentukan kawasan menjadi Taman Nasional.
This research aims to (i) identify physical, biological, social economic, cultural, and regional environment potentials, (ii) identify public and related stakeholders’ responses, and law aspect on area development, and (iii) formulate area development strategy. Methods used in this research are observation, field surveillance, questionnaire, and interviews by quantitative and qualitative approach. Analysis that is used is descriptive qualitative analysis. The result of the demonstrates that Lesan River forest conservation area has (i) high organism variety potentials, it is identifies that potential Orangutan from nest density is 1,613.6/km2, and fourteen other protected animals as well (ii) physical condition with most of the area has land slope >40% (very steep) in the area of 10,665 (87% from total area), thin land solum with high rainfall rate (2,012 mm), Erosion Hazard Level is medium to very high with erosion value by 60-180 tons/ha/year, (iii) forest natural resource which is one of many need satisfying resources of people surrounding. Based on area condition, public response, recent management realities and refers to current regulations hence the appropriate development strategy is to be a Natural Conservation Area in the form of National Park. To implement this development strategy, the current institutional development needs to be done as discussion forum, coordinator, and facilitator in order to create the area to be a National Park.
Kata Kunci : Hutan Lindung,Pengembangan,Kawasan Konservasi,Development, Area, Forest, National Park