Laporkan Masalah

Hubungan antara status gizi dengan berat ringannya infeksi pada penderita malaria di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur

NDAPAOLE, Yane, Prof.dr. Supargiyono, DTM

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis (Kesehatan Tropis)

Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kota Kupang merupakan salah satu daerah yang endemis malaria dimana gejala klinis yang ditimbulkan cukup bervariasi selain itu status gizi masyarakat juga berbeda – beda. Infeksi malaria dapat memperburuk status gizi seseorang dan sebaliknya status gizi juga dapat memperberat terjadinya infeksi malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara status gizi dengan berat ringannya infeksi pada penderita malaria berdasarkan angka parasitemia selama periode Juli – September 2007 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan cross sectional study, di 3 Puskesmas yaitu Puskesmas Alak, Puskesmas Bakunase dan Puskesmas Sikumana di wilayah Kota Kupang. Populasi dan sampel adalah semua penderita baru yang datang berobat dan positif malaria yang berumur 1-5 tahun laki – laki dan perempuan, kemudian dilakukan pemeriksaan status gizi yang meliputi antropometri (berat badan per umur, berat badan per tinggi badan,tinggi badan per umur) dan pemeriksaan biokimiawi (kadar Hb, albumin, protein total dan globulin). Data dianalisis secara diskriptif analitik. Deskriptif disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, sedangkan secara analitik diuji dengan koefisien korelasi pearson dan garis regresi linier untuk melihat hubungan antara variabel - variabel status gizi dengan malaria. Hasil penelitian selama 3 bulan didapatkan 97 penderita, yang terdiri dari malaria berat 54,6% dan malaria ringan 45,4%. Sebagian penderita yang berobat di wilayah Kota Kupang berasal dari luar Kota Kupang. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa status gizi biokimiawi dengan angka parasitemia berhubungan sangat bermakna (koefisien korelasi pearson, p < 0,05) yaitu kadar hemoglobin, kadar albumin,kadar globulin dan kadar protein total tidak bermakna (p > 0,05) sedangkan status gizi antropometri dengan angka parasitemia pada penderita malaria berhubungan sangat bermakna (koefisien korelasi pearson p < 0,05) yaitu BB/U, BB/TB dan TB/U berhubungan tidak bermakna (p > 0,05).

Malaria is still a public health problem in Indonesia. Kupang Municipality is one of endemic areas of malaria where by the nutritional status and the manifestations one values. However the correlation between the nutritional status and the degree of malaria infection has been study yet The objective of the study was to find out the correlation between nutrition status and the degree of malaria infection attending 3 health centers during July – September 2007 in Kupang Municipality, Nusa Tenggara Timur. Cross sectional study was carried out at 3 health centers of Alak, Bakunase and Sikumana in Kupang Municipality. The samples were all new patients attending out pation clinics having positive malaria with ages range from of 1 – 5 years old. Data were analyzed using frequency distribution tables and x2 test, Pearson correlation coefficient and Linear regression the also used to find out the correlation between variables of nutrition status and the degree of malaria infection. The result of the study showed that among 97 patients, 54,6% were with uncaplicated severe malaria and 45,4% uncomplicated malaria. Some of the patients came from outside of Kupang Municipality. The statistical analyzed showed that hemoglobin, albumen, globuline showed significant correlation with parasitemia (p<0.05); i.e. Anthropometric nutrition status had very significant relationship with parasitemia in malaria patients (p<0.05); i.e. weight/age, weight/height, but not with height/age (p>0.05).

Kata Kunci : Epidemiologi Malaria, Gizi dan Antropometri, nutrition status, malaria infection, hemoglobin, albumen, protein, globuline.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.