Perbandingan pola kuman dari kultur darah dan hubungannya dengan infeksi Nosokomial pada pasien bangsal dan unit intensif anak RSUP Dr. Sardjito
KUSUMAWATI, Arti, dr. Sunartini, Ph.D.,Sp.AK
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik (Ilmu Kesehatan Anak)Latar Belakang: Infeksi nosokomial masih merupakansalah satu masalah utama perawatan pasien anak oleh karena hamper 70% bakteri nosokomial resisten terhadap antimikroba sehingga memerlukan penanganan yang kompleks. Diperlukan gambaran pola kuman dan antibiogram untuk bakteri penyebab infeksi nosokomial sehingga pemilihan terapi antimikroba lebih tepat dan efisien. Sepsis juga merupakan kondisi yang sangat serius dan memiliki risiko kematian yang tinggi. Kondisi ini sangat memerlukan pemberian antimikroba segera, meskipun keberadaannya sangat sulit dibuktikan . Sepsis merupakan penyebab terbanyak utama morbiditas dan moralitas. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk mengetahui pola kuman penyebab sepsis dan pola resistensinya untuk pemilihan antimikroba pilihan pertama yang lebih tepat. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pola kuma ndan resistensi pada pasien sepsis dan infeksi nosokomial di bangsal dan unit intensif anak RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancang bangun kohort. Sampel penelitian adalah pasien anak dengan diagnosis sepsis dan infeksi nosokomial yang dirawat di bangsal dan unit intensif anak RSUP Dr. Sardjito yang memenuhi criteria inklusi dan criteria eksklusi. Hasil: Kuman terbanyak penyebab sepsis di unit intensif anak adalah Klebsiella (41,7%), di bangsal infeksi adalah Streptococcus (20,0%), Staphylococcusepidermis (20,0%), serta Enterobacter (20,0%), untuk bangsal non-infeksi adalah Staphylococcus epidermidis (50,0%). Kuman terbanyak penyebab infeksi Pseudomonas (60,8%) dan untuk bangsal non-infeksi adalah Enterobacter (50,0%). Simpulan: Ditemukan perbedaan pola kuman dan resistensinya pad pasien anak dengan sepsis dan infeksi nosokomial di bangsal dan unit intensif anak RSUP Dr. Sardjito.
Background: Nosocomial infection is one of the most common problems in hospital. Mostly (70%) nosokomial infection is resistant to antimicrobials needs concern. It is very important to have bacterial pattern and antibiogram to know the best therapy for it. Sepsis is a serious condition causing death. Sepsis needs antimicrobial therapy immediately. Therefore it is also very important to have bacterial pattern and antibiogram of sepsis to know the best therapy for it. Objective: The study aimed to determined by differences in bacterial pattern and antibiogram of sepsis and nosocomial infection in ward and paediatric intensive care unit DR Sardjito General Hospital. Methods: A cohort prospective study was conducted at Dr Sardjito General Hospital on all patient admitted to the ward and paediatric intensive care unit with suspect of sepsis or nosocomial infection from July to October 2007. An analytic descriptive was performed. Case groups met the inclusion and exclusion criteria. Results:. The most common bacteria causing sepsis in paediatric intensive care unit was Klebsiella (41,7%). In infection ward was Streptococcus (20,0%), Staphylococcus epidermidis (20,0%) and Enterobacter (20,0%). In non-infection ward was Staphylococcus epidermidis (50,0%). The most bacteria causing nosocomial infection was Klebsiella (42,1%) in paediatric intensive care unit, Pseudomonas (60,8%) infection ward and Enterobacter (50,0%) in non-infection ward.. Conclusion: There were differences of bacterial pattern and antibiogram of sepsis and nosocomial infection in ward and paediatric intensive care unit DR Sardjito General Hospital.
Kata Kunci : Infeksi Nosokomial, Pola Kuman, Pasien Sepsis, sepsis, nosocomial infection, bacterial pattern, antibiogram.