Laporkan Masalah

Realisasi penagihan Pajak Bumi dan Bangunan dengan surat paksa di Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Yogyakarta

SUGIHARTO, Bambang, Prof.Dr. Nurhasan Ismail, SH.,M.Si

2008 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realisasi penagihan Pajak Bumi dan Bangunan dengan Surat Paksa Tahun 2005-2006 dan untuk mengetahui upaya fiskus dalam hal Surat Paksa tidak dipenuhi oleh Penanggung Pajak. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, yaitu memberikan paparan secara sistematis dan logis, serta kemudian menganalisisnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis-empiris, yaitu suatu pendekatan atau penelitian yang didasarkan pada fakta-fakta atau kenyataan dari realisasi penagihan Pajak Bumi dan Bangunan dengan Surat Paksa dalam memaksa penanggung pajak untuk melunasi utang pajak. Selain itu juga dilakukan penelitian pustaka untuk mendukung kebenaran data primer. Sumber data sekunder meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan diterbitkannya Surat Paksa oleh Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Yogyakarta pada tahun 2005-2006 Penanggung Pajak tidak serta merta melunasi utang pajak pada waktunya. Pada tahun 2005 terdapat 89% (delapan puluh sembilan persen) Penanggung Pajak yang memenuhi Surat Paksa. Sedangkan pada tahun 2006 terdapat 81% (sembilan belas persen) Penanggung Pajak yang memenuhi kewajibannya. Sedangkan Penanggung Pajak yang tidak memenuhi Surat Paksa terdapat 21 (dua puluh satu) Penanggung Pajak. Tindakan yang dilakukan fiskus dalam hal Surat Paksa tidak dipenuhi oleh Penanggung Pajak adalah melakukan pendekatan-pendekatan persuasif yang meliputi tindakan pemantauan dan pengawasan kepada Penanggung Pajak dan memberikan kesempatan Penanggung Pajak untuk melunasi utang pajaknya sesuai keadaan obyektif dan subyektif Penanggung Pajak. Dengan upaya pendekatan persuasif ini terdapat 76% (tujuh puluh enam persen) Penanggung Pajak yang melunasi utang pajaknya

This research aims to know about realisms land and building tax collection by warrant and to know fiscus’ action to secure payment of tax payers when they didn’t pay their tax. The research is empirical by focusing on field research in obtaining primary data in the field of law. To obtain secondary data to complete and support the existing fact, it also conducts library research. The result were analyzed using descriptive analysis to obtain comprehensive and systematic description on realization of tax collection and fiscus’ action to secure payment when tax payers didn’t pay their tax. The result of research shows that the collection of land and building tax by warrant in 2005-2006 at land and building tax office service of Yogyakarta had succeed for increasing recovery of tax arrears that got 89% tax payers (in 2005) and 81% tax payers (in 2006) that paid their tax. There’re 21 tax payers that didn’t pay their tax caused by the earthquake (force major) and they have experiencing a financial hardship. Fiscus’ action to secure this payment are still doing soft collection by wacthing and observing tax payers for increasing their tax awarness. This action can be held by phone, by sending a letter or notice and by visiting them directly for reminding their taxation duty. The other fiscus’ action by giving a chance to tax payer to pay their debt by alternatives available for paying their tax based on their condition.. Those actions were made 76% taxpayers paid their tax.

Kata Kunci : Hukum Pajak,Penagihan Pajak Bumi dan Bangunan, Realization of tax collection, Warrant , tax payer, Fiscus’ action


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.