Laporkan Masalah

Pewarisan di kalangan masyarakat Adat Bugis di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan

PURNITA, Elsa, Darmini Mawardi, SH.,MS

2008 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian mengenai pewarisan di kalangan masyarakat adat Bugis di kabupaten Bone Sulawesi Selatan bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pemberlakuan hukum waris adat Bugis di Kabupaten Bone dalam kaitannya dengan KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang mengatur tentang kewarisan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis yang didukung penelitian yuridis empiris. Pengambilan responden menggunakan metode non random sampling dengan penentuan responden secara purposive sampling. Data diperoleh dengan cara teknik wawancara secara terstruktur kemudian dikumpulkan dan diklasifikasikan menjadi data kualitatif dan data kuantitatif, dan dianalisis menggunakan metode berfikir induktif dan deduktif, selanjutnya diuraikan dan dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hukum kewarisan adat Bugis Bone masih tetap diberlakukan oleh masyarakat, walaupun disana sini terjadi pembauran dengan hukum waris Islam. Aturan-aturan yang terkandung dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam), tidak berpengaruh secara utuh terhadap kewarisan adat Bugis Bone. Adapun perbedaan yang tampak antara KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang mengatur tentang kewarisan dengan hukum kewarisan adat Bugis Bone, yaitu antara lain : 1. Pada cara pembagian warisan, di dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) menggunakan perhitungan matematis sedangkan pada masyarakat Bugis Bone didasarkan atas pertimbangan mengingat wujud benda dan kebutuhan ahli waris yang bersangkutan. 2. Pada bagian warisan yang diterimakan, di dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) mereka yang termasuk ahli waris dzawil furudh telah di tetapkan bagiannya masing-masing sedangkan, pada masyarakat Bugis Bone bagian para ahli waris tersebut tidak di tentukan berapa besarnya bagian yang diterimakan semua tergantung kepada pewarisnya.

The research on Inheriting in Bugis community in Bone regency, South Sulawesi aimed to study what implementation of Bugis inheritance law in Bone Regency in relation to Islamic Legal Compilation that regulate inheritance. It was descriptive analytical research supported with juridical empirical study. Respondent was determined using non random sampling method, and selected using purposive sampling. Data was obtained with structured interview. The data was then collected and classified to be qualitative and quantitative data and analyzed using inductive and deductive reasoning. Finally, it was presented descriptively. Result of the research indicated that Bugis inheritance law in Bone was still applied by community, although there were mixing with Islamic inheritance law. Regulation contained in Islamic Legal Compilation did not affect entirely on Bugis Inheritance Law of Bone. The difference appeared between Islamic Legal Compilation that regulating inheritance and Bugis inheritance law of Bone were : 1. About method of inheritance distribution, Islamic Legal Compilation use mathematic calculation, while Bugis inheritance law based on judgment of material shape and need of related heirs. 2. As of part of inheritance received, Bugis inheritance law have determined parts for parties including in dzawil furudh heirs, while Bugis inheritance law have not determined parts that heirs received. It depended on heirs.

Kata Kunci : Hukum Adat,Pewarisan,Masyarakat Bugis,Bugis Inheritance Law of Bone


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.