Pelaksanaan pengawasan oleh Badan Pengawas Propinsi (BAWASPROP) terhadap penggunaan keuangan daerah di Propinsi Kalimantan Timur
NOOR, Muchlis Supian, Nurhasan Ismail, SH.,M.Si
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Kenegaraan)Penelitian ini berjudul Pelaksanaan Pengawasan Oleh Badan Pengawas Propinsi (BAWASPROP) Terhadap Penggunaan Keuangan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui bagaimanakah mekanisme pelaksanaan pengawasan oleh BAWASPROP terhadap penggunaan keuangan daerah di Propinsi Kalimantan Timur; (2) mengetahui kendala apakah yang melingkupi pelaksanaan pengawasan tersebut; (3) mengetahui upaya apakah yang telah ditempuh untuk memecahkan kendala dalam pelaksanaan pengawasan oleh BAWASPROP. Penelitian ini dilakukan pada Badan Pengawas Propinsi Kalimantan Timur. Materi penelitian berupa (1) data primer dengan menggunakan kuisioner dan pengamatan lapangan; (2) data sekunder berupa dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan oleh BAWASPROP Kalimantan Timur dan peraturan perundang-undangan yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pelaksanaan Pengawasan dilakukan dengan memperhatikan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT), selain itu, Badan Pengawas Propinsi Kalimantan Timur dapat pula melakukan pemeriksaan rutin serta melakukan pemeriksaan atas perintah Gubernur Kalimantan Timur; (2) di dalam pelaksanaan pengawasan masih ditemui kendala yang disebabkan oleh adanya penolakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk dilakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan penggunaan keuangan daerah; (3) sumber daya manusia dan sarana serta prasarana masih belum memadai dalam menunjang tugas pelaksanaan pengawasan, sehingga hasil temuan dari pelaksanaan pengawasan penggunaan keuangan daerah masih banyak belum ditindak lanjuti sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. Untuk meningkatkan hasil dari pelaksanaan pengawasan agar lebih efektif, maka direkomendasikan kepada Badan Pengawas Propinsi Kalimantan Timur : (1) meningkatkan kinerja aparat pengawas untuk lebih proaktif melakukan pengawasan; (2) mengoptimalkan tugas dan fungsi dari Badan Pengawas Propinsi Kalimantan Timur; (3) memberikan motivasi dan meningkatkan kualitas aparat pengawas dengan melakukan pendidikan dan kursus-kursus yang berkaitan dengan tugas dan fungsi aparat pengawas; (4) melengkapi sarana dan prasarana kerja untuk lebih memberikan rangsangan kepada aparat pengawas untuk dapat lebih bekerja dengan optimal.
The research entitles Supervising Execution by Provincial Supervising Board (BAWASPROP) on Regional Financial Flow. The research aims: (1) to find out how the supervising mechanism works on regional financial flows in East Kalimantan Province; (2) to know the obstacles faced within supervising execution; (3) to search what efforts have been taken to eliminate those obstacles within supervising by BAWASPROP. This research was done at the Supervising Board of East Kalimantan Province. The research’s materials were: (1) primary data which was collected by using questionnaires and direct observation on spot; (2) secondary data which in form of documents related to the supervising done by BAWASPROP of East Kalimantan and some related laws. The research result shows that: (1) the Supervising is done by regarding to Annual Supervising Work Programs (PKPT), beside, Provincial Supervising Board of East Kalimantan can also hold routine investigation and investigation which is ordered by the Governor of East Kalimantan; (2) within the supervising, it is still found obstacles caused by the rejections from the local district governments to be investigated on their financial flows; (3) the human resource and facility provided are not yet qualified enough to support the supervising process, so no wonder many of the investigation results on those regional financial flows have not yet conducted appropriately as ordered by the laws. To improve and to make the result of the supervising more effective, it is recommended to Supervising Board of East Kalimantan: (1) to increase the effectiveness of their apparatus work in order to be more proactive in doing their job; (2) to optimize duty and function of the Supervising Board of East Kalimantan; (3) to give motivation and to increase quality of apparatus by holding training and some short courses regarding to the duty and function of the supervising board apparatus; (4) to complete work’s facility in order to give more stimulant to work better to the board’s apparatus.
Kata Kunci : Keuangan Daerah,Pengawasan,BAWASPROP,supervising - regional financial