Pola penyelesaian kasus kredit macet di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Iskandar Muda Medan
TARIGAN, Mardian Salam, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS
2008 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)Penelitian ini didasarkan atas adanya tuntutan dari pelaku usaha yang membutuhkan suntikan dana guna mengikuti perkembangan dunia usaha akibat perkembangan zaman. Suntikan dana yang dimaksud adalah dana kredit yang diperoleh dari bank, baik itu bank konvensional maupun bank syariah. Sebagai salah satu lembaga perbankan milik BUMN, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Iskandar Muda Medan (BRI) turut ikut serta dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan adanya kegiatan usaha baik itu dibidang simpanan maupun dibidang pendanaan/kredit. Untuk kegiatan di bidang kedit, BRI tidak hanya turut mendukung pendanaan di bidang ritel, tapi juga sebagai satu-satunya bank di Indonesia yang sukses dalam membantu perekonomian di sektor mikro. Adanya resiko kredit macet dalam setiap pemberian kredit menjadi wajar dikarenakan tidak semua kegiatan perusahaan yang dibiayai oleh kredit menjadi sukses. Hubungan ini menjadi faktor dasar mengapa kegiatan kredit selain menjadi sumber keuntungan bagi bank juga bisa menjadi penyebab tidak likuidnya suatu bank. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian guna mendalami kasus kredit macet dan pola penyelesaiannya. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu untuk memperoleh data sekunder dan hasil penelitian umumnya dianalisis deskriptif dengan pendekatan yang lebih menekankan segi abstraksi. Bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini mengutamakan bahan hukum. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi kepustakaan yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti, guna menjawab permasalahan penelitian serta berbagai literatur dan dokumen lain diluar buku teks yang ada hubungannya dengan obyek penelitian, karena yang diutamakan dari penelitian ini adalah analisis terhadap data sekunder. Selain menggunakan bahan-bahan hukum tersebut, penelitian ini juga akan menggunakan penelitian lapangan yang diperoleh melalui wawancara terhadap pihak-pihak yang terkait dengan penelitian pada lokasi penelitian lapangan. Pengumpulan data primer di lapangan dilaksanakan dengan mewawancarai narasumber baik responden maupun informan. Tipe wawancara yang digunakan adalah gabungan antara tipe terstruktur dan tidak terstruktur Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa yang perlu menjadi perhatian dalam pemberian kredit adalah adanya upaya dari bank untuk meminimalisir potensi kerugian yang timbul. Hal ini dilakukan dengan upaya mempelajari karakter, kemampuan, modal, kondisi dan agunan calon debitur yang untuk kemudian dikenal dengan prinsip 5 C. Sebagai petugas kredit yang menjadi ujung tombak dalam kegiatan usaha perbankan, prinsip-prinsip di atas harus bisa dijalankan secara profesional mengingat tidak selamanya pemberian kredit menjadi bermasalah hanya tersangkut oleh gagalnya suatu usaha, tapi bisa juga dikarenakan karakter debitur memang tidak layak diberikan kredit. Dampak dari macetnya suatu kredit akan begitu terasa apabila ternyata agunan yang menjadi sumber pembayaran kedua setelah cash flow usaha debitur ternyata tidak menjadi solusi penyelesaian.
This study is assumed based on a request by those businessmen to meet a fresh fund perhaps for additional investment demanded for the business requested refers to the development. The fresh fund as intended is known a credit fund taken from bank, either conventional bank or syariah bank. As one of bank institutes in state owned enterprise, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk-BRI Bank Cabang Iskandar Muda perhaps make contribution in developing the national economy. In connecting with it, this bank prepares own business operation in form of saving and by financing/ credit. For credit business, BRI bank is willingly to support the financing on credit, BRI bank not only participated in supporting the fund on retail, but also as one bank only in Indonesia got successful in helping national economy on micro sector. By a bad credit risk in each extending credit shall be fairly recognized for all business activity of any company as funded in credit got successful anymore. This relation become a fundamental factor why a credit activity beside as source of profit for a bank also possible become cause for not run liquid. Therefore, the writer make a research in order to deep the bad credit case and the pattern for settlement. If seen from the approaching point of view, this study adopted a normative law research, namely to have secondary data and the result of research in generally analyzed descriptively by an approaching with pressing more by abstract. The material used on this study got emphasizing on legal material. The instrument for collecting the data used such as library research finding documentation relevant to the problem to study, aids to response the problem for research with variously literature and other document outside of text book having relation with the object of research. For the priority of this research is an analysis to the secondary data. Beside using the law materials, this study also will adopt a field study obtained by interview to those concerned sides by research on location in a field research. In collecting primary data infield obtained by interviewing to those informant either as respondent or informant. The sort of interview used is a combination between a structured and unstructured types. The result of research give indication that a point need to focus when extend a credit is an effort of bank to minimize potency of lost emerged. In regarding with this point, the effort is by know more about the character, capability, capital, condition and mortgage of prospective debtor for a bank, there is well known the term with 5C. As credit unit personnel as the main unit in the operational of a bank, the above principles should be followed professional for it is not forever extending credit become problem and bad run for failure of business operation, there sometimes because of the character of debtor is indeed not fair to give any credit. The consequence of a bad credit shall influence if once in truly the mortgage provided as the other source of payment following a cash flow, in alike effort perhaps debtor got solution the problem.
Kata Kunci : Hukum Perbankan,Kredit Macet