Evaluasi kinerja instalasi farmasi RSUD Laipadada Kabupaten Tana Toraja dengan pendekatan Balanced Scorecard
PULUNG, Frans Harsen, Prof.dr. Hari Kusnanto, SU.,MS.,Dr.PH
2008 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Magister Manajemen Farmasi)Peningkatan Kinerja RSUD Lakipadada tahun 2007 telah ditetapkan pihak manajemen RSUD dengan capaian target 25% meningkatnya mutu pelayanan, 30% keluhan pelanggan menurun, 30% peningkatan jumlah SDM yang terampil, 25% peningkatan riba, menuntut Instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) sebagai bagian integral rumah sakit perlu melakukan suatu sistem evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kinerja yang telah dilakukan. Evaluasi kinerja IFRS dengan konsep balanced scorecard adalah relevan. Balanced scorecard merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja organisasi secara komprehensif dengan menggunakan 4 perspektif, yakni keuangan, customer, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Instalasi Farmasi RSUD Lakipadada dari 4 perspektif Balanced scorecard agar dapat meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi kepada pasien. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif evaluatif. Pengumpulan data berupa data kualitatif dan kuantitatf. Data kualitatif diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan apoteker kepala IFRS. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner, survei terhadap resep dan laporan keuangan. Data kualitatif dianalisis isinya dan data kuantitatif dianalisis secara statistik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa : 1). Kinerja pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan : produktifitas petugas 45,80%, Petugas memiliki semangat kerja tinggi 90%, pengembangan SIM tahun 2005 dan tahun 2006 0,00%. 2). Kinerja pada perspektif pelayanan : tingkat antrian 100%, tingkat ketersediaan obat sebesar 83,83%, dispensing time 10 menit 53 detik, proporsi obat yang diserahkan dengan label benar 100%, rata-rata waktu pemberian informasi obat 37,93 detik. 3). Kinerja pada perspketif customer: ketidakpuasan pasien tinggi pada aspek kenyamanan ruang tunggu (54,4%), keterjaringan pasien 90,15%. 4). Kinerja pada perspektif keuangan tahun 2005 dan 2006: nilai penjualan obat dan alat kesehatan lebih rendah dari nilai pembeliannya serta tingkat perumbuhan penjualan sebesar 0,197.
Increasing Performance RSUD Lakipadada in year 2007 was confirmed by Management RSUD with target 25% increasing quality of service, 30% decreasing customer sigh, 30% increasing skill of human resource, 25% increasing usury, in which to claim IFRS as a integral of hospital, necessary to evaluate for knowing how far the performance had been done. Performance evaluation of pharmacy with balanced scorecard is relevant. Balanced scorecard is comprehensive performance evaluation which has 4 perspective, namely: Financial, Customer, Internal Business Process, and Learning and growth process. The aim of this study to measure the Departement of Pharmacy RSUD Lakipadada performance 4 perspective of Balanced Scorecard. This study was designed as descriptive study. Data collecting retrospectively in the form of qualitative and quantitative. Qualitative data were collected through direct observation and depth interviewing the head of IFRS. Quantitative data were collected through questioner, survey to prescription and financial report. Qualitative data was analyzed by its content and quantitative data was analyzed statistically The research result showed that: 1). Performance at learning and growth perspective: staff productivity 45,80%, employee motivation 90% high, 0,00% for SIM development at 2005 and 2006. 2). Performance at internal business : patient queue level was 100%, availability level of drugs was 83,83%, dispensing time 10 minutes 53 second, truly drugs labeling 100%, drugs information was during 37,93 second a patient. 3). Performance at customer perspective: unsatisfaction level had high at waiting chamber comfortability 54,4%, level of patient coming 90,15%. 4). Performance at financial perspective in year 2005 and 2006 showed that the drugs selling lower than drugs purchasing and growth ratio on sales 0,197.
Kata Kunci : Kinerja Instalasi Farmasi,Balanced Scorecard , Evaluation, performance, balanced scorecard