Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan standar pelayanan farmasi di empat Rumah Sakit Pemerintah Tipe B di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

KARDINAH, Endah Ismu, Prof.Dr. Marchaban, DESS.,Apt

2008 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Magister Manajemen Farmasi)

Telah dilakukan evaluasi pelaksanaan standar pelayanan farmasi di rumah sakit pemerintah tipe B di propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Ada enam rumah sakit sebagai kriteria, tetapi empat rumah sakit sebagai tempat penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner standar pelayanan farmasi rumah sakit. Penilaian meliputi tujuh standar yang terbagi dalam dua puluh empat parameter. Suatu Instalasi Farmasi Rumah Sakit dikatakan telah sesuai dengan standar jika nilai persentase rata-rata pencapaian standar lebih dari 75%, sebaliknya jika kurang dari 75% dikatakan tidak sesuai standar. Data mengenai faktor pendukung dan penghambat diperoleh dari hasil wawancara dengan Pimpinan Rumah Sakit dan Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pemerintah tipe B di propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang sesuai dengan standar pelayanan farmasi rumah sakit adalah Rumah Sakit A (94,17%) dan Rumah Sakit D (85,83%), sedangkan yang tidak sesuai dengan standar adalah Rumah Sakit B (68,33%) dan Rumah Sakit C (61,67%). Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa faktor pendukung pelaksanaan standar adalah dukungan dari jajaran direksi, kecukupan jumlah tenaga serta kualifikasi yang memadai, komunikasi yang intensif antara farmasis dengan tenaga kesehatan lain di rumah sakit, serta komitmen dan kerja keras farmasis untuk dapat melaksanakan pelayanan farmasi sesuai standar. Sedangkan faktor yang menjadi hambatan bagi rumah sakit dalam menerapkan standar adalah lemahnya dukungan dan evaluasi pihak manajemen rumah sakit terhadap pelayanan farmasi yang dilakukan, serta pengadaan sarana dan prasarana yang masih belum memadai.

The evaluation about implementation of pharmacy service standard in governmental hospitals type B at Daerah Khusus Ibukota Jakarta province had been done. There are six governmental hospitals as criteria, but only four hospitals as the point of research. Data are collected by using the questioner of pharmacy hospital service standard. This questioner comprises seven standards that are divided in twenty four parameters. The Pharmacy Department is agree with standard if the percentage of mean score was more than 75%, the other way it is not agree with standard if the percentage of mean score was less than 75%. Data about the supporting and inhibiting factors are got from interviewing the Hospital Director and Manager of Pharmacy Department. The result shows that Pharmacy Department in governmental hospitals type B at Daerah Khusus Ibukota Jakarta which agree with standard are Hospital A (94,17%) and Hospital D (85,83%), while the hospitals which do not agree with standard are Hospital B (68,33%) and Hospital C (61,67%). Based on the interview can be obtained the explanation about the supporting factors in implementing the standard are support from the hospital management, intensive communication among the pharmacist and others paramedic team in hospital, and also the high commitment of pharmacist to give services which agree with standard. While, the inhibiting factors for the hospital to implement the standard are weak of support and evaluation from the hospital management, and lack of facilities.

Kata Kunci : Farmasi Rumah Sakit,Standar Layanan,Evaluasi, Evaluation, Hospital Pharmacy, Standard of Service, Type B Hospital, DKI Jakarta.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.