Laporkan Masalah

Dimensi metafisik tradisi Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta

MUHADIYATININGSIH, Siti Nurlaili, Prof.Dr. Lasiyo, MA.,MM

2007 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Penelitian ini berjudul Dimensi Metafisik Tradisi Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta. Objek material penelitian dalam tesis ini adalah tradisi Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta dan objek formalnya metafisika. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis dimensi metafisik yang disimbolkan dalam tradisi Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta sebagai salah satu bentuk kearifan lokal Jawa yang dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini bercorak penelitian pustaka dan wawancara yang dilakukan sepenuhnya dipergunakan untuk mendukung penelitian pustaka ini. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode historis, diskripsi, analitika bahasa, verstehen, interpretasi, hermeneutika, abstraksi dan heuristik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Dimensi metafisik Tradisi Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta meliputi : 1). Pandangan ontologi tentang asal – usul dan tujuan realitas bertendensi monisme idealisme (monisme spiritualistik). Keseluruhan kenyataan pada hakikatnya satu kualitas yang terdeferensi ke dalam bidang dan bentuk tertentu dan rohani sebagai kenyataan pertama. Asal – usul dan tujuan segala realitas berasal dari Tuhan dan semua akan kembali pada Tuhan. 2). Pandangan kosmologi metafisik tentang penciptaan alam semesta bertendensi teori penciptaan dan bukan teori evolusi. Pada awalnya, alam semesta ini kosong, yang ada hanya dzat hidup yang disebut Tuhan. Agar tidak kosong selamanya, Tuhan berkehendak menggelar dengan mencipta diri membentuk benda fisik yang terikat ruang dan waktu. 3). Pandangan antropologi metafisik tentang hakikat manusia bertendensi monisme spiritualistik. Seluruh kenyataan manusia pada hakikatnya satu kualitas yang terdeferensi ke dalam bidang dan bentuk tertentu dan rohani sebagai kenyataan yang pertama. Manusia sejak lahir dalam hidupnya selalu ditemani nafsu – nafsu. 4). Pandangan teologi metafisik tentang bukti – bukti adanya Tuhan bertendensi monisme theistik. Meyakini ada kekuatan adikodrati di luar diri manusia yang disebut Tuhan. Tuhan itu transenden dengan total dan imanen secara total. 5). Harmoni selaras sebagai kesatuan antara mikrokosmos (jagad cilik) dan makrokosmos (jagad gedhe) dapat diambil relevansinya bagi kehidupan manusia dalam hakikatnya dan kebersamaannya. Harmoni antara manusia dengan alamnya, harmoni antara manusia dengan manusia lainnya dan harmoni antara manusia dengan Tuhannya.

The tittle of this research is “The Metaphysic Dimensions of Grebeg Maulud Tradition of The Kasunanan Palace in Surakarta”. The material object of research in this thesis is Grebeg Maulud Tradition of The Kasunanan Palace in Surakarta. Meanwhile the formal object is the metaphysic. The objective of this research is to analyze metaphysical dimensions symbolized in Grebeg Maulud Tradition of The Kasunanan Palace in Surakarta, as one of the Javanese local wisdoms which hopefully will be beneficial for people’s lives. This research is a literature research. Interview is applied to support the literature research. The data earned are then analyzed with methods of history, description, language analysis, verstehen, interpretation, hermeneutic, abstraction, and heuristic. Results of this research show that metaphysical dimensions of Grebeg Maulud Tradition of Kasunanan Palace in Surakarta covers : 1) The ontological point of view about the origin and determination of all realities has tendency of idealistic monism (spiritualistic monism). All the realities are essentially a quality which is differed to certain forms and spirit as the first fact. The origin and determination of all realities are from God and all will return to God, 2) The metaphysical cosmology point of view about the truth of universe is on the same line with the theory of creating, and not the theory of evolution. It means initially the universe was still empty. There was only the living essence. This essence is named as God. In the hope of that the universe would not be empty forever, God had intention to create physical objects which bound to space and time. 3) The metaphysical antropology point of view about the truth of human existence has tendency of spiritualistic monism. All the realities of a human being are essentially a quality which is differed to certain forms and spirit as the first fact. Since being born, a human being is always accompanied by desires. 4) The metaphysical theology point of view about the perspective of God has tendency of theistic monism. The faith or belief about trancedental power beyond human beings, and it is named as the God. The God is in the total trancedental understanding and in the total immanent understanding. 5) The harmonious existence of microcosmos (small world) and macrocosmos (big world) have relevances to the people’s lives, in the matters of people’s essential existence and people’s togetherness with other entities. The harmony between human beings and the nature, the harmony between human beings and the other human beings, the and harmony between human beings and the God.

Kata Kunci : Filsafat Metafisika,Grebeg Maulud, Grebeg Maulud, metaphysic, spiritualistic monism, theory of creating, theistic monism, and harmony.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.