Laporkan Masalah

Pemanfaatan ruang berbasis kearifan lokal :: Kasus Kelurahan Ubung Kota Denpasar dan Desa Tulamben Kabupaten Karangasem Provinsi Bali

EDI, I Nyoman Alex Mertha, Prof.Dr.Drs. H. Hadi Sabari Yunus, MA

2007 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian ini menyajikan pemanfaatan ruang berbasis kearifan lokal di Kelurahan Ubung, Kota Denpasar dan Desa Tulamben, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan : (1) mengkaji perbedaan pemahaman masyarakat adat di daerah perkotaan dan perdesaan tentang pemanfaatan ruang berdasarkan kearifan lokal dan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan pemahaman masyarakat adat; (2) mengkaji perbedaan persepsi masyarakat adat di daerah perkotaan dan perdesaan tentang implementasi rencana tata ruang modern pada wilayah desa adat dan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan persepsi masyarakat adat; (3) mengkaji perbedaan penerapan aspek kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang di daerah perkotaan dan perdesaan, serta faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan penerapannya; dan (4) memberikan solusi pemanfaatan ruang berbasis kearifan lokal pada wilayah desa adat dan pekarangan rumah masyarakat adat di daerah perkotaan dan perdesaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan keruangan dengan tema analisis pola keruangan, struktur keruangan dan komparasi keruangan. Penelitian ini menggunakan metode survai, penentuan responden golongan tua secara cluster proporsional random sampling atas dasar pekerjaan dan penentuan responden golongan muda secara stratified proporsional random sampling atas dasar pendidikan dengan jumlah sampel 111 orang. Pengambilan data melalui telaah dokumentasi, penyebaran kuesioner, observasi lapangan dan wawancara mendalam. Analisis data secara kualitatif menggunakan tabel frekuensi tunggal dan ganda. Hasil penelitian menunjukkan : (1) ada perbedaan dari masyarakat adat tentang pemahaman pemanfaatan ruang, secara umum masyarakat adat di daerah perkotaan mempunyai pemahaman lebih tinggi daripada daerah perdesaan. Hal ini disebabkan karena rata-rata pendidikan di daerah perkotaan lebih tinggi daripada daerah perdesaan; (2) masyarakat adat di daerah perkotaan dan perdesaan mempunyai persepsi yang relatif sama mengenai implementasi rencana tata ruang modern pada wilayah desa adat, masyarakat adat memberikan persepsi negatif terhadap perubahan dan perluasan pemanfaatan ruang yang bertentangan dengan budaya lokal; (3) penerapan aspek kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang wilayah desa adat di daerah perkotaan dan perdesaan relatif sama, sedangkan pemanfaatan ruang pekarangan rumah menunjukkan bahwa keberadaan unsur-unsur ruang di daerah perkotaan lebih lengkap daripada perdesaan. Hal ini disebabkan adanya kesadaran budaya dan pendapatan yang tinggi di daerah perkotaan. Sementara itu, mengenai tata letak dan fungsi ruang pekarangan rumah di daerah perdesaan lebih sesuai berdasarkan kearifan lokal daripada perkotaan. Hal tersebut dikarenakan munculnya tata ruang baru dan efisiensi pemanfaatan ruang di daerah perkotaan; (4) solusi pemanfaatan ruang pada wilayah desa adat di daerah perkotaan dan perdesaan dapat dilakukan upaya pelestarian, penguatan kelembagaan adat dan informasi pemanfaatan ruang wilayah desa adat, sedangkan pada pekarangan rumah di daerah perkotaan dan perdesaan dilakukan upaya pelestarian dan informasi pemanfaatan ruang pekarangan rumah. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan rekomendasi bagi : peneliti lain, masyarakat, pembangunan dan pemerintah.

This research presents local wisdom-based space usage in Ubung Village, Denpasar City and Tulamben Village, Karangasem Regency, Bali Province. It aims (1) to study the differences of indigenous peoples’ understanding in the urban and rural areas towards the local wisdom-based space usage and factors that cause such differences; (2) to study the differences indigenous peoples’ perception in the urban and rural areas towards the implementation of modern land-use planning on the territory of customary village and factors that cause such different perception; (3) to study the differences of the application of local wisdom aspect on space usage in the urban and rural areas, as well as factors that cause the difference of the application; (4) to give solutions of local wisdom-based space usage on the territory of customary village and indigenous peoples’ house yard in the urban and rural areas. This research applies spatial approach with analytical themes of spatial pattern, spatial structure and spatial comparison. It applies a survey method, which elderly respondents are determined by cluster proportional random sampling based on occupation and young people respondents are determined by stratified proportional random sampling based on education with the number of samples are 111 people. Data were collected through document study, questionnaire, field observation and in-depth interview. Data are analyzed qualitatively using single and double frequency table. The research results show that (1) there is a different understanding of indigenous peoples towards the space usage, which indigenous peoples in the urban area generally have higher understanding than those in the rural area. It is caused by the average of education in the urban areas is higher than that in the rural areas; (2) indigenous peoples in the urban and rural areas have relatively the same perception towards the implementation of modern land-use planning on the customary village, i.e. they express negative perception towards the alteration and extension of space usage that contradict the local wisdom; (3) the application of local wisdom aspect on the space usage of territory of customary village in the urban and rural area is relatively the same, while space usage of house yard shows that the existence of spatial elements in the urban area is more complete than that in the rural area. However, the layout and function of house yard in the rural area is in line with the local wisdom more than that in the urban area. It is because of the emergence of new spatial land-use and the efficiency of space usage in the urban area; (4) solutions of space usage on the territory of customary village can be carried out through the efforts of conserving and strengthening the indigenous institution and giving information on space usage in the territory of customary village, while on the house yard in the urban and rural area it can be carried out through the efforts of conserving and giving information on space usage in the house yard. The results of this research are recommended for other researchers, public, development and government.

Kata Kunci : Pemanfaatan Ruang,Kearifan Lokal,Masyarakat Adat, space usage, local wisdom, indigenous peoples’ perception


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.