Pertumbuhan dan perubahan struktur sektor pertanian Propinsi Jawa Tengah sebelum dan setelah otonomi daerah
MARIA, Prof.Dr.Ir. Irham, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perubahan struktural sektor pertanian Jawa Tengah dibandingkan dengan perubahan struktur ekonomi sektor pertanian nasional saat sebelum dan setelah pelaksanaan otonomi daerah; (2) identifikasi subsektor pertanian andalan (tanaman pangan, tanaman perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan) dalam peningkatan laju pertumbuhan ekonomi regional Jawa Tengah saat sebelum dan setelah pelaksanaan otonomi daerah; (3) laju dan tipologi pertumbuhan sektor pertanian Jawa Tengah saat sebelum dan setelah pelaksanaan otonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data yang digunakan adalah PDRB Propinsi Jawa Tengah dan PDB Nasional dari tahun 1995 – 2005 menurut harga konstan tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata laju pertumbuhan subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan kehutanan mengalami peningkatan setelah penerapan otonomi daerah. Sedangkan rerata laju pertumbuhan subsektor perikanan mengalami penurunan setelah pelaksanaan otonomi daerah. Berdasarkan analisis LQ, subsektor tanaman pangan dan peternakan merupakan sektor basis propinsi Jawa Tengah saat sebelum dan setelah pelaksanaan otonomi daerah. Jika menggunakan DLQ maka sebelum pelaksanaan otonomi daerah terdapat tanaman pangan dan peternakan yang mempunyai prospek untuk menjadi basis dimasa yang akan datang, sedangkan setelah pelaksanaan otonomi daerah yang mempunyai prospek untuk menjadi basis dimasa yang akan datang yaitu tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan kehutanan. Analisis gabungan LQ dan DLQ, subsektor tanaman pangan dan peternakan dapat diharapkan dimasa yang akan datang (tetap basis) yaitu saat sebelum pelaksanaan otonomi daerah. Kondisi ini berubah setelah pelaksanaan otonomi daera h, subsektor tanaman pangan dan peternakan tetap menjadi basis sedangkan tanaman perkebunan dan kehutanan mengalami reposisi dari non basis ke arah basis. Adapun hasil analisis Klassen Tipology propinsi Jawa Tengah, sebelum pelaksanaan otonomi daerah : subsektor tanaman pangan dan peternakan tergolong subsektor maju dan tumbuh cepat sedangkan subsektor tanaman perkebunan, kehutanan, dan perikanan tergolong pada kondisi relatif tertinggal. Setelah pelaksanaan otonomi daerah, subsektor tanaman perkebunan dan kehutanan terklasifikasi pada subsektor berkembang cepat sedangkan tanaman pangan dan peternakan berubah kearah maju tetapi tertekan. Subsektor perikanan masih tetap merupakan subsektor relatif tertinggal.
The objectives of this study were to know : (1) structural alteration of agricultural sector in Central Java compared to alteration of national agricultural sector chartered invesment councel structure when before and after exercise of area autonomy; (2) identification of pledge agricultural sector (field crop, plantation crop, breeding, forestry, and fishery) in improvement of economic growth rate regional in Central Java when before and after exercise of area autonomy; (3) fast and growth typology of Central Java agricultural sector when before and after exercise of area autonomy. This research applies descriptive analytical method. The datas applied are GRDP Central Java and GDP National from the year 1995 – 2005 according to the price of constant the year 2000. Growth average speed of field crop, plantation, breeding, and forestry experiences improvement after applying of area autonomy. While growth average speed of fishery sector experiences down draft after exercise of area autonomy. By using pool analysis LQ and DLQ, there are two sectors admiting of agriculture expected a period of which will come (permanent of bases) that are field crop and breeding when before exercise of area autonomy. This condition changes after exercise of area autonomy, field crop and breeding of remain to be bases while plantation crop and forestry experiences reposition from non bases towards bases. As for result of analysis Klassen Tipology Central Java Province, before exercise of area autonomy : field crop and breeding pertained sector advance and grows quickly while plantation crop, forestry, and fishery pertained as condition relatively lag. After exercise of area autonomy, plantation crop and forestry classification at sector to grow quickly while field crop and breeding changes toward advence but deppresing. Fishery still is relatively lag sector.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Struktur Sektor Pertanian,Otonomi Daerah, growth, alteration of structure, area autonomy