Laporkan Masalah

Pengelolaan kawasan arkeologi di Kota Magelang

SAPTANINGRUM, Irna, Dr. Daud Aris Tanudirjo, MA

2007 | Tesis | S2 Arkeologi

Kotamadya Magelang Propinsi Jawa Tengah, memiliki potensi sumberdaya arkeologi yang tersebar hampir di seluruh wilayah kotanya. Sumberdaya arkeologi yang ada sebagian besar berupa bangunan-bangunan kolonial yang bernilai sejarah. Bangunan tersebut dulu merupakan fasilitas penunjang perkotaan yang dibangun oleh pemerintah kolonial. Namun ketika Kota Magelang bertumbuh dan berkembang seiring dengan tuntutan zaman, perubahan pun banyak terjadi dan tidak dapat dihindari. Bangunan-bangunan yang bernilai sejarah di Magelang terancam musnah dengan makin giatnya pembangunan yang dilakukan. Untuk itu diharapkan dari penelitian ini akan diperoleh solusi tentang mekanisme pengelolaan yang tepat dan sesuai terhadap kawasan arkeologi yang terdapat di wilayah Kota Magelang, sehingga tujuan untuk tetap menjaga kelestarian nilai-nilai warisan budaya masa lalu serta nilai kemanfaatannya bagi kehidupan kini maupun nanti dapat tercapai. Metode penelitian yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data, yang terdiri dari data primer maupun sekunder, yang dicapai melalui kegiatan survei langsung di lapangan, wawancara kepada narasumber khususnya mengenai hambatan dalam pengelolaan sumberdaya arkeologi tersebut, serta studi pustaka. Kemudian tahap analisa data dilakukan dengan berpedoman pada kerangka kerja pengelolaan sumberdaya arkeologi. Landasan utama kerangka kerja ini berpijak pada konsep Cultural Resource Management (CRM) yang meliputi lima tahap, yaitu : 1) identifikasi sumberdaya arkeologi di Kota Magelang, 2) penentuan nilai penting sumberdaya arkeologi serta aspek pengelolaan yang telah dilakukan saat ini, 3) merancang kebijakan pelestarian berdasarkan pada nilai pentingnya, 4) merancang strategi pelestarian yang sesuai disertai program-program untuk mencapai kebijakan pelestarian, 5) merancang mekanisme pengawasan dan evaluasi kerja.

Kotamadya Magelang is one of municipalities in the Province of Central Java which has a considerable number of archaeological resources. The resources mostly consist of colonial buildings scattered widely within the municipal territory. These buildings were originally constructed by the Dutch Government to support the city of Magelang as the administrative town of the Kedu Regency. However, when Magelang began to grow rapidly in the last decades these buildings have been at risk to be demolished for the sake of new developments. This research is aimed at giving solution to the preservation and conservation of the resources. Hopefully, this effort will help to protect not only the material aspects of the buildings but also the significant cultural values of the heritage for the benefit of present and future generations. In this research, Cultural Resource Management procedure is applied. Accordingly, this research has been carried out in five consecutive stages : (1) the identification of the archaeological resources in Magelang Municipality, (2) assessing their significance and the existing management of the resources, (3) proposing the conservation policy, (4) designing the strategy and programmes for the conservation, and (5) preparing the monitoring and evaluation procedures. The necessary data are collected through field observation and interview, especially as to the condition of the resources and the management constraints. Library research is

Kata Kunci : Kawasan Arkeologi,Magelang,Pengelolaan,Kebijakan Pelestarian, archaeological resource, colonial building, cultural resource management, Magelang-Jawa Tengah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.