Laporkan Masalah

Evaluasi implementasi Risk Based Audit pada BPK RI perwakilan Yogyakarta

ISTIANAH, Iis, Prof.Dr. Abdul Halim, MBA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

BPK-RI selaku auditor eksternal pemerintah memiliki tantangan besar untuk melakukan audit yang efektif dan efisien. Hal ini dilandasi oleh keterbatasan anggaran dan cumber daya yang dimiliki BPK-RI. Selain itu, implementasi keuangan negara memiliki tingkat risiko sangat tinggi sehingga menuntut audit yang dapat mendeteksi risiko sejak dini. Pilihan yang tepat untuk mengatasi kedua masalah tersebut adalah melakukan audit dengan pendekatan berbasis risiko (risk based audit). Risk based audit (RBA) merupakan sebuah teknik sistematis, rasional, dan penuh perencanaan yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko atau peluang. RBA diyakini dapat memberikan efisiensi dalam pelaksanaan audit khususnya pada pengurangan waktu audit. Penelitian ini dilakukan di BPK-RI Perwakilan Yogyakarta karena Hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Yogyakarta menyebutkan bahwa audit yang dilakukannya telah menggunakan pendekatan RBA. Selain itu BPK-RI Perwakilan Yogyakarta merupakan salah satu perwakilan terbesar dan tertua dengan jumlah auditor sebanyak 150 orang. Penelitian ini dilakukan dengan eara membagikan kuesioner kepada para auditor BPK-RI Perwakilan Yogyakarta dan melakukan wawancara dengan 6 orang auditor BPK-RI Perwakilan Yogyakarta terpilih. Hasil kuesioner dan wawancara dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan metode descriptive analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para auditor BPK-RI Perwakilan Yogyakarta belum menerapkan RBA. Hasil Uji t (1-test) menunjukkan bahwa p-value sebesar 0,000 atau standar RBA berbeda jauh dengan fakta di lapangan. Sedangkan dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa terdapat beberapa kendala dalam mengimplementasikan RBA di BPK-RI Perwakilan Yogyakarta. Kendala tersebut antara lain: petunjuk teknis Pemeriksaan Laporan Keuangan Daerah (LKD) belum mengacu pada RBA, belum ada pengelolaan file permanen, jangka waktu penunjukkan tim audit dan pemberangkatan ke lapangan yang sangat singkat.

BPK-RI as government external auditor has some difficulties in conducting their audit effectively and efficiently. This fact comes since there are several limitations in BPK-RI such as financial and human resource. Besides, government financial implementation has high risk which required audit for early detection system. The right choice to overcome those problems is Risk Based Audit (RBA). RBA is systematic, rational and planning orientation audit technique which can be use for identifying risks or opportunities. By implementing RBA, efficiencies can be achieved especially in reducing audit time. This research held in BPK-RI Affiliate Yogyakarta because its audit report states that their auditors have been using RBA technique for audit planning. Besides, BPK-RI Affiliate Yogyakarta is one of the largest and oldest affiliate offices with 150 auditors. Questioner and interviews are used for gathering data in this research. Interview held with 6 representatives auditor form BPK-RI Yogyakarta. All data was analyzed by using descriptive analysis method. Result of this research shows that auditors in BPK-RI Yogyakarta have not implemented RBA. T-Test result shows that p-value = 0,000 or RBA standard were far from fact being capture. Interview with representative auditors indicates that there are some constrains in implementing RBA in BPK-RI Yogyakarta. Those are: Technical guideline which is not base on RBA, the lack of permanent filing management system, and minimum time limit for auditor to complete their planning task.

Kata Kunci : Risk Based Audit, BPK-RI Affiliate Yogyakarta, descriptive analysis, BPK-RI Perwakilan Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.