Laporkan Masalah

Analisis efektivitas dan efisiensi penerapan sistem E-Procurement di Pemkot Surabaya

WIJAYANTO, Iwan Arief, Prof.Dr. Abdul Halim, MBA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

Fenomena penerapan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme membuat banyak instansi atau badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia melakukan beberapa perubahan prosedur dalam kegiatan operasional mereka. Salah satu hal yang selalu menjadi sorotan oleh publik adalah permasalahan yang berkaitan dengan pengadaan barang. Penerapan e-procurement (pembelian barang/jasa dengan media elektronik) melalui internet akan mengurangi interaksi antara panitia dengan vendor dan membuat semua proses pembelian menjadi lebih terbuka serta dapat dengan mudah diakses oleh para peserta tender. Hal ini sesuai dengan Perpres No. 85/2006 pasal 17 ayat 3 “Pengumuman pemilihan penyedia barang/jasa dengan metode pelelangan terbatas, selain diumumkan secara luas melalui surat kabar sebagaimana dimaksud pada ayat ini, diupayakan pula melalui website pengadaan”. Penelitian dilakukan pada Pemkot Surabaya karena instansi ini telah menerapkan sistem e-Procurement sejak tahun 2003 serta telah mendapatkan ISO 9001:2000 bidang kualitas pelayanan dan ISO 27001:2005 bidang keamanan sistem infomasi untuk menilai tingkat efektifitas dan efisiensi penerapan sistem. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuisioner kepada pengguna dan pengelola sistem. Data yang diperoleh akan dibandingkan dengan metode gap analysis. Penilaian efektifitas dan efisiensi sistem dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian efektifitas menyatakan penerapan sistem e-procurement telah tercapai. Hal ini terlihat dengan nilai gap untuk setiap komponen tidak lebih dari 1. Hasil penelitian tingkat efisiensi untuk empat hal yang dinilai yaitu ekonomis, kinerja, manajemen, hubungan dengan pihak ke-3 untuk pihak pengelola dan pengguna sistem secara umum telah baik, akan tetapi ada gap yang cukup tinggi untuk bidang ekonomis (2.1382 > 1). Gap menunjukkan bahwa tingkat efisiensi nilai ekonomis yang diperoleh pengguna sistem masih jauh jika dibandingkan dengan yang diperoleh pengelola sistem.

Implementing clean government and good governance becoming a must for Indonesia’s government for that some institution or state owned enterprises changes their operational procedure. Procurement process has become one of highlights by public. Implementation e-procurement system using internet can reduce interaction with vendors and increase transparencies. This aligns with Perpres No 85/2006 article 17 point 3 “Announcement through procurement website for goods or service procurement with limited auction method is enabling besides announcement in national newspapers”. This research about effectiveness and efficiency e-Procurement system implementation took place in Pemkot Surabaya because they already implementing eprocurement system since 2003 and got ISO 9001:2000 in service quality also ISO 27001:2005 in information system security. Data capture using interview and questionnaire to both management and user. Analyzing data use gap analysis and independent sample t-test. Research result in says implementation e-procurement system was aligning with its goal. Gap value in effectiveness shows for all component measure < 1. Efficiency for performance, management and relationship with 3rd parties in this research shows gap value < 1, but gap value for economically (2.1382 > 1). It means that efficiency in economical value for user not as much as for management.

Kata Kunci : Good Governance, Lelang barang/jasa pemerintah, Sistem e-Procurement, Pemkot Surabaya, Government auction for goods and service, e- Procurement system


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.