Pengaruh naungan, takaran dan tingkat dekomposisi bahan organik Mimosa invisa terhadap pertumbuhan dan hasil Tembakau Deli
SIAHAAN, Megawati, Prof.Dr.Ir. Tohari, M.Sc
2008 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh naungan, takaran dan lama dekomposisi bahan organik Mimosa invisa terhadap pertumbuhan dan hasil Tembakau Deli. Penelitian lapangan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Banguntapan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mulai September 2006 sampai Desember 2007. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah naungan yang terdiri dari 2 taraf yaitu dengan dan tanpa naungan. Faktor kedua adalah lama dekomposisi Mimosa invisa terdiri dari 3 taraf yaitu 0 minggu, 2 minggu dan 4 minggu. Faktor ketiga adalah takaran bahan organik yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu 8 ton/ha dan 16 ton/ha, ditambah dengan perlakuan kontrol yaitu tanpa Mimosa invisa dan aplikasi abu Mimosa invisa. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5%, apabila terdapat beda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test α = 5%. Kedekatan hubungan antara 2 variabel diuji dengan Uji Chi Square dan analisis regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mimosa invisa memiliki kadar nitrogen, fosfor, kalium, kalsium rendah, sedangkan abu memiliki kadar hara yang tinggi sampai dengan sangat tinggi. Aplikasi bahan organik memperbaiki sifat kimia tanah sebelum penanaman. Perlakuan naungan mengurangi intensitas sinar dalam naungan. Perlakuan dengan naungan meningkatkan jumlah daun produksi 6,31%, kualitas daun Natural Wrapper (NW) 17%, ukuran 1 dan 2 4,2%. Lama dekomposisi bahan organik Mimosa invisa 2 minggu secara umum tidak mempengaruhi variabel pertumbuhan tetapi meningkatkan persentase daun NW sebesar 15,48%. Takaran bahan organik 16 ton/ha meningkatkan persentase ukuran daun 1 dan 2. Secara umum interaksi naungan, lama dekomposisi dan takaran bahan organik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tembakau kecuali interaksi dengan naungan, lama dekomposisi 2 minggu meningkatkan persentase daun ukuran 1 dan 2 demikian juga interaksi dengan naungan, takaran 16 ton per/ha.
The research was conducted to determine the effects of shading, rate and duration of organic matter from Mimosa invisa decomposition on the growth and yield of Sumatera Tobacco. This field experiment was carried out on Banguntapan Experimental Station, Gadjah Mada University, Yogyakarta from September 2006 until November 2007. Three experimental factors were arranged in randomized complete block design with three replication. Shading is first factor consisted of with and without shading. Duration of decomposition as second factor consisted of 0, two and four weeks. Rate of organic matter as third factor consisted of 8 tons/ha and 16 tons/ha; plus 2 controls (with ash of Mimosa invisa and without organic matter). Results of the research showed that nitrogen, phosphor, potassium and calcium of Mimosa invisa were low. Content of Ash from Mimosa invisa were high until very high. Before planting, appearance of chemistry soils was increased by organic matter application. The micro climate affected inside shading by decreased light intensity. The growth, yield and quality of tobacco were increased by shading. Especially number of leaf increased 6.31%, quality of Natural Wrapper (NW) leaf increased 17%, size 1 and 2 leaf increased 4.2%. Generally, the growth of tobacco was not affected by duration of decomposition but 2 weeks level increased percentage of Natural Wrapper (NW) leaf 15.48%. Rate 16 ton/ha of organic matter increased percentage size 1 and 2 leaf. Generally, the growth and yield was not affected by interaction of shading, duration of decomposition and rate of organic matter except interaction of shading and 2 weeks after decomposition increased number size one and two and also interaction of shading and rate of organic matter 16 ton/ha.
Kata Kunci : Tembakau Deli,Pertumbuhan dan Hasil,Mimosa invisa,Naungan dan Takaran, shading, organic matter, duration of decomposition, rate, Mimosa invisa, tobacco