Hubungan pola perdarahan uterus dengan kadar Estradiol pada akseptor kontrasepsi injeksi DMPA
PAMUJI, Enny Setyowaty, Prof.Dr. H. Djaswadi Dasuki, MPH.,Ph.D.,SpOG(K)
2007 | Tesis | PPDS I Obstetri dan GinekologiLatar Belakang: Gangguan perdarahan uterus merupakan keluhan yang paling banyak menyebabkan akseptor DMPA tidak melanjutkan pemakaian kontrasepsi. Mekanisme yang mendasari gangguan perdarahan belum jelas, diduga hal tersebut sangat terkait dengan fluktuasi kadar estradiol atau terkait kadar estradiol yang persisten rendah. Tujuan: 1. Mengetahui hubungan pola perdarahan dengan kadar estradiol pada akseptor kontrasepsi injeksi DMPA setelah 3,6,9,12 bulan pemakaian. 2. Mengetahui hubungan kadar estradiol dengan lama pemakaian kontrasepsi injeksi DMPA. 3. Mengetahui hubungan pola perdarahan dengan kadar estradiol, body mass indeks (BMI), umur, paritas, kadar kolesterol total pada akseptor kontrasepsi injeksi DMPA Rancangan Penelitian: Penelitian ini menggunakan disain Observational Study, analisis data sekunder yang bersarang pada penelitian â€Double Blind Randomized Controlled Trial Planibu® dan Depo Progestin®†Bahan dan Cara: Sebanyak 70 akseptor menerima suntikan DMPA setiap 3 bulan selama 12 bulan. Sebelum suntikan diberikan, dilakukan pengambilan darah vena dari masing-masing akseptor dan dilakukan pemeriksaan kadar estradiol dengan cara ELISA. Sebelum suntikan juga dilakukan anamnesis mendalam mengenai pola perdarahan selama periode referensi terakhir (90 hari). Subjek dikategorikan menurut pola perdarahannya menjadi kelompok amenorea, oligomenorea, spotting dan bleeding. Hasil: Kadar estradiol pada subjek penelitian secara keseluruhan didapatkan rendah dengan kadar rata-rata kurang dari 130 pg/ml. Supresi estradiol semakin nyata dengan semakin lamanya pemakaian kontrasepsi dengan kadar estradiol yang < 100 pg/ml setelah 12 bulan pemakaian. Analisis bivariat dengan T-Test menggunakan kelompok amenorea sebagai referensi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola perdarahan dengan kadar estradiol pada 3,6,9,12 bulan pemakaian kontrasepsi DMPA (p>0,05). Analisis T-Test dan Chi Square menggunakan kelompok amenorea sebagai referensi menunjukkan tidak adanya hubungan antara pola perdarahan dengan umur, BMI dan paritas. Analisis multivariat dengan Multinomial Logistic Regresión menunjukkan bahwa hubungan antara pola perdarahan dan kadar estradiol tidak dipengaruhi oleh faktor usia, BMI, maupun kadar kolesterol total. Terdapat hubungan antara pola perdarahan dengan kadar kolesterol baik dengan analisis bivariat atau multivariat. Kesimpulan: 1. Tidak terdapat hubungan antara pola perdarahan dengan kadar estradiol setelah 3,6,9,12 bulan pemakaian kontrasepsi injeksi DMPA. 2. Kadar estradiol akan semakin menurun dengan semakin lamanya pemakaian kontrasepsi dengan kadar estradiol yang tersupresi. 3. Hubungan antara pola perdarahan dengan kadar estradiol tidak dipengaruhi oleh faktor usia, paritas, dan BMI , dan kadar kolesterol total.
Background: Bleeding disturbances is main complaint that cause most DMPA users discontinue contraception usage. Mechanism underlying the bleeding disturbances is not clear. It’s presumed that the condition relate to fluctuation of estradiol level or to low persistent estradiol level Objective: 1. Evaluate correlation of bleeding pattern and estradiol level of DMPA users after 3, 6,9, 12 months usage. 2. Evaluate correlation between estradiol level and length of usage. 4. Evaluate correlation between bleeding pattern and estradiol level, body mass index (BMI), age, parity, total cholesterol level of DMPA users. Design: Observational Study, secondary analysis nesting on “Randomized Controlled Trial Planibu® and Depo Progestin®†Material and Method: Seventy DMPA users received injection every 3 months for 12 months. Before injection was administered, venous blood was taken and examination of estradiol level was done using Enzyme Imuno Absorbent Assay (ELISA). In addition, in depth interview was also done on bleeding pattern for the last reference period (90 days). Subjects was classified according to their bleeding pattern into groups of amenorrhea. oligomenorrhea, spotting, and bleeding, Results: All research subjects indicated low estradiol concentration with average concentration less than 150 pg/ml. There was correlation between length of usage and estradiol level, estradiol level after 12 months of usage was less than 100 pg/ml. There was no different between bleeding pattern and estradiol in month 3, 6, 9,12 using bivariate analysis T-Test with amenorrhea group as reference with statistical significance level > 0,05. T-Test and Chi Square analysis using amenorrhea group as reference stated that no correlation between bleeding pattern and age, BMI, parity. Using multivariate analysis with Multinomial Logistic Regression stated that correlation between estradiol concentration and bleeding pattern wasn’t affected by age, body mass index, or total cholesterol level. There was correlation between bleeding pattern and cholesterol level using bivariate and multivariate analysis. Conclusion: 1. Estradiol level in various bleeding pattern after 3,6,9,12 month of usage was’t different. 2. There was correlation between low estradiol level and length of usage. 3. Correlation between bleeding pattern and estradiol level wasn’t influenced by age, parity and body mass index, and total cholesterol level.
Kata Kunci : Kontrasepsi Injeksi DMPA,Kadar Estradiol,Perdarahan Uterus, bleeding pattern, , estradiol, DMPA, injectable contraception