Perbandingan perubahan kadar profil lipid fungsi Hepar dan Kalsium pada pemakaian Planibu dan Depoprogestin :: Kajian penggunaan 12 bulan
DEWI, Arumsari Kusuma, Prof.Dr. H. Djaswadi Dasuki, MPH.,Ph.D.,SpOG(K)
2007 | Tesis | PPDS I Obstetri dan GinekologiLatar belakang. Kontrasepsi suntikan merupakan metode kontrasepsi yang dapat dipercaya berdasarkan keefektifan, efek samping dan akseptabilitasnya. Planibu adalah obat kontrasepsi baru produksi Fahrenheit yang mengandung bahan baku yang sama dengan depoprogestin produksi Harsen. Dengan obat dengan bahan sama diharapkan farmakodinamika dan farmakokinetika kedua obat tersebut sama. Tujuan. Mengetahui perubahan nilai laboratorium profil lipid (trigliserida, kolesterol, HDL, LDL), fungsi hepar (SGOT dan SGPT) dan kadar kalsium kontrasepsi suntikan Planibu dibandingkan suntikan Depoprogestin sebelum dan sesudah 12 bulan penggunaan. Rancangan penelitian. Double-blind randomized clinical trial. Bahan dan Cara. Sampel penelitian ini diambil dari Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dan Kotamadaya Manado. Tujuh puluh akseptor yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok I 35 orang mendapat suntikan A (Planibu) dan kelompok II 35 orang mendapat suntikan B (Depoprogestin). Sebelum dan sesudah 12 bulan diberikan suntikan dilakukan pemeriksaan laboratorium yang kolesterol, trigliserida, LDL, HDL, SGOT, SGPT dan kalsium. Hasil. Terjadi penurunan yang bermakna secara statistik pada kadar kolesterol, LDL dan kalsium. Perubahan kolesterol dari 180.44±34.01 menjadi 158.97±37.14 (p=0.00). Perubahan LDL dari 119.01±23.45 menjadi 117.29±27.92 (p=0.00). Perubahan kalsium dari 2.39±0.07 menjadi 2.30±0.08. Beda mean antara Planibu dan Depoprogestin setelah 12 bulan pemakaian kontrasepsi dengan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada kedua kelompok. Simpulan. Terdapat perubahan yang bermakna secara statistik tetapi tidak bermakna secara klinis perubahan kadar kolesterol, LDL dan kalsium sebelum dan sesudah pemakaian kedua kontrasepsi. Kontrasepsi Planibu ememberikan pengaruh yang sama terhadap perubahan kadar lipid, enzim hepar dan kadar kalsium dibandingkan suntikan Depoprogestin setelah pemakaian 12 bulan.
Background: Injectable contraceptive is reliable contraceptive methode bvased on if efectiveness, side effect and acceptability. Planibu is a new contraceptive drug produce by Fahrenheit that have the same component with Depoprogestin by Harsen. Hopefully this two drugs have the same pharmacokinetics dan pharmacodinamics. Objective: To compare cholesterol, trigliserida, LDL, HDL, SGOT, SGPT and calcium level in injection Planibu and Depoprogestin after 12 months. Design: Double-blind randomized clinical trial. Material dan method: Seventy eligible acceptor divided into two groups. Thirty five in first group receive Planibu injection and thirty five in second group receive Depoprogestin injection. Laboratorium test was take before and after 12 months injection. Result: Cholesterol, LDL and Calcium level became decrease by statistically. Cholesterol changes from 180.44±34.01 to 158.97±37.14 (p=0.00). LDL changes from 119.01±23.45 to 117.29±27.92 (p=0.00). Calcium level changes from 2.39±0.07 to 2.30±0.08. Mean differences between Planibu and Depoprogestin after 12 months injection with result no significantly on two groups (Planibu and Depoprogestin. Conclution: There was statistic significantly different on cholesterol, LDL and calcium level before and after injection but there was no clinical significantly. Planibu contraception give same influence due to cholesterol, trigliserida, LDL, HDL, SGOT, SGPT and calcium level compared with Depoprogestin injection after 12 months.
Kata Kunci : Planibu, Depoprogestin, kalsium, kolesterol, trigliserida, LDL, HDL, SGOT, SGPT, Cholesterol, Calcium