Laporkan Masalah

Evaluasi Pregnancy Outcome presentasi bokong pada kehamilan cukup bulan antara persalinan Adbominal dan Vaginal

ALAYDRUS, Nur, Prof.Dr. H.M. Hakimi, Ph.D.,SpOG(K)

2007 | Tesis | PPDS I Obstetri dan Ginekologi

Latar belakang: Sekitar 3-4% dari seluruh kehamilan merupakan kehamilan dengan presentasi bokong. Morbiditas dan mortalitas perinatal pada presentasi bokong kurang lebih 10x dibandingkan presentasi kepala. Persalinan abdominal menjadi suatu pilihan untuk memperkecil risiko morbiditas dan mortalitas perinatal Tujuan: Untuk mengevaluasi pregnancy outcome presentasi bokong pada kehamilan cukup bulan antara persalinan abdominal dan vaginal Rancangan Penelitian: Kohort retrospektif. Bahan dan cara: Subyek penelitian adalah semua wanita hamil cukup bulan dengan presentasi bokong yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang melahirkan di RS Sardjito pada periode waktu 1 Januari 2000 – september 2005. Kriteria inklusi meliputi: kehamilan tunggal, umur kehamilan 37-41 minggu, taksiran berat janin 2500-3500g, janin hidup, keadaan umum ibu baik dan tanda vital dalam batas normal. Kriteria eksklusi meliputi: gawat janin, kelainan kongenital, presentasi bokong dengan penyulit, panggul sempit dan riwayat seksio sesarea sebelumnya. Subyek dibagi ke dalam dua kelompok yaitu abdominal dan vaginal. Pregnancy outcome yang dinilai adalah sekor Apgar (asfiksia menit pertama dan kelima), trauma persalinan, kematian perinatal dan morbiditas ibu. Hasil: Total subyek adalah 124 terdiri dari 62 orang kelompok abdominal dan 62 kelomppok vaginal. Sebagian besar subyek penelitian berusia di bawah 35 tahun ( 87,1% abdominal vs. 95,16% vaginal). Pada persalinan vaginal, proporsi janin dengan berat lahir <3500 gram lebih besar dibanding persalinan abdominal (83,87% vs 64,52%; p=0,01). Terdapat perbedaan bermakna dalam hal penolong persalinan antara kedua kelompok. Bayi yang dilahirkan dengan persalinan abdominal mempunyai risiko asfiksia menit pertama lebih kecil dibanding bayi yang dilahirkan dengan persalinan vaginal (RR 0,27; 95%CI 0,15-0,47). Terdapat perbedaan bermakna dalam proporsi asfiksia menit pertama antara kedua kelompok (p<0,05). Asfiksia menit kelima pada persalinan vagina adalah 4,84% sedangkan pada persalinan abdominal tidak didapatkan kejadian asfiksia menit kelima. Tidak ada perbedaan risiko kejadian asfiksia yang signifikan antara residen dengan dokter spesialis dalam menolong persalinan abdominal (p=0,98) Variabel yang mempengaruhi kejadian asfiksia menit pertama adalah paritas (OR 2,05; 95%CI 0,99-4,26) dan penolong persalinan (OR 4,88; 95%CI 1,84-12,91). Analisis stratifikasi menunjukkan bahwa berat lahir mempengaruhi asfiksia menit pertama dengan (MH OR 0,11; 95%CI 0.05-0,26). Tidak didapatkan morbiditas ibu, trauma bayi maupun kematian perinatal pada kedua kelompok Simpulan: Risiko terjadinya asfiksia menit pertama pada persalinan abdominal lebih rendah dibanding persalinan vaginal. Kejadian asfiksia menit pertama dipengaruhi oleh paritas dan penolong persalinan, dan berat badan memberikan pengaruh terhadap kejadian asfiksia menit pertama. Persalinan abdominal merupakan persalinan yang optimal untuk presentasi bokong kehamilan cukup bulan baik yang berat badannya besar maupun kecil. Tidak didapatkan morbiditas ibu, trauma bayi maupun kematian perinatal pada persalinan abdominal

Background: The incidence of breech presentation is about 3-4% of all pregnancies but perinatal morbidity and mortality is about 10 folds higher compared to cephalic presentation. Abdominal delivery, therefore, is one of the option to minimize such a risk. Objective: To evaluate pregnancy outcome of breech presentation at term between abdominal and vaginal route of delivery. Study design: Retrospective cohort Material and methods: Subjects were recruited from Sardjito General Hospital from January 2000 to September 2005. Subjects fulfilling the following criteria were included into the study: singleton baby, 37-41 weeks of gestation, estimated birth weight between 2500 g to 3500 g, alive fetus, and no complication of pregnancy. Fetal distress, congenital anomaly, pregnancy complicated by some diseases, contracted pelvis and history of previous cesarean section were excluded. Subjects were divided into two groups, the abdominal delivery as the exposed group and vaginal as control. Apgar scores (first minute and fifth minute asphyxia), delivery trauma, perinatal mortality and maternal morbidity were outcomes being studied. Results: There were 124 subjects consisted of 62 abdominal group and 62 vaginal. Most of subjects were below 35 years (87,1% abdominal vs. 95,16% vaginal). Proportion of babies weighing less than 3500 gram was higher in vaginal delivery compared to that of abdominal (83,87% vs 64,52%; p=0,01). There was a significant difference in the proportion of birth attendant (residents and specialists) between the two groups. Babies born by abdominal route had a significantly smaller risk to suffer from first minute asphyxia than babies born vaginally (RR 0,27; 95%CI 0,15-0,47). There was a statistically significant difference in the proportion of first minute asphyxia between the two groups (p<0,05). The rate of fifth minute asphyxia in vaginal delivery was 4,84%, while no asphyxia was found in the abdominal group. There was no statistically significant difference in the proportion of birth attendant in abdominal delivery between the two groups (p=0,98). The first minute asphyxia was influenced by parity (OR 2,05; 95%CI 0,99-4,26) and birth attendant (OR 4,88; 95%CI 1,84- 12,91). Stratification analysis showed that the birth weight contributed significantly to the first minute asphyxia (MH OR 0,11; 95%CI 0,05-0,26). There were no maternal morbidity, delivery trauma and perinatal mortality in the two groups. Conclusion: The risk of first minute asphyxia in abdominal delivery was lower than that of vaginal. The rate of first minute asphyxia was influenced by parity and birth attendant and birth weight contributed significantly to the first minute asphyxia. Abdominal delivery was a better method of delivery for term breech presentation with large and small birth weight.

Kata Kunci : presentasi bokong, kehamilan cukup bulan, luaran persalinan, persalinan abdominal, persalinan vaginal, Breech presentation, term pregnancy, pegnancy outcome, abdominal delivery, vaginal delivery


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.