Pengaruh usia kolostomi pada hasil operasi Endorectal Pull-Through Soave modifikasi Soewarno pada penderita Hirschsprung di RSUP Dr. Sardjito
ALAM, Guntur Surya, Dr. Rochadi, SpB.,SpBA
2007 | Tesis | PPDS I Ilmu BedahLatar Belakang : Penyakit Hirschsprung adalah suatu kelainan bawaan berupa aganglionosis usus, mulai dari sfingter ani internal ke arah proksimal dengan panjang yang bervariasi. Disebut juga megacolon congenital, merupakan kelainan tersering yang dijumpai sebagai penyebab obstruksi usus pada neonatus. Tindakan segera yang harus dilakukan adalah pembuatan kolostomi untuk menghilangkan gangguan pasase usus sehinggan mengurangi atau menghilangkan enterokolotis dengan segala akibatnya; dan hal ini bisa mempengaruhi hasil operasi/ outcome. Bahan dan cara : Penelitian dilakukan terhadap56 penderita Hirschsprung. Setelah didapatkan skoring kemudian dinilai angka keberhasilan penatalaksanaan operasi Soave modifikasi Soewarno kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan uji statistik Chikuadrat, analisis antara skoring klotz dengan faktor prognostik umur kolostomi neonatus dan non neonatus; umur kolostomi bayi dan anak; sedangkan faktor prognostik berat badan lahir, keterlambatan mekonium, muntah, kembung, lokasi zone transisi, status gizi, kadar albumin, kadar Hb, kadar Kalium, umur pada waktu Soave dan jenis kelamin, diikutkan juga dalam analisis dengan menggunakan uji statistik Chi-kuadrat . Untuk mengetahui faktor prognostik yang paling berpengaruh diuji dengan analisis multiple logistik regresi secara stepwise. Hasil : Analisis penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil operasi skoring klotz antara usia kolostomi neonatus dan non neonatus. p = 0,698 (p > 0,05) , juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil operasi skoring klotz antara usia kolostomi bayi dan anak. P=1(p>0,05). Analisis multiple logistik regresi dari semua variabel luar untuk melihat faktor prediksi terjadinya klotz jelek maka variabel yang masuk ke dalam model adalah status gizi dan Hb. Dimana status gizi secara statistik ada perpedaan yang bermakna p = 0,038 (p < 0,05) dengan OR (Exp B) 6,45 CI 95% 1,11 – 37.5. Status gizi yang jelek dapat menyebabkan nilai klotz yang jelek sebanyak 6,45 kalinya dibanding status gizi yang baik. Sedangkan variabel yang lainnya tidak masuk ke dalam model setelah dilakukan model stepwise dikarenakan variabel-variabel tersebut tidak berkorelasi yang kuat terhadap variabel dependentnya. Kesimpulan : Analisis penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil operasi skoring klotz berdasarkan faktor prognostik usia kolostomi.
Background: disease hirschsprung a load difference shaped aganglionosis intestines, begin from sfingter ani internal up at proksimal longly that. called also megacolon congenital, be difference frequent that met as cause obstruksi intestines in neonatus. action soon that must be done colostomy maker to cause the loss of disturbance pasase intestines so that decrease or cause the loss of enterokolotis with all finally; and this matter can influence result operation/ outcome. Ingredient and manner: watchfulness is done towards 56 sufferers hirschsprung. after got skoring then evaluated success number manage operation soave modification soewarno then done analysis by using statistics test chi-kuadrat, analysis between skoring klotz with factor prognostik colostomy age neonatus and non neonatus; baby colostomy age and child; while factor prognostik heavy body borns, slowness mekonium, vomit, puffed up, location zone transition, nutrient status, degree albumin, degree hb, potassium degree, when does soave age and sex, mengikutkan also in analysis by using statistics test chi-kuadrat. to detect factor prognosis influentialest tested with analysis multiple regression logistics according to stepwise. Result: this watchfulness analysis not found difference significant from operation result skoring klotz between colostomy age neonatus and non neonatus. p = 0,698 (p > 0,05) also not found difference significant from operation result skoring klotz between baby colostomy age and child. p=1(p>0,05). analysis multiple regression logistics from all variables outside to see predictions factor the happening of klotz ugly so variable that come into model nutrient status and hb. where does nutrient status statistically there perpedaan that have a meaning p = 0,038 (p < 0,05) with or (exp b) 6,45 ci 95% 1,11 - 37.5. ugly nutrient status can causes value klotz ugly as much as 6,45 the times than good nutrient status. while the other variable doesn't come into model after done model stepwise caused by variables not corelation strong towards variable dependent. Conclusion: this watchfulness analysis not found difference significant from operation result skoring klotz based on factor prognostik colostomy age.
Kata Kunci : Hirschsprung, usia kolostomi, outcome, colostomy age