Pengembangan sistem angkutan sekolah di DKI Jakarta
KURNIAWAN, Didi, Dr.Ir. Heru Sutomo, M.Sc(Eng)
2007 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiPemerintah Daerah DKI Jakarta pada tahun 2007 berencana untuk menyelenggarakan program Bantuan Langsung Pelayanan (BLP) kepada anakâ€anak usia sekolah dalam bentuk penyediaan sarana angkutan sekolah gratis yang khusus diperuntukkan bagi para siswa. Program sejenis pernah dilaksanakan pada tahun 2001, tetapi mengalami kegagalan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan sistem angkutan sekolah yang lebih baik sehingga kegagalan di masa lalu dapat dihindari. Tujuan penelitian dalam laporan ini adalah mengembangkan sistem angkutan sekolah melalui perencanaan rute yang efesien, efektif dan adil serta menentukan standar operasional pelayanan angkutan sekolah berdasarkan preferensi calon penggunanya. Dataâ€data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui survey primer di lapangan maupun survey sekunder ke instansiâ€instansi pemerintah terkait. Analisis yang dilakukan meliputi analisis penentuan rute, analisis kinerja operasional dan analisis terhadap biaya operasi kendaraan. Pendekatan yang digunakan dalam memilih alternatif rencana rute angkutan sekolah adalah dengan pembobotan kriteriaâ€kriteria optimasi ditinjau dari sudut pandang pengguna maupun pemerintah sebagai penyelenggara angkutan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute angkutan sekolah dibuat dalam 2 alternatif rencana dengan jenis armada yang digunakan adalah bus sedang berkapasitas 25 orang. Alternatifâ€I rencana rute angkutan sekolah terdiri atas 9 rute dengan jumlah kebutuhan bus sebanyak 37 unit, sedangkan alternatifâ€II rencana rute angkutan sekolah terdiri atas 6 rute dengan jumlah kebutuhan bus sebanyak 42 unit. Berdasarkan hasil pembobotan 7 kriteria optimasi yaitu total jarak berjalan kaki siswa, total panjang perjalanan siswa di atas kendaraan, biaya per penumpang kilometer, total panjang perjalanan bus, biaya per bus kilometer, tingkat keseimbangan faktor muat dan tingkat keseimbangan panjang rute, menunjukkan bahwa alternatif rencana rute angkutan sekolah terbaik ditinjau dari sudut pandang pengguna dan pemerintah sebagai penyelenggara adalah alternatifâ€II dengan jumlah total nilai bobot sebesar 3,6.
The local government of DKI Jakarta in 2007 planned to provide BLP program for school age children in form of supplied free school buses which were specialy destined for students. The same program had ever been executed in 2001, but the experiencing was failure. Therefore, better school bus system design was required, so that the failure in the past could be avoided. The purposes of research in this report were developing school bus system through routing plan which was efficient, effective and fairly and determined the service operational standard of school bus based on user preference. The requiring data were collected through in field primary survey and secondary survey to related government institutions. The analysis covered: routing plan analysis, operational performance analysis and operation cost analysis. The approach applied in choosing school bus routing plan alternative was wight approach analysis of optimization criteria, which was evaluated from user aspect and government aspect. The results of research indicated that school bus routing plan built in 2 alternative. The fleet type applied was medium bus with 25 capacities. AlternatifI school bus routing plan consisted of 9 routes with the requirement numbers of school bus 37 units, while alternatifII school bus routing plan consisted of 6 routes with the requirement numbers of school bus 42 units. Based on wight approach analysis of 7 optimization criterias: total walking distance of students, total travel time of students, cost per passenger kilometre, total travel length of buses, cost per bus kilometre, dispersion level of load balancing and dispersion level of route length balancing, indicated that best school bus routing plan alternative which evaluated from user aspect and government aspect was alternatifII with the total number of wight values 3.6.
Kata Kunci : Angkutan Sekolah, Bus,Efisiensi dan Efektivitas, Perencanaan Rute, school bus, efficiency, effectiveness, equity, optimization criteria