Laporkan Masalah

Analisis panjang antrian dan tundaan pada simpang bersinyal dengan arus dinamis :: Studi kasus Simpang Pingit Yogyakarta

ALAM, Fuad Nur, Prof.Dr-Ing.Ir. Ahmad Munawar, M.Sc

2008 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Berbagai metode dalam penghitungan simpang telah banyak dikembangkan di berbagai negara. Salah satunya yaitu metode penghitungan simpang dengan kondisi arus instationer. Pada kenyataannya arus lalulintas yang terjadi sepanjang hari cenderung dinamis atau berfluktuasi, yaitu disebabkan adanya perubahan intensitas aliran kendaraan pada persimpangan. Dalam penghitungan simpang, Wu (1990) melakukan pendekatan dengan arus makro instationer yaitu arus berfluktuasi membentuk pola –pola tertentu sepanjang waktu tertentu yang dapat dihitung dengan persamaan matematis melalui fungsi parabola, fungsi cos, dan fungsi segitiga. Sedangkan Akcelik (1981) dan MKJI 1997 melakukan pendekatan dengan arus mikro instationer yaitu dengan menggunakan arus jenuh rata-rata yang konstan selama waktu hijau efektif. Penelitian ini dilakukan di simpang bersinyal Pingit Yogyakarta. Lokasi simpang terletak di dalam kota yang merupakan kawasan perdagangan dan perkantoran, serta memiliki karakteristik lalulintas campuran (mix trafiic) dan kondisi arus lalulintas kelewat jenuh (oversaturated) pada saat jam-jam sibuk. Penelitian dilakukan untuk mengetahui keakuratan metode dalam penghitungan simpang pada kondisi arus instationer yaitu dengan melakukan analisis penghitungan panjang antrian dan tundaan di simpang dengan menggunakan metode Wu (1990), Akçelik (1981) dan MKJI 1997, serta mencari bentuk pola arus yang tepat sesuai dengan yang terjadi dilapangan dengan metode Wu (1990). Dari hasil uji statistik dengan uji Chi-Square, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil penghitungan panjang antrian dan tundaan dengan menggunakan ketiga metode yaitu Wu (1990), Akçelik (1981) dan MKJI (1997) dengan kondisi lapangan pada tingkat kepercayaan 95%. Meskipun begitu penghitungan tundaan dengan metode Wu paling mendekati kondisi lapangan. Sementara itu hasil uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05) menunjukkan bahwa bentuk pola arus secara umum yang paling mendekati kondisi lapangan adalah pola arus segitiga.

Methods in calculating an intersection were developed in many countries. One of the methods is that of calculating the intersection by observing conditions of instationer traffic flow. In fact, the traffic flow along the day tended to be dynamic or fluctuated due to changes of vehicle intensity at the intersection. In calculating the intersection, Wu (1990) used an approach of the macro instationer traffic flow, i.e. the traffic flows fluctuate to establish certain patterns in certain period of time, which can be calculated by using mathematical equation such as parabola, cos and triangle functions, whereas Akçelik (1981) and Indonesia Highway Capacity Manual or MKJI (1997) used an approach of the micro instationer traffic flow by using the rate of constant saturated traffic flow for an effective green time. This study is conducted at Pingit intersection, Yogyakarta. The location is in a city area, which is used for commercial and office purposes with the characteristics of mix traffic and oversaturated at peak hours. The study is conducted to find out the accuracy of methods in calculating the intersection at the condition of instationer traffic flow, i.e. by using an analysis of calculation for queue length and delay at the intersection by using methods by Wu (1990), Akçelik (1981) and MKJI (1997) and to seek an appropriate pattern of traffic flow according to that actually occur in field by using the method by Wu (1990). From results of the statistical test by using the Chi-Square test, it can be concluded that there is no significant different between the results of calculating the queue length and delay by using the three methods, i.e. Wu (1990), Akçelik (1981), and MKJI (1997) with field condition at 95% significant level. However, the delay predicted by Wu are the nearest one to the field condition. While the result of the Chi-Square at the 95% confidence interval (α = 0.05) shows that the pattern of traffic flow almost near the field condition is a triangle pattern.

Kata Kunci : Simpang Bersinyal,Arus Dinamis,Antrian dan Tundaan, Dynamic Flow, Queue, Delay, Wu, Akçelik, MKJI


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.