Laporkan Masalah

Evaluasi pengaruh penghitung mundur (Counter Down) pada beberapa simpang bersinyal :: Studi kasus di Yogyakarta

ADI, Candra Wijatmiko, Dr.Ir. Sigit Priyanto, M.Sc

2008 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Simpang bersinyal yang dilengkapi dengan alat penghitung mundur (digital counter down) yang berfungsi sebagai informasi bagi pengguna jalan untuk mengetahui seberapa lama waktu hijau (green time) dan waktu berhenti (red time) cenderung akan merubah besaran arus jenuh pada suatu lengan simpang. Hal ini dikarenakan adanya persiapan pengemudi untuk bergerak dengan cepat melajukan kendaraan menuju kecepatan normal pada saat lampu merah berganti hijau maupun pengemudi yang terus bergerak atau memutuskan untuk berhenti pada saat lampu kuning berganti merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi digunakannya penghitung mundur pada beberapa simpang bersinyal dengan menganalisis perbandingan arus jenuh, waktu hilang, tundaan dan antrian dengan dan tanpa alat penghitung mundur. Data penelitian diperoleh dari kombinasi antara pengukuran langsung di lapangan dan hasil rekaman Video Camera. Analisis data dilakukan dengan bantuan program komputer, dengan menggunakan beberapa metode yaitu kumulatif, pias (time slice) dan MKJI 1997. Analisis data dilakukan untuk kondisi dengan dan kondisi tanpa penghitung mundur. Hasil dari kedua kondisi tersebut dibandingan dan digunakan untuk mengevaluasi digunakannya penghitung mundur (counter down) pada beberapa simpang bersinyal di Yogyakarta. Data yang dikumpulkan terdiri dari : geometri simpang, waktu sinyal, volume lalulintas, arus jenuh dan waktu hilang, antrian dan tundaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penghitung mundur rata-rata arus jenuh semua lengan simpang meningkat 1,57 %, waktu hilang turun 3,87 %, antrian turun sebesar 2,2 % dan tundaan turun sebesar 0.6 %. Kesimpulan penelitian adalah penghitung mundur lebih bermanfaat apabila dipasang pada lengan simpang yang berada pada ruas jalan perkotaan dibandingkan ruas jalan luar kota. Hal ini dikarenakan pengemudi pada ruas jalan perkotaan lebih tertarik untuk memperhatikan alat penghitung mundur dibandingkan pengemudi pada ruas jalan luar kota.

A traffic signal completed with a digital counter down functioning as an information provider for street users in order to know the length of green and red duration and is expected to increase saturation flow at the approach of intersection. This is because driver became ready to move from the stop line or to stop before the stopline. Data was collected from both field observation as well as from recorded data using a video camera. Data was concerned with intersection geometry, signal time, traffic volume, saturation flow and lost time, queue and delay. The data were analyzed by means of computer programs, applying cumulative methods, pias (time silence) and MKJI 1997. The data analysis was conducted under the conditions with and without counter down. The two conditions were compared and implemented to evaluate the use of counter down in some traffic signal intersections in Yogyakarta. The results of the research showed that the saturation flow of all approaches increases 1,57%, lost time decreases 3,87%, queue decreases 2,2%, and delay decreases 0,6% due to the use of counter down. The counter down is more useful as it is assembled on the approach located in the urban roads ruther than on regional roads.This is because urban road drivers are suspected to be more alert to see the counter down rather than regional road drivers.

Kata Kunci : Simpang Bersinyal,Digital Counter Down,Arus Jenuh dan Waktu Hilang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.