Optimalisasi kinerja terminal peti kemas Makassar
ANGGRAHINI, Wahyu Prasetya, Prof.Dr.Ir. Nur Yuwono, Dipl.,H.E
2007 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiUnit Terminal Peti Kemas Makassar (UTPM) yang khusus melayani bongkar muat peti kemas selalu dituntut untuk meningkatkan kinerja pelayanan kapal dan produktivitas alat mengingat terjadinya peningkatan arus peti kemas rata-rata 8,4 % per tahun. Permasalahan utama adalah bagaimana cara meningkatkan dan mengoptimalkan fasilitas dan peralatan bongkar muat yang ada untuk mengatasi peningkatan arus peti kemas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja UTPM, mengkaji alternatif pengembangan dan penyediaan fasilitas untuk mengantisipasi perkembangan peti kemas di masa mendatang serta menentukan kombinasi jumlah peralatan bongkar muat yang ideal melalui model simulasi yang dibuat Penelitian dilakukan dengan cara survei lapangan (time motion study) untuk mendapatkan data waktu siklus setiap peralatan bongkar muat yang didukung oleh data sekunder dari PT. Pelindo IV Makassar. Pada penelitian ini dianalisis variabel-variabel yang mempengaruhi arus bongkar muat peti kemas, melihat trend peti kemas dan jumlah kunjungan kapal di pelabuhan Makassar. Trend kunjungan kapal digunakan untuk menentukan kebutuhan dermaga. Hasil peramalan peti kemas digunakan untuk menentukan kebutuhan lapangan penumpukan dan peralatan bongkar muat hingga tahun 2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan peti kemas mengikuti trend eksponensial dengan peningkatan rata-rata 9,87% setiap tahunnya selama lima tahun mendatang. Dari hasil simulasi didapat kombinasi peralatan 1 container crane, 1 transtainer dan 3-4 head truck untuk proses bongkar. Komposisi yang efisien pada proses muat adalah 1 container crane, 2 transtainer dan 4-5 head truck. Saat ini, hanya 2 unit container crane yang diperlukan untuk melayani proses bongkar muat di dermaga apabila tidak ada keterlambatan pengiriman muatan. Diperlukan 7 unit transtainer untuk melayani proses bongkar muat di lapangan penumpukan sampai tahun 2012, sehingga pihak UTPM belum perlu menambah jumlah container crane maupun transtainer. Diperlukan tambahan 2 unit head truck untuk melayani proses bongkar muat dari dermaga ke lapangan penumpukan atau sebaliknya.
The Container Terminal Unit of Makassar has always been demanded to improve its ships performance service and equipments productivity in line with the rising flow of containers of 8,4 % per year. The main objective was to improve and optimize the existing facilities as well as loading-unloading equipments to cope with the rising flow of containers. This research aims to know the performance of Container Terminal Unit of Makassar, to study facility preparation and development alternatives for anticipating growth of container and also determine combination amount of ideal cargo handling equipment by using a simulation model. This research was done by investigation time cycles of loading-unloading equipments. The secondary data from Port of Makassar was used to support the study. This research analyzes the flow of loading-unloading equipments, the trend of container growth, as well as the number of visit of vessels at Port of Makassar. The number of visit of ship is applied to determine requirement of berth. Result of forecasting of container is applied to determine requirement of cargo handling equipments and open storage until 2012. The research results show that the acceleration growth of containers are 9,87% per year. Simulation for unloading process found that the available combination of container crane, transtainer and head truck are 1-1-3 or 1-1-4, and then simulation for loading process found that the available combination of container crane, transtainer and headtruck are 1-2-4 or 1-2-5. Now, only 2 units of container crane which need to loading-unloading process unless there is no problem in delivery time. Seven units of transtainer which need to service loading-unloading process in container yard until 2012. Two units of head truck must be added for serving loading and unloading process from berth to container yard or on the contrary.
Kata Kunci : Terminal Peti Kemas, Kinerja Layanan Kapal, performance, container, equipment, efficient.