Laporkan Masalah

Perancangan laboratorium campuran Semi Flexible Pavement dengan menggunakan Additive Sikament Ln pada Mortar Semen dan Gilsonite pada aspal

FOENAY, Daniel Wilton, Dr.Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc

2008 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Dinamika perkembangan lalulintas yang berkembang dengan cepat dan meluas sering menyebabkan ketidak sesuaiannya suatu kelas jalan dalam melayani lalulintas yang ada, hal ini di tinjau dari struktur perkerasan khususnya permukaan perkerasan jalan dalam melayani beban kendaraan yang semakin bertambah. Permukaan dari perkerasan jalan (surface pavement) sering mengalami kerusakan antara lain terjadinya deformasi dan kerusakan pada tekstur permukaan yang diakibatkan oleh adanya beban berat serta daya tahan agregat yang digunakan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk merancang campuran semi flexible yang menggunakan additive Gilsonite untuk aspal dan SikamentLn untuk mortar semen. Penelitian dilakukan dengan membuat benda uji open graded asphalt (OGA) dengan variasi kadar aspal 2,5% ; 3,0% ; dan 3,5% yang ditambahkan 0,3% additive Gilsonite dengan jumlah tumbukan 50 kali sebanyak 72 buah. Briket OGA digrouting mortar semen dengan variasi kadar additive SikamentLn 1,2% ; 1,3% ; 1,4% ; dan 1,5% sehingga menjadi benda uji campuran semi flexible pavement. 36 buah benda uji diuji Marshall dan 36 buah diuji Indirect Tensile Strength Test (ITS) pada umur 14 hari. Analisis yang dilakukan adalah terhadap density, stability, flow dan Marshall Quotient (MQ) dan juga terhadap nilai ITS yang dikonversikan ke umur 28 hari. Hasil rancangan campuran semi flexible pavement memiliki density berkisar antara 2,22 gr/cm3 hingga 2,37 gr/cm3, akibat penambahan kadar Sikament pada mortar meningkatkan density dari campuran, peningkatan terbesar terlihat pada kadar aspal 2,5%, kadar SikamentLn 1,40%. Hal ini dimungkinkan karena pori yang besar pada kadar aspal 2,50% dan kadar SikamentLn yang tinggi menyebabkan mortar lebih mudah di grouting dan hampir semua volume mortar mengisi pori OGA yang memberikan kepadatan yang tinggi.; stability berkisar antara 1154,12 kg hingga 1951,91 kg Kecenderungan ini dapat dipengaruhi oleh nilai pori dari campuran OGA, tingkat keenceran dari mortar yang mempengaruhi workability, volume pengroutingan mortar yang masuk pada campuran OGA. Nilai stabilitas dari hasil pengujian yang paling tinggi pada kadar aspal 2,50% dan kadar SikamentLn 1,50% sebesar 1951,91 kg; flow berkisar antara 0,98 mm hingga 2,33 mm Nilai kelelehan yang diperoleh dari pengujian yang terbesar pada kadar aspal 2,50% dan kadar SikamentLn 1,40%; nilai MQ berkisar antara 605,32 kg/mm hingga 1996,93 kg/mm ; dan nilai ITS berkisar antara 871,23 kPa hingga 1164,83kPa. nilai hasil pengujian ITS tertinggi terjadi pada kadar aspal 3.5% dan kadar SikamentLn 1,5% sebesar 1164,83 kPa dan rata-rata nilai ITS tertinggi pada kadar aspal 3,5%, pengamatan terhadap pengujian ini dilihat pengaruh kadar aspal yang menyelimuti dan mengikat agregat dengan baik dan pengaruh mortar semen yang membuat perkerasan akan semakin kaku dan kuat.

Rapid and wide development of traffic often causes improper road classification. This can be viewed based on the pavement structure especially on the surface pavement due to increasing loads from more vehicles. The surface pavement is frequently damaged, such as deformation, and damage on surface pavement texture due to heavy loads and aggregate tensile strength. This research attempts to design a semi flexible mix using additice gilsonite for asphalt and SikamentLn for cement mortar. This research was carried out by making 72 open graded asphalt (OGA) samples with asphalt concentration variations of 2.5%, 3.0%, and 3.5% with additional 0.3% Gilsonite and 50 times of pounding. The OGA bricket was grouted with cement mortar at additive SilkamentL variation concentrations of 1.2%, 1.3%, 1.4% and 1.5% in order to make it becoming semi flexible pavement mix sample. As many as 36 samples were tested using the Marshall test and same numbers also tested using the indirect tensile strength (ITS) test at 14 days period. Analysis was taken to obtain density, stability, flow and Marshall Quotient (MQ) values as well as the ITS values converted to 28 days period. Results of the design of semi flexible pavement showed density between 2.22 gr/cm3 to 2.37 gr/cm3. Increasing Sikament concentration for mortar would also increase the mix density. The most significant increase was at 2.5% asphalt concentration and 1.40% Sikament Ln. This was possible due to large pores at 2.5% asphalt concentration. Higher concentration of SikamentLn caused the mortar to be easily grouted and almost all of the mortar volume filled the OGA pores and gave high density. Stability was between 1,154.12 kg to 1,951.91 kg. Such tendency was influenced by the pores value of the OGA mix, the mortar thinner level influencing the workability, and grouted mortar volume filling the OGA pores. The highest stability value, which was 1,951.91 kg, was at 2.50% asphalt concentration and 1.50 % Sikament Ln. The flow value was between 0.98 mm to 2.33 mm. The highest flow value was at 2.50% asphalt concentration and 1.40% sikamentLn. The MQ values ranged between 605.32 kg/mm to 1.996,93 kg/mm and ITS values were between 871.23 kPa to 1,164.83 kPa. The highest ITS value, which was 1,164.83 kPa was at 3.5% asphalt concentration and 1.5% Sikament Ln. The average highest ITS value was at 3.5% asphalt concentration. Observation recognized that the influence of asphalt concentration properly coated and bounded the aggregate, and that the cement mortar influence would make stronger and more rigid pavement.

Kata Kunci : Konstruksi Perkerasan,Semi Flexible Pavement,Gilsonite,OGA,semi flexible pavement, SikamentLn, Gilsonite, Open Graded Asphalt


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.