The Role of Upik as one of public participation in local development process :: A case study Yogyakarta Municipality, Indonesia
RAHAYU, Yeshri, Dr. Leon van den Dool, dan Prof.Ir. A. Djunaedi, MUP.,Ph.D
2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPerkembangan dalam bidang Teknologi Informasi (ICT) memungkinkan kita untuk mengakses, mengelola dan memberdayakan infromasi dengan cepat dan akurat. Pemanfaatan ICT telah merubah budaya birokrasi sebagai akibat pendekatan baru dari manajemen public. Oleh karena itu sistem pemerintahan telah berubah dari admnistrasi dengan menggunakan kertas menjadi sistem yang lebih cepat yaitu sistem elektronik. Sehingga proses pengambilan keputusan dan pelayanan publik dengan melibatkan masyarakat berjalan lebih cepat danakurat. Salah satu program yang dikembangkan oleh pemerintahan Kota Yogyakarta sejak September 2003 dengan memanfaatkan ICT adalah UPIK (Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan). Dengan keberadaan UPIK ini diharapkan proses pembangunan di Kota Yogyakarta bisa melibatkan lebih banyak stakeholder dan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas program UPIK dalam mengakomodasi dan merespon keluhan (partisipasi) masyarakat serta pengaruhnya terhadap proses pembangunan di Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode induktif dengan menggunakan analisis kualitatif. Pengamatan dilakukan terhadap kegiatan organisasi UPIK mulai September 2003 sampai Juni 2007 dengan menggunakan sampling purposive untuk memilih 13 instansi dalam pemerintahan Kota Yogyakarta dan random sampling untuk memilih 50 responden yang berpartisipasi melalui email/webside. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan UPIK memgang peranan dalam proses pembangunan di Kota Yogyakarta. Keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia dan aksesibilitas terhadap program mempengaruhi efektifitas program dan tingkat partisipasi masyarakat melalui UPIK. Pelayanan UPIK secara on-line membantu pemerintah memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat. Pengaruh signifikan terlihat pada instsansi-instansi yang langsung berhubungan dengan pelayanan masyarkat. Peningkatan dalam infrastruktur dan sumber daya manusia dibutuhkan untuk lebih meningkatkan efektifitas program UPIK.
The development in Information Communication and Technology (ICT) gives an opportunity to access, manage and make efficient use of fast and accurate information. Utilization of ICT changes the bureaucratic culture as a result of new approach in public management. Governments are therefore shifting from paperbased administration to a much faster system of electronic governance in decision making process. The implementation process of e-government in Indonesia is supported by President Instruction number 3 in 2003. The law requires local government to improve and develop e-government in providing better services to community in order to actualize good governance. Government of Yogyakarta Municipality (GOYM) is one of municipals in Indonesia which is intended for the implementation of e-government. Since September 2003, in order to increase public participation by utilizing e-government, GOYM established forum to accommodate public aspiration, which is UPIK (Complaint and Information Service Centre). The focus of this study is to analyze the effectiveness of the program to accommodate and respond towards the community problems and impact of the program on local development process. The assessment process conducted by this research will be focused on the UPIK organization, related bureaus and involved community. It is a case study which used inductive research methodology. Data analysis was based on combination of qualitative and quantitative data collected during fieldwork. The assessment process was done by conducting deep interview, questionnaires, and desk study research of related theory and law that regulate the organizations. The existence of UPIK in GOYM takes an important role in development process. Due to limitation on infrastructure, human resources, and accessibility to the program influenced the effectiveness of the program and level of community participation through this media. The effect of on line services to development process helped bureaus to provide better services to community. The real impacts were significantly on bureaus which directly relates to physical services. The improvement on infrastructure and resources is needed in order to provide better services.
Kata Kunci : Manajemen Layanan Publik, E-Government, Partisipasi Masyarakat, Public participation, ICT, e-government, public services, public management service.