Laporkan Masalah

Mainstreaming in development :: Case study Bima-West Nusa Tenggara

WAHYUNI, Raani, Dr. Maartje van Eerd dan Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D

2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kesetaraan gender dalam masyarakat Bima NTB setelah pengimplementasian ‘program pengarus-utamaan gender’ melalui proyek GTZ tahun 2000-2002. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor penyebab masih terjadinya ketimpangan gender dalam masyarakat setempat. Study ini dirancang dalam bentuk single case study yang menggunakan metode quantitative dan qualitative dalam pengumpulan datanya. Sumber data baik primer maupun sekunder dikumpulkan melalui studi literatur, kuesioner, focus group discussion dan in depth interview dengan melibatkan 14 responden rumah tangga dan lima group CBO pada tingkat desa (tujuh desa) serta 50 responden perorangan pada tingkat kabupaten. Hasil penelitian menunjukan 7 dari 11 indikator yakni: proses pengambilan keputusan financial dalam keluarga, akses terhadap pelatihan bernilai ekonomi, harapan terhadap jenis kelamin bayi, kesempatan untuk bersekolah, kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, hak dan akses untuk bersosialisasi serta berpartisipasi secara social politik di masyarakat mengalami kemajuan. Sementara 6 indikator lainnya tidak menunjukkan kemajuan berarti jika dibandingkan dengan hasil studi sebelumnya oleh GTZ (2000). Hasil lain menunjukkan bahwa ketimpangan gender dalam masyarakat setempat dipengaruhi oleh dua factor yakni factor internal atau yang disebut juga dengan factor cultural yakni factor penghambat yang datang dari diri kaum perempuan itu sendiri seperti; tidak ada/kurangnya inisiatif, kemauan, kemampuan/keterampilan dan rendahnya tingkat pendidikan serta factor external atau structural factor yakni factor penghambat yang datangnya dari lingkungan dimana perempuan berada (keluarga, lingkungan, negara dan komunitas lain yang lebih luas baik formal maupun informal) seperti; kurang/tidak diberikannya kesempatan, kepercayaan, dan aturan kebijakan yang memihak perempuan.

Firstly this study aims to assess the reducing practice of patriarchy and/or the improvement of gender equity within the community after the implementation of gender mainstreaming approach through the GTZ project (2000-2002) in the research area. Secondly, tries to reveal the influencing factors of the gender (in) equality that still exists after the project is finished. A case study design was conducted for this purpose, which made use of both quantitative and qualitative data gathered from primary and secondary sources such as study literatures, questionnaires, focus group discussions and depth interviews with key persons. The study involved 14 households and 5 CBO at 7 villages and 50 individual respondents at district level. The result shows that seven of 11 indicators that are: decision making on family financial, access for economical training, baby born hoping, opportunity to go to school ( priority which more relates to lack of budget rather than the assume girls no need to be educated) priority to meet medical treatment, right and access for social life such as chat, meeting relatives, and social and political event participation, compare to the previous study by GTZ Project shows the improvement, while the other six indicators shows no improvement. Further, the study shows that inequality and/or patriarchal system is still existing in the community influenced by both the internal condition of the women themselves; initiative, willingness, confident, skill/capability and educational degree (the cultural constrains) and the external conditions created by family, community, state and broader environment such as chance, trust, policy, rules and regulation (the structural constrains) where the women come from.

Kata Kunci : Kesetaraan Gender,Program Pengurus,Utamaan Gender,Faktor Budaya, patriarchy, gender mainstreaming, gender equality, cultural and structural constrains.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.